• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Rabu, 26 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Menjaga Marwah Pilkada Tahun 2024 Dari Peran Kelompok Oligarki Bisnis

by admin
10 Juni 2022
in Berita Utama
0
Menjaga Marwah Pilkada Tahun 2024 Dari Peran Kelompok Oligarki Bisnis

Elias Idie

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Oleh: Elias Idie (Ketua Bawaslu Kota Sorong Periode 2018-2023)

ADA sejumlah studi yang menggambarkan potret buram perjalanan politik demokrasi di Indonesia, seperti artikel oligarki dan demokrasi di Indonesia yang ditulis oleh Jeffrey A. Winters dalam bukunya merancang arah baru demokrasi  paska reformasi, dengan menyimpulkan bahwa demokrasi yang berjalan di Indonesia adalah demokrasi elit dan oligarki. Atau secara jelas memberi kesan bahwa; Indonesia Paling tepat dijabarkan sebagai demokrasi criminal, dimana para kelompok oligarki bisnis  secara teratur ikut serta dalam pemilihan umum sebagai alat berbagi kekuasaan politik, sambil menggunakan kekuatan kekayaan untuk mengalahkan sistem hukum dengan intimidasi dan bujukan.  Bahkan  studi Vedi Hadiz dan Richard Robinson  bahwa perubahan menguatnya  oligarki lokal, justru karena perubahan kelembagaan lokal ketika reformasi yang tidak dibarengi dengan perubahan tatanan dari resim sebelumnya, sehingga memungkinkan oligarki lama bertahan atau membentuk jejaring oligarki baru ditingkat local. 

Ideal memang, pembagian kekuasaan  ditingkat lokal dengan pelaksanaan pesta demokrasi diharapkan berefek langsung terhadap penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya media demokrasi sebagai sarana untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Penting untuk memaknai demokrasi dan desentralisasi sangat berperan bagi masa depan pembagunan di daerah. Namun, juga demokrasi dan desentralisasi pada ruang electoral tidak dapat terlepas dari siapa dan bagaimana pelaksanaannya (man behind the gun).

Berita Terkait

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
40
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
60
Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

16 Agustus 2026
892

Peran Kelompok Oligarki Bisnis Melalui Regulasi Limit Contribution

ADVERTISEMENT

Regulasi limit kontribusion dalam praktek pemilu atau pemilihan di Indonesia justru memperbesar peluang korporasi atau kelompok oligarkis bisnis  yang bermodal kuat, mengendalikan pemilu bahkan sampai pada suksesi kemenagan. Bahkan dampaknya baik partai politik maupun calon terpilih tersandera oleh kepentingan korporasi. 

Hiruk pikuk pemilihan paling terasa saat kandidat-kandidat bermunculan dan menyatakan siap untuk maju. Namun, konteks yang cukup krusial  adalah proses bagaimana calon atau pasangan calon mendapatkan dukungan  partai politik  yang dalam bahasa umum sering disebut dengan “kendaraan politik”. Gayungpun bersambut. Partai-partai politik memiliki opsi lebih variatife untuk mendukung atau merekomendasi calon. Adapun pertimbangan strategis mencakup elektabilitas,  kualitas pribadi yang memadai dan kemampuan finansial. Dan tentunya dibalik proses mendapatkan kendaraan politik, para kandidatpun bekerja ekstra mencari modal/dana politik.

Bagaiman strategi  kandidat mencari dukungan atau mendapatkan dukungan modal politik pada  pilkada, pertama; kandidat yang ingin maju  mendatangi  kelompok pemodal, kedua; kelompok pemodal  mendatangi calon kandidat menawarkan  kesediaan mendanai atau memberi modal, ketiga; melalui pialang (perantara,penghubung) sebagai perantara atau penghubung  mempertemukan kandidat kepala daerah dengan pihak-pihak yang akan memberikan bantuan finansial. Kehadiran para pialang ini dilatarbelakangi  bahwa mereka secara alamiah memahami tidak secara keseluruhan para kandidat kepala daerah yang siap bertarung memilik modal  finansial  yang kuat. Disinilan entri point kesepakatan antar  pasangan calon  dan pemilik modal mulai melakukan transaksional perjanjian dan komitmen. Maka prinsipnya tidak ada  makan siang gratis (no free lunch). 

