• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Jumat, 5 Desember 2025
  • Login
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Utama

Wapres Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim

by admin
15 Oktober 2021
in Berita Utama
0
Wapres Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim

Wapres Ma’ruf Amin ­menyerahkan segepok uang ke mama Papua penjual pinang di pinggir jalan.

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Di Papua Barat 5 Kabupaten Sasaran yakni Teluk Wondama, Bintuni, Tambrauw, Maybrat dan Manokwari Selatan

MANOKWARI – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin memimpin Rapar Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua dan Papua Barat serta Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrim di 5 Kabupaten Sasaran Prioritas 2021. Rapat digelar di Gedung PKK, Manokwari, Kamis (14/10), dihadiri sejumlah menteri, Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, Forkopimda, para bupati dan tokoh masyarakat.

Di Papua Barat ada 5 kabupaten yang menjadi sasaran program percepatan penanganan kemiskinan esktrim, yakni Teluk Wondama,  Teluk Bintuni,  Tambrauw, Maybrat dan Manokwari Selatan. Di  Teluk Wondama tingkat kemiskinan 30,91% dan jumlah penduduk miskin 10.220 jiwa. Tingkat kemiskinan ekstrem 24,08% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem 7.960 jiwa. Pendidikan kepala rumah tangga miskin ekstrem, 9,68% tidak bersekolah, 43,39% hanya lulus SD, 11,79% lulus SMP, 32,35% lulus SMA,  dan 2,79% lulus PT.  Lapangan pekerjaan, 52,21% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif,  bekerja bukan di sektor industri. Infrastruktur dasar, rumah tangga miskin ekstrem 7,14% tidak memiliki rumah sendiri, 5,52% tidak memiliki listrik, 26,74% tidak memiliki toilet, 90,32% tidak memiliki akses air minum layak.  Akses keuangan dan sumber pembiayaan  di Teluk Wondama, hanya 9,81% penduduk miskin ekstrem memiliki akses terhadap kredit/pembiayaan, 15,17% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan. 

Berita Terkait

Dilarang Ambil Kayu Langsung dari Masyarakat !

Dilarang Ambil Kayu Langsung dari Masyarakat !

4 Desember 2025
55
Dua Bupati jadi Calon Ketua, Gazam Optimis Kembali Pimpin PKB Papua Barat Daya

Dua Bupati jadi Calon Ketua, Gazam Optimis Kembali Pimpin PKB Papua Barat Daya

3 Desember 2025
29
Dinas LHKP PBD Dorong OAP Punya Sertifikat Tanah

Dinas LHKP PBD Dorong OAP Punya Sertifikat Tanah

2 Desember 2025
53

Kabupaten Teluk Bintuni, tingkat kemiskinan 29,39% dengan jumlah penduduk miskin 19.220 jiwa. Tingkat kemiskinan ekstrem 21,05% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem 13.760 jiwa. Pendidikan kepala rumah tangga miskin ekstrem, 17,64% tidak bersekolah, hanya 28,25% lulus SD, 17,28% lulus SMP, 33,80% lulus SMA, dan 3,02% lulus PT. Lapangan pekerjaan, 58,29% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja bukan di sektor industri.

ADVERTISEMENT

Infrastruktur dasar di Teluk Bintuni, rumah tangga miskin ekstrem 14,40% tidak memiliki rumah sendiri, 12,01% tidak memiliki listrik, 19,66% tidak memiliki toilet, 38,33% tidak memiliki akses air minum layak. Akses keuangan dan sumber pembiayaan  hanya 11,79% penduduk miskin ekstrem memiliki akses terhadap kredit/pembiayaan, 20,8% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan. 

Di Kabupaten Tambrauw, Tingkat kemiskinan 32,80% dengan jumlah penduduk miskin 4.590 jiwa. Tingkat kemiskinan ekstrem 22,40% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem 3.140 jiwa. Pendidikan kepala rumah tangga miskin ekstrem, 29,29% tidak bersekolah, hanya 36,96% lulus SD, 6,76% lulus SMP, 26,19% lulus SMA, dan 0,80% lulus PT. Lapangan pekerjaan 52,21% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian. 

