SORONG – Owner Pink Selluler, Darto Tjoanda mengatakan, Imlek adalah penggantian tahunan kalender lunar atau yang dikenal dengan kalender Imlek bagi orang China. Penggantian kelender juga bertepatan dengan awal datangnya musim semi di Cina. Datangnya musim semi menandakan penduduk mulai dapat melaksanakan aktivitas menanam. Karena itu, imlek menandakan dimulainya musim dan tahun yang baru.
Dengan tahun yang baru diharapkan memberikan harapan yang baru, tentunya dengan berbagai harapan yang baik, yaitu diberkati kesehatan, diberkati panjang umur, diberkati rejeki, serta diberkati kebahagiaan. ”Bagi saya memasuki awal tahun yang baru, tentu memberikan harapan yang baru. Semoga negara kita sehat, maju, dan ekonomi dan kehidupan masyarakat indonesia semakin sejahtera termasuk Kota Sorong,” kata Darto Tjoanda, Selasa (1/2).
Dikatakannya, perayaan Imlek bercirikan warna merah dan ada angpao. Menurut Darto, masyarakat Tiong Hua arti warna merah identik dengan keberuntungan, makanya pada Hari Raya Imlek masyarakat Tiong Hua umumnya mengenakan pakaian berwarna merah, dengan doa dan harapan di tahun yang baru ini, kita semua mendapatkan keberuntungan. ”Keberuntungan dalam arti tidak semata mendapatkan harta saja, tetapi kesehatan, kemudahan, cita-cita yang tercapai, kebahagiaan. Semua itu adalah keberuntungan yang diharapkan kita semua,” ujarnya.
Terpisah, anggota DPRD Kota Sorong, Mickael Ricky Taneri, Senin (1/2) mengadakan Open House Imlek. Berdasar pantauan Radar Sorong halaman rumah/toko yang didirikan tenda dipadati tamu dari berbagai usia dan kalangan. ”Ini sebagian besar konstituen saya yang datang dari sekitar Kampung Baru hingga Saoka,” ujar Ricky kepada Radar Sorong.
Ada juga anggota DPRD Kota Sorong Daud Kombang Timang serta dosen yang merupakan relasi Ricky menghadiri open house di halaman Toko Siswa Kampung Baru itu. Para tamu yang datang langsung dipersilahkan menikmati hidangan makan yang disediakan tuan rumah. Setelah makan, mereka berbincang-bincang dengan tuan rumah. Para tamu datang silih berganti, Ricky menyambut mereka dengan ramah.
Mengangkat tema Cinta Kasih dalam Kebhinekaan, perayaan Imlek 2022 yang jatuh pada tanggal 1 Februari 2022, dimaknai sebagai sarana mawas diri dan intropeksk diri khususnya bagi warga Tionghoa maupun masyarakat umum. Sekertaris Majelis Buddhayana Kota Sorong, Romo Sutrisno menjelaskan Imlek 2022 atau tahun Macan Air yang diartikan bahwa macan dikenal beringas, artinya jika salah melangkah akan berdampak pada manusia itu sendiri. ”Dari shio macan dapat mengajarkan kita agar kita terus mawas diri dan intropeksi diri terkait apa yang dilakukan adalah benar atau tidak,”jelasnya kepada Radar Sorong, Selasa (1/2).
Menurut Romo Sutrisno, selain Shio Macan Air, tema perayaan Imlek tahun 2022 secara nasional Cinta Kasih dalam Kebhinekaan, yang dimaknai sebagai umat beragama atau saat ini disebut sebagai umat yang moderat maka dari moderasi antar umat beragama di mulai dari awal sehingga kerukunan antar umat beragama terjaga. ”Makna Imlek tahun 2022 ini mewajibkan kita agar lebih mawas diri, lebih introfeksi diri, sebab bencana bisa terjadi dimana-mana tanpa pemberitahuan. Ada tiga hal yang datang menjumpai kita, sakit, usia tua dan kematian. Jadi kita harus renungkan bahwa ketiga hal ini akan datang menjemput kita, dan suka tidak suka maka kita harus siap,” ujarnya.
Tahun Baru Imlek 2022 (2573 Kongzili) diperingati Umat Vihara Budha Sorong dengan sangat sederhana. Tak ada perayaan khusus sejak pandemi beberapa tahun terakhir. Pembina Vihara Budha Sorong, Romo Sarui mengatakan, merayakan tahun baru Imlek 2573 Kongzili, umat telah mempersiapkan pemasangan lampion beberapa hari sebelumnya. Melakukan pembersihan patung dan halaman vihara, serta mempersiapkan persembahan-persembahan yang akan digunakan saat peribadatan. “Tidak ada perayaan khusus karena kondisi juga masih COVID-19. Hanya ibadah pergantian tahun saja. Sebelumnya persiapan pemasangan lampion dan pembersihan juga sudah dilakukan,” ungkap Romo Sarui.
Diungkapkan Romo Sarui, Imlek tahun ini memasuki tahun macan air. Macan air atau shio dari tahun 2022 ternyata melambangkan raja binatang dalam budaya China. Macan dianggap memiliki kekuatan yang besar, keberanian, serta mengusir kejahatan, sehingga macan air dimaknai sebagai simbol keberanian dan perubahan.
Sebagai umat Budha, Romo mengatakan bahwa makna imlek dengan Shio Macan Air tahun ini menjadi sarana peringatan bagi umat manusia. Dimana umat manusia, khususnya umat Budha diharapkan lebih mawas diri akan tidak tanduknya. “Harus mawas diri, harus introspeksi diri, dan tetap memperkokoh kebhinekaan untuk menyatukan perbedaan. Jangan saling menyakiti dan mengundang perdebatan. Jangan sampai kita berperilaku seenaknya tanpa kontrol, yang kemudian membangunkan macan tidur. Itu akan jadi bahaya untuk siapapun,” bebernya. Romo berharap, seluruh umat Budha dapat semakin meningkatkan kualitas dirinya dari tahun ke tahun, serta dapat hidup berdampingan dengan umat lain secara rukun dan damai. (zia/akh/juh/ayu)















