

Kadisdukcapil Minta Dukungan Anggaran, Fasilitas Komputer, Alat Perekaman dan Alat Cetak e-KTP
SORONG- Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sorong, Onesimus Assem, S.Sos.MBA mengatakan bahwa sebanyak 80.554 jiwa belum melakukan perekaman e-KTP dari total 209.949 jiwa penduduk Kota Sorong yang wajib melakukan perekaman e-KTP. Yang mana 129.395 jiwa telah melakukan perekaman e-KTP.
Hal tersebut, ditegaskan Onesimus kepada Radar Sorong, usai mengikuti silaturahmi bersama kadisdukcapil se-Provinsi Papua Barat Daya, yang dipimpin oleh Kepala Dinas Dukcapil dan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung PBD, Adolof Kambuaya,SH,MSi di Kantor Gubernur PBD, Senin (30/1).
Dijelaskan Onesimus bahwa Secara administratif Kota Sorong membawahi 10 distrik dan 41 kelurahan. Dengan jumlah penduduk 282.802 jiwa.
“Jadi yang wajib melakukan perekaman e-KTP 209.949 jiwa. Kemudian 129.395 jiwa telah melakukan perekaman e-KTP. Sedangkan 80.554 jiwa belum melakukan perekaman e-KTP. Jadi Perekaman e-KTP Wajib capaiannya baru 61,63 persen dari target nasional 99,2 persen,” ungkapnya.
Menurutnya, bahwa masalah terjadi karena terbatasnya dukungan berupa anggaran dan fasilitas.
“Minimnya sarana dan prasarana ini permasalahan, terbatasnya alat perekaman dan pencetakan e-KTP.
Kemudian mobil untuk pelayanan keliling atau mobile. Sehingga terjadi penumpukan dari 2021, hingga 2022. Kita sudah membuat program seperti jemput bola.
Tapi kita terbatas, dana dan fasilitas pendukung. Untuk komputer saja sulit. Kami berharap ada dukungan dana dan peralatan perekaman dari Pemerintah provinsi PBD, agar 80 ribuan yang belum perekaman bisa diselesaikan tahun ini,”ungkapnya.
Ia juga menyampaikan ucapan Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
“Saya senang dengan kehadiran Provinsi Papua Barat Daya dan khususnya Kepala Dinas capil Provinsi Papua Barat Daya dia lakukan hal yang paling cepat, dalam menjawab program 100 hari Bapak Gubernur Provinsi Papua Barat Daya. Makanya dia undang kami kepala dinas dukcapil 6 wilayah bawahannya,” katanya.
Ia menambahkan tujuan semua hadir untuk bahas program kegiatan yang kaitannya dengan administrasi kependudukan.
“Terutama jelang dengan Pilkada, pilpres. Maka masalah yang paling penting yang tadi kami bahas yaitu bagaimana kesiapan kami untuk menghadapi pileg, pilkada dan pilpres. Yang disampaikan masing-masing daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil dan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung PBD, Adolof Kambuaya,SH,MSi kepada Radar Sorong mengatakan bahwa pertemuan tersebut dalam rangka 100 Hari Kerja Pj Gubernur PBD dengan memastikan data pemilih, Jelang Pemilu 2024 yang mana membahas berapa persen yang telah melakukan perekamakan e-KTP sebagai syarat untuk menjadi data pemilih tetap.
“Jadi kami melakukan pertemuan yaitu silaturahmi, kita saling mengenal Kadisdukcapil di masing-masing kabupaten/kota,” katanya.
Lanjutnya, pertemuan tersebut juga dalam rangka menjabarkan salah satu tugas Pj Gubernur Papua Barat Daya dengan memfasilitasi penyelenggara pemilu.
“Pemilu jalan atau tidak, itu ada pada Pemerintah daerah. Karena pemerintah yang memfasilitasi,” ujarnya.
Dikatakannya, 6 Kadisdukcapil yang diundang dalam rapat mendesak untuk mengecek kesiapan menghadapi pemilu 2024.
“Terkait Perekaman e-KTP sudah sampai sejauh mana, apakah ada yang masih kurang atau ada yang sudah selesai. Sudah berapa persen, dan sisa berapa persen. Kemudian kendalanya apa,” ujarnya.
Adolof juga mengatakan bahwa Setelah mendengarkan persentase dari masing-masing Kadisdukcapil seperti Kota Sorong cukup banyak yang belum melakukan perekaman e-KTP.
“Sehingga apa yang disampaikan, maka kita akan tindaklanjuti terkait kekurangan biaya dan fasilitas agar semua jalan. Dan itu harus diselesaikan pada bulan Februari,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa akan dibuat group WhatsApp khusus Capil PBD, karena segala sesuatu bisa dikomunikasikan dan dikoordinasikan melalui telpon.
“Jangan anggap gampang terkait e-KTP. Karena pada waktu pemilihan nanti ditanya mana e-KTP.
Sementara masyarakat bergantung pada siapa nanti yang akan mereka pilih. Saya sebagai orang Papua merasa hal tersebut sangat penting,” pungkasnya.(zia)














