MANOKWARI – Warga Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua barat digegerkan penemuan jasad bayi perempuan di sungai Sanduai pada Sabtu (29/10) sekitar pukul 07.00 WIT. Warga menemukan jasad bayi tersebut masih terdapat ari-ari yang belum terpotong. Kapolres Teluk Wondama, AKBP Yohanes Agustiandaru saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan adanya penemuan jasad bayi tersebut. Warga yang menemukan awalnya menaruh kecurigaan atas bungkusan plastik warna hitam tergeletak di sungai Sanduai.
Setelah dilakukan pengecekan, warga terkejut dengan isi dari bungkusan plastik tersebut dan kemudian melaporkan ke Polsek Wasior. Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, personel kepolisian bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan dari para saksi. “Masyarakat yang hendak buang air di sungai tersebut, melihat bungkusan plastik warna hitam dan kemudian mengeceknya. Setelah mengecek ada jasad bayi kemudian melaporkan ke Polsek Wasior,” uajr Kapolres Teluk Wondama, Sabtu (29/10).
Ia mengatakan, jasad bayi perempuan tersebut telah dievaluasi ke RSUD Wasior guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Jasad bayi sekarang ada di rumah sakit umum untuk dilakukan penyelidikan siapa yang membuang,” katanya. Ia menuturkan bahwa kondisi jasad bayi tersebut terlihat baru lahir dan kemudian dibuang. Pihaknya masih terus mendalami motif pembuangan bayi tersebut. “Kita belum mengetahui motif pembuangan tersebut, apakah anak dari hasil hubungan gelap atau bagaimana,” tuturnya.

Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Tempat Sampah
Warga di Kota Jayapura Provinsi Papua digegerkan dengan penemuan mayat bayi laki-laki di tempat sampah. Bayi tersebut diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya akibat hasil hubungan di luar nikah. Mayat bayi tersebut ditemukan di Jalan SPG Perumnas III Waena, Kelurahan Yabansi Distrik Heram, Jayapura, Sabtu (29/10) sekitar pukul 21.00 WIT. “Tadi malam sekitar pukul 21.00 WIT ditemukan,” kata Kasat Reskrim Polresta Jayapura AKP Oscar Fajar Rahadian seperti dilansir detikcom, Minggu (30/10).
Oscar mengatakan mayat bayi laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Jayapura. Saat itu saksi bersama rekannya tengah mengumpulkan sampah. “Mayat bayi tersebut ditemukan pertama kali oleh petugas DKP bernama Simrisius (36) bersama rekan-rekannya saat mengumpulkan sampah,” ujarnya.
Oscar menjelaskan mayat bayi laki-laki tersebut terbungkus kain sarung warna hitam abu-abu. Bahkan dibungkus dalam kantong plastik warnah hitam. “Saat itu saksi melihat bungkusan plastik warna hitam yang dalam keadaan berat. Saat itu para saksi curiga dan membuka plastik itu. Sontak mereka kaget karena melihat di dalamnya sosok mayat bayi,” kata Oscar.
Lebih lanjut Oscar membeberkan, saksi kemudian meminta rekannya untuk menyampaikan temuan tersebut ke Pos Polisi Patmor VI Perumnas III Waena. Saat itu anggota langsung mengamankan lokasi. “Kini anggota telah mengamankan lokasi kejadian dengan memasang Police Line kemudian mengevakuasi jasad bayi tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diambil langkah-langkah penanganan selanjutnya,” tuturnya.
Jasad bayi laki-laki tersebut memiliki kulit berwarna putih dan masih ada tali pusarnya. Diduga kuat bayi itu dibuang akibat dari hubungan terlarang. “Kasus itu kini dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Heram dengan dibackup Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota guna mengungkap siapa pelakunya yang tega berbuat seperti demikian,” ujarnya. Ia meminta kepada warga yang mengetahui ada perempuan hamil dan sudah melahirkan namun tidak memiliki bayi agar segera dilaporkan. Tujuannya agar kasus tersebut segera terungkap. “Kalau warga mengetahui di sekitar lingkungannya adanya perempuan hamil dan sekarang sudah melahirkan namun tidak ada bayinya terlihat, agar segera melaporkannya ke pihak Kepolisian. Dengan adanya informasi itu bisa membantu kita mengungkap kasus ini,” pungkasnya. (bw/*/hsr/detikcom)
















