MANOKWARI– Polres Manokwari menurunkan 1 regu personelnya untuk mengamankan keributan yang terjadi di kompleks pemukiman nelayan Borobudur, Jumat (6/10/2023) siang. Polisi juga mengamankan warga yang diduga sebagai pemicu keributan.
Saling serang terjadi beberapa saat usai sholat Jumat. ‘’Saya baru melepas pakaian setelah jumatan. Tiba-tiba terdengar keribuan di luar. Ternyata ada yang baku kejar,’’ ujar salah satu warga Borobudur kepada wartawan di lokasi kejadian.
Warga sekitar terutama ibu-ibu dan anak-anak sempat panik, berlarian masuk ke dalam rumah. Terdengar teriakan hingga lemparan batu di atap rumah. ‘’Seperti tawuran. Baku kejar di luar. Ada yang dapat pukul,’’ ujar Arsan, warga lainnya.
Keterangan dari sejumlah saksi yang ditemui wartawan di lokasi kejadian, keributan ini berawal dari ulah pemuda yang dipengaruhi minuman beralkohol membuat keributan. Hingga akhirnya terjadi keributan dan pemukulan.
Suasana makin kacau ketika pemuda lainnya ikut campur. Keributan pun terjadi, polisi yang mendapat laporan langsung turun ke lokasi mengamankan situasi. Seorang pemuda diamankan dan dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan.
Pantauan di lapangan, polisi berhasil mengamankan situasi. Namun ada warga yang mengaku dari Pulau Lemon sempat mengeluarkan ancaman karena kerabatnya menjadi korban pemukulan. ‘’Pelaku jangan disembunyikan. Dia harus pertanggungjawabkan perbuatannya,’’ tegas seorang ibu sembari mengeluarkan ancaman.(lm)















