SORONG- Memasuki tiga bulan puncak hujan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Warga dihimbau tingkatkan kewaspadaan bilamana terjadi hujan ekstream. Demikian diungkapkan Prakirawan BMKG Sorong, La Ode, Senin (5/6).
Prakirawan BMKG Sorong, La Ode menjelaskan menjelang puncak hujan, wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya mengalami peningkatan curah hujan hingga 2 kali lipat dari hari normal.
“Sejak bulan Maret itu curah hujan 189 mm, bulan April dan Mei 2023 naik menjadi lebih dari 200 mm perbulannya. Secara tren memang menunjukkan kenaikan,”jelasnya.
Berdasarkan laporan tahun 2022, sambung La Ode biasanya curah hujan di puncak bulan hujan bisa mencapai 300 bahkan 500 mm perbulan atau dua kali lipat dari hari biasanya. Apalagi, sambung Laode hujan berurut-turut dalam jangka waktu 3 hari atau 1 minggu.
“Karena komposisi atau lapisan tanah di wilayah Kota Sorong khususnya tanah rawah yang serapannya kecil, sehingga kalau hujan lebat otomatis banyak yang mengalir di permukaan dan ditambah lagi jika drainasenya jelek maka akan meluap, sehingga terjadinya banjir,”terangnya.
Laode menuturkan secara klimetologis pola hujan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya puncak hujannya dipertengahan tahun yakni Juni, Juli dan Agustus. Sehingga, wajar bila curah hujan semakin meningkat saat ini.
“Dalam beberapa hari ini hujan dapat kita rasakan baik dengan intensitas rendah hingga sedang meskipun tidak merata diseluruh wilayah. Tapi, sudah ada tanda-tandanya,”ujarnya
Diakui Laode indikasi hujan sedang hingga lebat bahkan disertai petir biasanya terjadi apalagi dibulan puncak hujan. Oleh sebab itu, warga dihimbau untuk mewaspadai hujan dengan intensitas lebat hingga ekstream.
“Kami juga akan memberikan peringatan bila terjadi kondisi ekstrem,”pungkasnya.(rin)
















