SORONG-Sejumlah sekolah proaktif minta diberikan pembekalan singkat jurnalistik bagi siswa-siswinya yang akan mengikuti Lomba Jurnalistik Tingkat SMA/SMK/MA se-Provinsi Papua Barat Daya di Kampus IAIN Sorong pada tanggal 11 Februari mendatang.
Sekolah pertama yang minta diberi pembekalan yaitu SMA YPPK Agustinus, kemudian SMK Negeri 3 Kota Sorong, SMA Negeri Kota Sorong, SMA Negeri 2 Kota Sorong, hari ini (31/1) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sorong, besok (1/2) SMA Negeri 1 Teminabuan via zoom. Demikian disampaikan Ketua Panitia Lomba Jurnalistik Akhmad Murtadho, Selasa (31/1).
Sementara itu, kegiatan pembekalan jurnalistik bagi siswa/i Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sorong, Selasa (31/1) diikuti 15 siswa.
Dalam pembekalan jurnalistik itu, Akhmad Murtadho menjelaskan cara menyusun berita dan menyebutkan ada 3 jenis berita yaitu straight news, feature dan berita investigasi.
“Jadi dengan pembekalan ini adik-adik bisa mendapat gambaran tentang jurnalistik, sehingga nanti pada saat lomba adik-adik bisa mengikuti lomba tersebut dengan baik dan tidak mengalami kesulitan,” kata General Manager Radar Sorong tersebut pada saat pembekalan.
Dijelaskan bahwa jurnalistik adalah proses menghimpun data, fakta atau peristiwa, menulis, menyunting dan mempublikasikan melalui media massa.
“Jadi wartawan itu bertugas mengumpulkan informasi atau data dari fakta atau peristiwa-peristiwa / kejadian yang ada di tengah-tengah masyarakat ataupun yang ada di daerah ini untuk dibuat menjadi sebuah berita. Kemudian diedit atau disunting oleh redaktur selanjutnya disajikan menjadi sebuah berita yang layak untuk dibaca,” jelasnya.
Ia menambahkan, adapun unsur-unsur berita yaitu 5W+1H, yaitu who (siapa), what (apa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana). Jadi sebuah berita harus mengandung unsur 5W+1H. Apabila ada salah satunya dari unsur tersebut yang tidak ada, maka berita tersebut tidak lengkap.
“Kita harus menulis berita mengandung unsur 5W+1H. Kemudian susunan dari berita adalah piramida terbalik, jadi yang paling atas itu yang paling penting. Yang terpenting atau lead berita,” terangnya.
“Kemudian selanjutnya kurang penting, itu informasi-informasi tambahan dan terakhir yang tidak penting. Mengapa dibuat piramida terbalik karena halaman pemberitaan itu kan terbatas nanti kalau misalnya redaktur ataupun layout itu memotong atau memangkas maka tidak mempengaruhi isi berita,” pungkasnya.
Usai diberikan pembekalan, para siswa MAN diberi tugas praktek menulis berita hasil dari materi pembekalan tersebut.

Sementara itu, salah satu Siswa Kelas XII IPA 1, Dody Alfayed mengaku bahwa pembekalan dari Radar Sorong sangat bermanfaat.
“Karena bisa menambah kita ilmu untuk mempersiapkan diri untuk nanti lomba saat tanggal 11 Februari nanti di IAIN,” katanya.
Menurut Dody, Lomba Jurnalistik yang akan dilaksanakan Radar Sorong merupakan kali kedua ia mengikuti meski sebelumnya belum beruntung mendapatkan juara. Namun, ia senang ketika mengetahui tahun ini diadakan lagi dan optimis akan juara.
“Lomba Jurnalistik oleh Radar Sorong lebih luar biasa lagi karena kita bisa mengembangkan potensi siswa-siswa atau para pelajar yang memiliki hobby suka menulis berita. Saya pernah ikut lomba yang di kantor wali kota tapi tidak menang. Semoga tahun ini bisa juara. Kalau saya ada keinginan jadi jurnalis karena suka nonton Najwa Shihab,” ungkapnya.
Dody menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia Lomba Jurnalistik Radar Sorong. “Terima kasih atas pembekalannya. Harapannya semoga Radar Sorong tetap bisa mengadakan lomba jurnalistik setiap tahun dan semoga lombanya tuh berhasil dengan lancar tidak ada kendala,” pungkasnya.

Kemudian, Guru Pembimbing, Supriono,S.Pd menambahkan bahwa kegiatan pembekalan ini sangat bermanfaat untuk para siswanya, karena sebelum mereka mengikuti lomba yang sebenarnya maka ada pembekalan.
“Jadi mereka punya wawasan untuk lomba tersebut. Ini bermanfaat untuk mereka, karena kan rata-rata anak-anak juga belum memiliki kemampuan tentang jurnalistik ya. Maka nanti lombanya akan menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan tidak ada pembekalan sama sekali,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan lomba jurnalistik ini bisa dijadikan agenda rutin tahunan. “Semoga Radar Sorong selalu eksis dan melaksanakan lomba jurnalistik setiap tahunnya,” harapnya.(zia)














