• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 16 Desember 2025
  • Login
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Utama

Air Mata di Balik Kemegahan Piala Dunia 2022

by admin
25 November 2022
in Berita Utama
0
Air Mata di Balik Kemegahan Piala Dunia 2022

Yacob Nauly

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

EKSPOS keberhasilan dan kemegahan Piala Dunia Qatar 2022  ibarat teori Dalton yang akhirnya menjadi bahan perbincangan ilmuan. Miliaran  mata tertuju di Qatar karena kemewahan  dan kemegahan perayaan piala Dunia 2022. Sayangnya kemegahan itu tak beriringan dengan penderitaan  orang yang berkarya membangun fasilitas  olah raga di stadion-stadion megah Qatar itu.

 Ini sama dengan teori Dalton yang tidak menjelaskan adanya partikel subayomik (partikel pembentuk atom). Teori  Dalton  menjelaskan  atom adalah partikel terkecil yang sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi. Padahal   sebenarnya atom terbentuk dari subpartikel seperti proton, neutron, dan elektron.  Pihak Qatar seharusnya melaporkan bahwa keberhasilan perayaan piala dunia tahun ini meninggalkan  duka paling dalam.

Berita Terkait

Di Seminar Moderasi Beragama, Menteri Agama Ulas Deklarasi Istiqlal Vatikan

Di Seminar Moderasi Beragama, Menteri Agama Ulas Deklarasi Istiqlal Vatikan

14 Desember 2025
9
Tahun Ajaran 2026, Sekolah Kejuruan Kehutanan Dibuka di Sorong, Gratis !!!

Daerah Wajib Miliki Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup

14 Desember 2025
14
Pemprov PBD Siapkan Pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria

Pemprov PBD Siapkan Pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria

13 Desember 2025
52

 Pasalnya  akibat pembangunan fasilitas Olahraga  di stadion kota Lusail, misalnya. banyak korban jiwa akibat bekerja di bawah  terik matahari. Mengorbankan  warga  migran  untuk kepentingan nama besar dan keuntungan  negara maju seperti Qatar seharusnya tak terjadi. Pihak Qatar sepantasnya  diajukan ke pengadilan Internasional berdasarkan laporan warga migran yang dirugikan Hal tersebut  berdasarkan laporan media dan Badan HAM  bahwa 6.500 pekerja tewas di Qatar sejak Desember 2010. Saat Qatar memenangkan hak untuk menggelar Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

 Qatar sendiri memiliki dua juta tenaga kerja migran yang datang dari Pakistan, Bangladesh, Nepal dan Filipina.  bahwa mereka bekerja dengan upah rendah dalam kondisi panas terik. Pekerja ini membangun taman hiburan, laguna, dua marina, dua lapangan golf, 22 hotel dan kawasan perbelanjaan yang mewah di Lusail. Human Rights Watch menyusun laporan yang merinci bagaimana pekerja migran diduga dieksploitasi menggunakan Sistem Kafala atau kerja paksa.

 Sistem Kafala mengikat visa pekerja kepada pemberi kerja yang menjadi sponsor dan bertanggung jawab atas status hukum pekerja. Terkadang mereka dipaksa membayar USD 4 ribu untuk mendapatkan pekerjaan. Belum  bekerja saja, mereka sudah disuruh mengeluarkan uang, tak jarang yang menjual aset demi mendapatkan pekerjaan ini. Piala Dunia Qatar 2022 kini sedang berlangsung di Qatar. Di balik kemegahan dan keindahan kotanya, ada ngeri yang menggantung soal korban pembangunan .

 Dilansir dari The Sun, Qatar telah menghabiskan setidaknya USD 330 miliar untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah piala dunia. Sebagian besar dana tersebut dihabiskan untuk Kota Lusail. Lusail adalah kota terbesar kedua di Gulf State, dengan populasi 200 ribu penduduk. Kota ini dirombak habis-habisan agar pantas menyabet julukan ‘Kota Masa Depan’ yang diakui dunia.

