“Wisma adalah tempat bersejarah. Jangan tanyakan terkait aset wisma berulang ulang kepada saya. Sebab apa yang saya rasakan tidak dirasakan oleh orang lain apa yang saya ketahui tidak diketahui oleh orang lain. Saya tahu banyak tentang Gedung itu. Wisma tersebut adalah saksi sebagai pusat pengendali administrasi pemerintahan Kabupaten Sorong pada waktu itu. Wisma itu adalah satu-satunya situs dan saksi bahwa Kabupaten Sorong pada kala itu ada disana,” jelasnya.
Lambert juga mau menegaskan bahwa harapannya tersebut tidak ditunggangi kepentingan politik. Iya hanya ingin memastikan bahwa kepala daerah se-Sorong Raya tentu mampu merawat dan menyayangi asetnya.

“Tidak ada kaitannya dengan politik, bagi saya lebih baik gubernur mengurus masalah lain yang lebih besar. Kalau hanya mengurus Wisma itu hanya masalah kecil, Sorong Raya juga bisa. Karena aset tersebut milik kami maka tentu kami akan lebih sayang. Orang lain tidak bisa menyayangi apa yang kita miliki sebaik kita menyayangi apa yang kita miliki,” kata dia.
Lambert juga berharap di dalam wisma tersebut akan ada fasilitas miniatur setiap daerah di Sorong Raya. Miniatur tersebut sebagai bukti bahwa Sorong Raya tetap satu.
Menanggapi apa yang disampaikan Wali Kota Sorong, Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru, SH, M.Si juga sependapat. Aset tersebut akan tetap menjadi milik Kabupaten Sorong dan dikelola oleh Kabupaten se-Sorong Raya.
“Sama seperti permintaan Pak Wali Kota, asset wisma akan tetap kami jaga aset ini. Sampai kapanpun tidak akan kami serahkan kepada siapa pun, kepada Pemerintahan Kota pun tidak. Nanti tinggal bagaimana Kita kelola bersama pemerintah daerah se-Sorong Raya dengan cara sharing dana. Karena wisma tersebut memiliki nilai historis yang sangat besar sebagai sejarah lahirnya Sorong Raya,” ujar bupati.
Menurut Bupati, masyarakat bisa tahu awal kelahiran Sorong Raya karena sejarah awalnya berasal dari wisma tersebut. Bupati juga sangat salut karena Wali Kota Sorong bisa memahami itu.
Bupati dan Wali Kota yakin, kendati masa jabatannya tinggal menghitung bulan, Namun komitmen untuk mengelola aset tersebut secara bersama sama akan tetap terwujud.
“Tidak ada masalah, kami akan turun jabatan tetapi pimpinan selanjutnya akan melanjutkan. Karena ketika bupati/wali Kota sebelumnya sudah berkomitmen atas nama pemerintah daerah maka pemerintahan yang akan datang tentu akan melanjutkan komitmen yang ada. Saya percaya meskipun nanti kami sudah turun dari jabatan, komitmen itu akan tetap jalan,”tandasnya. (ayu)















