Dominggus Mandacan Tak Hadiri Pelantikan, Dukung Sepenuhnya Keputusan Presiden
MANOKWARI – Berakhirnya masa jabatan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan pada Kamis (12/5), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengantongi nama Pejabat Gubernur Papua Barat tahun 2022-2024 yakni Komjen Pol. (Purn) Dr. Paulus Waterpauw yang kini menjabat Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri. Kamis (12/5) ini, Mendagri dijadwalkan melantik lima pejabat gubernur untuk lima provinsi yakni Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Papua Barat. Pelantikan pejabat gubernur lima provinsi dilaksanakan pukul 09.00 WIB di Ruang Sasana Bhakti Praja (SBP) Gedung C Lantai 3 Kemendagri.
Informasi yang diperoleh, kelima pejabat gubernur yang dilantik yakni Dr. Al Muktabar, M.Sc (Sekretaris Daerah Banten) menjabat Gubernur Banten, Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin (Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM) menjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Drs. Akmal Malik, M.Si (Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri) menjabat Gubernur Sulawesi Barat, Dr. Ir. Hamka Hendra Noer, M.Si. (Staf Ahli Bidang Budaya Sportivitas Kementerian Pemuda dan Olahraga) menjabat Gubernur Gorontalo, dan Komjen Pol. (Purn) Drs. Paulus Waterpauw (Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP Kementerian Dalam Negeri) menjabat Gubernur Papua Barat.
Kabar yang santer beredar di kalangan masyarakat Manokwari terkait keputusan Presiden RI memilih Paulus Waterpauw untuk menduduki jabatan Pejabat Gubernur Papua Barat, menuai protes. Akibatnya, kompleks perkantoran kantor Gubernur Papua Barat, lagi-lagi dipalang oleh masyarakat yang menolak keputusan pemerintah pusat. Selain memalang jalan, masyarakat juga membakar kayu-kayu di tengah jalan. Di lokasi pemalangan, terpampang dua spanduk besar diantaranya bertuliskan “Mau Tidak Mau, Suka dan Tidak Suka, Bpk Dr. Nathaniel D. Mandacan,M.Si Penjabat Gubernur Papua Barat 2022-2024” dan juga terpampang foto Nathaniel Mandacan yang saat ini menjabat Sekda Provinsi Papua Barat.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan,MSi dipastikan tidak menghadiri pelantikan Pejabat Gubernur Papua Barat. Bukan karena tidak setuju dengan keputusan pemerintah pusat, melainkan karena dirinya baru menerima undangan pelantikan sudah siang hari, sementara sudah dijadwalkan dengan umat untuk meresmikan masjid di SP 4 Prafi Manokwari. ”Tidak ada niatan untuk tidak menghadiri pelantikan. Saya sudah keluar dari rumah dan sudah sampai Prafi, surat undangan tersebut baru saya terima,” kata Dominggus Mandacan kepada wartawan, kemarin. ”Bagi saya, rakyat itu penting dan kita ada ditengah-tengah mereka. Saya hitung-hiting jika besok pagi berangkat juga sama saja tidak bisa menghadiri karena sampai di Jakarta siang hari,” sambungnya.
Ia mengatakan bahwa Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani dan Sekretaris Daerah Papua Barat, Nathaniel D. Mandacan sudah terlebih dahulu berangkat ke Jakarta untuk menghadiri pelantikan Pejabat Gubernur Papua Barat, dan dirinya siap untuk menjemput Penjabat Gubernur Papua Barat nantinya.
Sebelum mengakhiri masa tugasnya, Gubernur Papua Barat mengatakan apapun yang diputuskan pemerintah pusat harus diterima dan didukung sepenuhnya. ”Semua sudah jelas bahwa kita mendukung keputusan Bapak Presiden, keputusan pemerintah pusat kita terima dan kita dukung,” kata Dominggus Mandacan, Rabu (11/5). Ia berharap masyarakat bisa menyikapi hal ini dengan baik dan menunggu pejabat baru yang akan dilantik, dan disambut dengan baik. ”Untuk pejabat gubernur yang baru, apa yang sudah kita mulai, apa yang sudah kita letakkan, tinggal dilanjutkan bahkan ditingkatkan,” imbuhnya.
Dua Pertiga Personel Disiapkan Jelang Pelantikan Penjabat Gubernur
Sebanyak 2/3 (duapertiga) personel Polda Papua Barat akan dilibatkan untuk melakukan pengamanan jelang pelantikan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat periode 2022-2024. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing usai acara Ramah Tamah HUT Koarmada III menjelaskan bahwa pengamanan khusus jelang pelantikan Penjabat Gubernur Papua Barat pasti ada. ”Pengamanan khusus pasti ada. Polda Papua Barat akan melakukan suatu pengamanan di beberapa titik yang kami harapkan bisa mengantisipasi itu, maka 2/3 kekuatan kami libatkan baik di Polda Papua Barat maupun jajaran Polres,” kata Irjen Tornagogo Sihombing kepada wartawan, Rabu (11/5).
Kapolda meyakini hingga saat ini masyarakat Papua Barat masih bisa dikendalikan, namun, dirinya berharap agar seluruh masyarakat tetap mematuhi dan mempercayai pemerintah, siapapun yang dipercaya sebagai Penjabat Gubernur tetap harus dihormati demi kebaikan bersama. ”Dan saya harap tidak ada gerakan yang bisa menciderai Provonsi Papua Barat. Selama ini masyarakat sudah banyak mendukung terciptanya kamtibmas yang kondusif,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakotani mengatakan, siapapun yang dipercaya menjadi Penjabat Gubernur Papua Barat, diharapkan bisa menjaga mementum pembangunan dengan baik. ”Kondisi keamanan juga terjaga dengan baik dan masyarakat diharapkan bisa memberikan dukungan untuk itu,” imbuhnya. (bw/juh)















