Pj Wali Kota Sorong : Guru Adalah Profesi yang Sangat Mulia
SORONG-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sorong merayakan Hari Guru Nasional yang ke-77, dengan melakukan Upacara di Halaman Apel Kantor Wali Kota Sorong, Jumat (25/11) yang dipimpin langsung oleh Pj Wali Kota Sorong, George Yarangga,A.Pi.MM.
“Dalam rangka memperingati hari guru nasional, sebagai rasa terima kasih kita untuk guru-guru tercinta atas segala jasa-jasa yang telah mereka berikan. Semboyan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa saat ini masihlah sangat relevan, mereka telah mendidik anak-anak calon penerus bangsa ini,” kata Pj Wali Kota Sorong.
Menurutnya bahwa Presiden, pejabat pemerintah, pejabat daerah, dan masih banyak lagi, semua adalah produk-produk yang dihasilkan oleh seorang guru.
Lanjutnya, Guru adalah orang yang sangat berjasa di dalam hidup kita. Oleh karena itu, marilah kita menyampaikan rasa terima kasih yang sangat besar untuk guru-guru kita semua. Tanpa guru mereka pastilah bukan siapa-siapa di dunia ini.
“Guru adalah satu, dari sedikit profesi yang sangat mulia di muka bumi ini. Meskipun hanya bergelar pahlawan tanpa tanda jasa, guru tak henti-hentinya berjuang untuk mengantarkan anak-anak indonesia menuju cita-citanya agar kelak mereka bisa menjadi penerus bangsa ini dan menjadi manusia yang membanggakan bagi nusa dan bangsa,” tegasnya.
“Mereka telah mengantarkan dan membuka wawasan kita, menuju dunia yang sangat luas ini. Mereka jugalah yang telah mengajarkan kita membaca, menulis dan menghitung, oleh sebab itu tanpa guru-guru, kita tidak bisa mencapai keberhasilan. Meskipun anak-anak didik mereka kelak akan melupakan mereka, tetapi tetap gigih melaksanakan tugasnya yang begitu mulia untuk membentuk calon-calon pemimpin bangsa,” sambungnya.
Lanjutnya bahwa Guru tak akan lelah mengabdi dan tak akan lelah mengajar hingga usia senja menghampiri mereka. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang sangat mendalam kepada guru-guru kita. Yang telah bersusah payah untuk mengajar setiap pengetahuan, memberikan nasihat dan motivasi yang membangun serta bimbingan dan teladan yang membentuk kepribadian kita agar menjadi manusia yang berpendidikan dan bermoral.
George menegaskan bahwa Usia PGRI tentunya bukan usia yang muda lagi. 77 tahun yang lalu telah menjadi salah pergumulan guru-guru hebat yang ada di republik indonesia ini. Banyak guru-guru hebat di Tanah Papua yang telah memberikan pembinaan baik bagi generasi emas papua.
“Tanah Papua saat ini mulai mengalami kemajuan tentunya tidak terlepas dari peran guru-guru Papua yang handal, memberikan kecerdasan bagi orang asli Papua saat ini terus mengalami kemajuan, sehingga kecerdasan anak-anak Papua telah mampu bersaing dengan anak-anak yang ada di daerah lain di indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan di era globalisasi sekarang ini, tentunya guru juga di tuntut untuk berinovasi dan berkreasi dengan metode pembelajaran yang berbeda dengan puluhan tahun sebelumnya.
“Sehingga guru-guru papua terutama di Kota Sorong perlu meningkatkan kemampuan yang lebih cenderung kepada kemajuan globalisasi atau dunia digital saat ini, agar dapat memberikan didikan bagi anak-anak papua untuk mampu bersaing secara digital bersama anak-anak yang ada di daerah lainya di indonesia yang telah terjun meningkatkan kemampuan secara modern,” pungkasnya.(zia)














