Dipicu Keributan Muda-mudi di Tempat Hiburan Malam
SORONG – Buntut dari keributan yang terjadi antar muda-mudi dari dua kubu di salah satu tempat hiburan malam pada dini hari sekitar 05.00 WIT, berlanjut dengan aksi saling serang di dua lokasi berbeda pada, Minggu (23/1). Dua lokasi penyerangan tersebut yakni salah satu kantor sekertariat organisasi yang berlokasi di Jln Sungai Maruni Km 10 masuk, serta di pangkalan ojek dekat Mega Mall Kota Sorong.
Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH melalui Kapolsek Sorong Timur, AKP Vhalio Agafe,S.IK, menjelaskan sebenarnya kronologi kejadian bermula dari salah satu tempat hiburan malam di Jln Sungai Maruni sekitar pukul 05.00 WIT, dimana ada keributan antara muda-mudi lantaran dipengaruhi miras.
”Akibatnya merembetlah ke kelompok warga, kemudian kantor sekertariat salah satu organisasi di Km 10 dirusak, dan menurut penghuni sekertariat akibat masalah yang subuh tadi,” jelas Kapolsek Sorong Timur yang dikonfirmasi Radar Sorong melalui melalui sambungan telepon seluler, kemarin.
Akibat sekertariatnya dirusak, sekelompok warga kemudian mendatangi pangkalan ojek dekat Mega Mall yang diduga sebagai tempat salah satu kelompok yang merusak sekretariat. ”Dan saat membuat LP di Polsek Sorong Timur, ternyata muda-mudi merusak pangkalan ojek dekat Mega Mall dan menurut mereka yang dirusak adalah tempat nongkrongnya kelompok yang bermasalah dengan mereka,” kata AKP Vhalio Agafe.
Mengantisipasi kejadian semakin melebar, Kapolsek Sorong Timur memanggil dan mengimbau agar permasalahan yang terjadi di tempat hiburan malam tersebut bila merasa dirugikan segera dibuat laporan polisi di Polsek Sorong Timur. ”Sekarang sudah ada LP, hanya saja dilengkapi dulu administrasinya dan mengambil keterangan awal dari pihak yang dirugikan, hal itu akan menjadi langkah awal untuk langkah berikutnya,”ungkapnya.
Menanyakan apakah ada korban dari dua kejadian tersebut, Kapolsek Sortim menuturkan untuk kejadian di tempat hiburan malam, ada korban. Sementara kejadian di pangkalan ojek dekat Mega Mall, bila ada korban dapat membuat laporan.
Salah seorang saksi mata yang enggan menyebutkan namanya mengatakan kejadian saling serang sebenarnya pertama kali terjadi pada pukul 11.00 WIT dengan massa sebanyak 5 orang, dan kejadian kedua pada pukul 13.00 WIT dengan massa 20-an orang. Menurutnya, massa membawa alat tajam dan mengejar salah satu kelompok warga yang memiliki masalah dengan kelompok tersebut. ”Aksi penyerangan dari kelompok warga di Pangkalan Ojek Mega, tetapi kebetulan di pangkalan ojek kosong sehingga hanya terjadi pengrusakan saja,”tuturnya
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, kejadian berawal dari masalah yang terjadi antar muda-mudi dari dua kelompok warga tersebut, dan katanya adanya laka lantas di depan Mega Mall yang juga melibatkan salah satu dari kelompok warga tersebut. (juh)















