MANOKWARI – Inflasi gabungan dua kota di Papua Barat yakni Manokwari dan Kota Sorong pada Mei 2023 sebesar 3,99 persen dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Papua Barat, Senin (5/6) kelompok transportasi menjadi penyumbang tertinggi inflasi di Papua Barat.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Papua Barat, Johannis Lekatompessy, SE mengatakan jika dilihat dari dua kota di Papua Barat, komoditas penyumbang inflasi di Kota Sorong yakni Bensin sebesar 0,6564, angkutan dalam kota sebesar 0,4422, angkutan udara sebesar 0,3734, rokok kretek filter 0,3376, dan beras sebesar 0,2019.
Sedangkan di Manokwari komoditas penyumbang inflasi yakni bensin sebesar (0,5021), angkutan udara sebesar (0,5001), rokok kretek filter sebesar (0,4648), ikan oci sebesar (0,3574) dan daging babi sebesar (0,2168).
“Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 14,44 persen kemudian diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,14 persen,” ujarnya.
Jika dilihat dari dua kota di Papua Barat, Manokwari mengalami inflasi sebesar 3,95 persen dan Kota Sorong sebesar 4,00 persen.
Ia menyebutkan dari 11 kelompok pengeluaran, hanya informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar -0,27 persen.
Menurutnya, perlu adanya komitmen bersama dalam menurunkan angka inflasi di Papua Barat.
“Kita bersama pemerintah daerah dan TPID Papua Barat telah melakukan berbagai upaya dalam menekan inflasi daerah,” sebutnya. (bw)
