 Hotel pencakar langit, pulau buatan, dan distrik yang terhubung dengan kontrol iklim menjadi bagian dari Visi Nasional Qatar 2030. Tak lupa stadion baru yang berkapasitas 80 ribu penonton untuk gelaran Piala Dunia. Namanya saja kerja paksa, para pekerja tidak dapat meninggalkan pekerjaan mereka. Kalau kabur akan kena tindak pidana di Qatar.

 Penelitian  badan kemanusiaan dunia  menunjukkan bahwa undang-undang dan kebijakan yang kejam, tekanan waktu, dan upaya untuk membendung biaya yang sangat tinggi, telah mengakibatkan pelanggaran terhadap pekerja migran, termasuk bekerja dalam kondisi yang mengancam jiwa, upah rendah atau biaya perekrutan ilegal. Karena itu  kelompok hak asasi  harus  melaporkan hal ini ke parlemen Eropa.

 Pasalnya  ketika FIFA bersiap untuk meraup pendapatan miliaran dari sponsor dan penyiar, banyak keluarga pekerja migran masih berduka atas kematian orang yang mereka cintai dan berjuang untuk memberi makan anak-anak mereka atau melunasi pinjaman yang diambil orang yang mereka cintai untuk membayar biaya rekrutmen Piala Dunia Qatar 2022. Pihak Qatar membantah semua tuduhan itu. Meski demikian pihak HAM berjanji akan membawa masalah ini ke tingkat internasional.

 Negara negara yang merasa warganya dirugikan pun seharusnya mengambil langkah investigasi. Karena  Badan HAM dunia akan menindaklanjuti laporan kemanusiaan seperti yang terjasldi di Qatar itu.

Air Mata  Di Balik Kemegahan Piala Dunia Qatar 2022 .

Badan  kemanusiaan dunia  harus terus  menginvestigasi  laporan tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi tidak terjadi lagi  masalah yang sama ke depan. (**)

*) Penulis :  Wartawan suarakarya.id

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Previous Post

77 Tahun, Guru Majukan Anak- Anak Papua

Next Post

Stop Kekerasan kepada Perempuan dan Anak !

Related Posts

Di Seminar Moderasi Beragama, Menteri Agama Ulas Deklarasi Istiqlal Vatikan
Berita Utama

Di Seminar Moderasi Beragama, Menteri Agama Ulas Deklarasi Istiqlal Vatikan

14 Desember 2025
9
Tahun Ajaran 2026, Sekolah Kejuruan Kehutanan Dibuka di Sorong, Gratis !!!
Berita Utama

Daerah Wajib Miliki Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup

14 Desember 2025
14
Pemprov PBD Siapkan Pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria
Berita Utama

Pemprov PBD Siapkan Pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria

13 Desember 2025
52
Tekankan Toleransi Umat Beragama, Menteri Agama Kagum Lihat Tempat Ibadah di Sorong
Berita Utama

Tekankan Toleransi Umat Beragama, Menteri Agama Kagum Lihat Tempat Ibadah di Sorong

13 Desember 2025
122
KADIN Papua Barat Daya dan Pengusaha Korea Tandatangani LOI
Berita Utama

KADIN Papua Barat Daya dan Pengusaha Korea Tandatangani LOI

12 Desember 2025
81
Mini Soccer Tersertifikasi FIFA Hadir di Sorong Papua Barat Daya
Berita Utama

Mini Soccer Tersertifikasi FIFA Hadir di Sorong Papua Barat Daya

12 Desember 2025
99
Next Post
Stop Kekerasan kepada Perempuan dan Anak !

Stop Kekerasan kepada Perempuan dan Anak !

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Pemprov PBD Gelar Istigosah Akhir Tahun 2025 di Masjid Agung Al Akbar

Pemprov PBD Gelar Istigosah Akhir Tahun 2025 di Masjid Agung Al Akbar

16 Desember 2025
Pelindo Pastikan 63 Terminal Penumpang Siap Sambut Nataru

Pelindo Pastikan 63 Terminal Penumpang Siap Sambut Nataru

16 Desember 2025
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!