Kepentingan para kelompok oligarkis bisnis ini sederhana yaitu, ketika pilkada usai dan kandidat yang didukung menang, maka konsesi di wilayah tersebut  mutlak akan dikuasai. Konsensi-konsesi yang akan didapatkan beraneka ragam, mislanya pengusaan sumber daya bernilai ekonomis tinggi, Ijin penguasan Hak Penguasaan Hutan (HPH), izin pemanfatan hutan (IPH), Izin membuka pertambangan hingga rekanan atau kontraktor berkelas A atau Tamu VIP dilingkup pemerintah tersebut sepanjang periode jabatan. Ditelusuri mengapa grup  perusahan tertentu   mudah mendapatkan izin dan  atau menguasi pekerjaan fisik dan non fisik selama ini,  jawabannya  karena Bos Perusahan dimaksud adalah orang yang berjasa sebagai donator utama modal politik  atau modal kampanye  Gubernur/Wakil, Bupati/Wakil dan Walikota/Wakil  yang sedang menjabat.  Sehingga sesugguhnya manfaat dari hasil Pilkada selama ini, dimana kandidat yang didukung penuh kelompok oligarki bisnis, akan tersandera oleh kepentingan dan agenda kelompok tersebut. Kompensasi akan konsesi lahan, hutan, batu bara, minyak,  gas dan kekayaan alam  apapun yang ada didaerah tersebut.

Secara realitas umum bahwa proses demokrasi electoral kita menunjukan kecerdasan merayu pemilih dengan pendekatan market sistem (sistem pasar) karena didukung oleh para pemilik modal (oligarki bisnis).  Proses pencalonan, kampanye sampai dengan pemilihan didesign dengan   pendekatan pragmatis. Maka tentu  pasangan calon   rekondisi dari elit  partai dan kelompok oligarki bisnis diberi tempat terhormat dengan menyingkirkan actor dan elit politik yang memilik otentisitas (kapasitas, integritas). Tak jarang kandidat pemenang berkantung tebal yang didukung oleh kelompok  pemodal, menyisikan individu-individu bermental baik, terdidik, berkaliber inteleketual dan  mempunyai jiwa membangun. Akhirnya outpun Pemilukada hanya berujung pada terpilihnya pemimpin daerah yang mengandalkan  filosofi vox argentum suara rakyat adalah suara uang receh, bukan vox populy vox dei (Suara Rakyat Adalah Suara Tuhan). 

Otoritas Pemimipin Daerah Dikendalikan  Logika Pasar 

Bagaimana wajah elit politik di daerah jika dilihat dari aspek kewenangan otonomi daerah sejak diberlakukan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (desentralisasi). Dari asumsi teoritis bahkan praktek rupanya otonomi daerah sebagai ruang pengoperasian politik masyarakat dikendalikan oleh kekuatan pasar (market let- development). Implikasinya adalah munculnya kompleks   industri demokrasi dengan mereduksi ruang public ke ruang jaringan yang dikendalikan oleh pemilik modal dan kekuasaan. Elit lokal (baca. Kepala Daerah)  lahir dari struktur politik dikendalikan oleh logika pasar. Public ditaklukan kapasitas ekonomi ketimbang kapasitas politik dan moral. Sehingga ironi hari inipun munculnya kebebasan dan otonomi elit diperhadapkan dengan hukum-hukum pasar. Jadi kualifikasi seseorang elit politik di daerah tidak ditentukan oleh kapasitas dan kecakapan tetapi oleh kekuatan modal dan relasi politik. 

Lantas bagaimana dengan konsep-konsep dan program-program ideal dengan tema kemakmuran, pelayanan public, kesejahteraan, perbaikan infrastruktur dan suprastruktur yang bersifat jangka panjang, medium dan pendek untuk rakyat? Semua itu hanyalah janji manis pada saat kampanye, sebagai bentuk sekedar memenuhi jadwal dan tahapan.  Sehingga tujuan ideal otonomi daerah dalam semangat bangunan demokrasi electoral yang seharusnya mewujudkan  ide-ide desentralisasi dengan ide-ide demokrasi  menjadi bias. Malah menghasilkan ide-ide desentralisasi korupsi, dinasti politik, penguasaan konsensi lahan, privatisasi kepentingan public, kerusakan alam, kerusakan lingkungan dan lain-lain. 

Fakta Sesugguhnya bahwa  The power of oligarki money,  menjadi magnet tersendiri yang membuat para kepala daerah terpilih, tersandera oleh kepentingan para pemodal. Misalnya hasil rilis Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) tahun 2020,  bahwa  sekitar 82 persen kampanye pilkada didanai oleh para  cukong. Maka tentunya bisa digambarkan bahwa peran kelompok oligarki bisnis pada ruang hulu sampai dengan hilir proses demokrasi electoral cukup dominan. 

Peran Civil Society , Sebagai Jalan Tengah Mereduksi Peran Oligarki Bisnis 

Peran kelompok oligarki bisnis dalam proses demokrasi electoral,  menjadi hal yang diangap  lumrah bahkan seakan sebagai kelompok utama suksesnya  proses kompetisi electoral. Hal ini terjadi, karena   design sistem politik   pemilu pada wilayah electoral system maupun  electoral proses, memiliki kelemahan dan peluang yang dimanfatkan oleh kelompok oligarki bisnis tersebut.  Refleksi atas fakta eksamplar demokrasi didaerah cenderung bebas (freedom) namun begitu lambat bergerak dijalur kesejahteraan (prosperity) bagi rakyat. 

Perlu perkuat konsolidasi demokrasi local, dengan keterlibatan penuh kelompok  civil society dengan penyelenggara baik KPU maupun  Bawaslu Kabupaten/Kota. Dengan satu tujuan yaitu mampu memberi tafsir kritis terhadap tataran aturan normatife baik yang bersifat prefentife maupun represife  serta memperkuat moralitas pelaksanaan tahapan pilkada. Sehingga marwah Pilkada yang selama ini dimanipulasi dengan politik transaksional, perlu direduksi  untuk mencegah kristalisasi pasar gelap dalam panggung pilkada  yang ditopang oleh kelompok oligarki bisnis.  

Jika peran kolaboratife ini dibangun dengan semangat perjuang mewujudkan pemilu yang Jujur dan Adil. Maka dipastikan  pemimpin pilihan yang tepat atas dasar kesadaran dan panggilan hati Nurani, berdasarkan variable subtantife, visi-misi, program, kompetensi, track record, pastilah pemimpin yang memperjuangkan aspirasi nasib rakyat menuju kesejahteraan dan kemakmuran, bukan pemimpin yang mengutamakan kepentingan para pemilik modal (kelompok oligarki bisnis).

Kita diingatkan oleh pepatah lama’ cerita tentang bulan, bukanlah bulan dan ceita tentang perubahan, bukanlah perubahan. Demokrasi didaerah tak akan tegak, Jika pemimpin  dikendalikan oleh kelompok oligarki bisnis. (**)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Siswa TK-SD-SMP Unjuk Prestasi dalam Lomba Literasi

Next Post

APA ITU BLU?

Related Posts

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card
Berita Utama

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
40
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara
Berita Utama

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
60
Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak
Berita Utama

Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

16 Agustus 2026
892
Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu
Berita Utama

Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu

14 Agustus 2026
207
Warga Sipil di Maybrat Diduga Ditembak, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Sele Be Solu
Berita Utama

Warga Sipil di Maybrat Diduga Ditembak, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Sele Be Solu

14 Agustus 2026
601
Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!
Berita Utama

Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

11 Agustus 2026
102
Next Post
Residivis Curas Dihadiahi Timas Panas !

Residivis Curas Dihadiahi Timas Panas !

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

24 Agustus 2026
“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

24 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!