Infrastruktur dasar di Tambrauw, rumah tangga miskin ekstrem semua memiliki rumah sendiri, 66,17% tidak memiliki listrik, 62,97% tidak memiliki toilet, 69,61% tidak memiliki akses air minum layak. 

Akses keuangan dan sumber pembiayaan, hanya 0,22% penduduk miskin ekstrem memiliki akses terhadap kredit/pembiayaan, 9,85% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan. 

Di Kabupaten Maybrat, tingkat kemiskinan 30,78% jumlah penduduk miskin 12.800 jiwa. Tingkat kemiskinan ekstrem 22,89% jumlah penduduk miskin ekstrem 9.520 jiwa. Pendidikan kepala rumah tangga miskin ekstrem, 32,71% tidak bersekolah, hanya 25,12% lulus SD, 12,46% lulus SMP, 18,10% lulus SMA, dan 11,60% lulus PT. Lapangan pekerjaan, 58,29% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif, bekerja di sektor pertanian. Infrastruktur dasar, rumah tangga miskin ekstrem 5,74% tidak memiliki rumah sendiri, 14,95% tidak memiliki listrik, 52,22% tidak memiliki toilet, 70,86% tidak memiliki akses air minum layak. Akses keuangan dan sumber pembiayaan, hanya 0,09% penduduk miskin ekstrem memiliki akses terhadap kredit/pembiayaan, 11,96% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan.

Di Manokwari Selatan,  tingkat kemiskinan 28,88% jumlah penduduk miskin 7.090 jiwa. Tingkat kemiskinan ekstrem 20,97% jumlah penduduk miskin ekstrem 5.150 jiwa. Pendidikan kepala rumah tangga miskin ekstrem, 19,32% tidak bersekolah, hanya 35,95% lulus SD, 12,46% lulus SMP, 24,63% lulus SMA,  dan 7,64% lulus PT.  Lapangan pekerjaan, 61,38% anggota rumah tangga miskin ekstrem merupakan kelompok usia produktif,  bekerja di sektor pertanian. Infrastruktur dasar, rumah tangga miskin ekstrem 1,10% tidak memiliki rumah sendiri, 13,05% tidak memiliki listrik, 15,55% tidak memiliki toilet, 53,05% tidak memiliki akses air minum layak. Akses keuangan dan sumber pembiayaan, tidak ada penduduk miskin ekstrem memiliki akses terhadap kredit/pembiayaan, 22,05% penduduk miskin ekstrem memiliki rekening tabungan. 

Wapres kepada wartawan usai memimpin rakor menjelaskan, pemilihan 5 kabupaten prioritas di Papua Barat tersebut, serta seluruh 35 Kabupaten prioritas secara nasional pada tahun 2021 ini didasarkan bukan hanya pada kriteria persentase tingkat kemiskinan ekstrem, tetapi juga dikombinasikan dengan jumlah masyarakat miskin ekstrem di wilayah tersebut.  Selain itu, ukuran tingkat kemiskinan ekstrem mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu sebesar 1,9 US dollar PPP (purchasing power parity) per kapita per hari, di bawah ukuran tingkat kemiskinan umum yang digunakan BPS yaitu sebesar 2,5 US dollar PPP per kapita per hari. Khusus untuk lima kabupaten di Papua Barat yang menjadi prioritas di tahun 2021 ini, total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 39.357 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem 12.440 RT. 

Wapres mengatakan bahwa anggaran bukan isu utama karena sesungguhnya anggaran kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah cukup besar. Namun demikian tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana membuat program-program tersebut konvergen dan terintegrasi dalam menyasar sasaran yang sama. Konvergensi ini penting untuk memastikan berbagai program terintegrasi mulai dari saat perencanaan sampai pada saat implementasi di lapangan sehingga dapat dipastikan diterima oleh masyarakat yang berhak.

Dia meminta agar gubernur dan seluruh bupati di wilayah prioritas Papua Barat bekerja keras memastikan agar seluruh rumah tangga miskin ekstrem di wilayah masing-masing mendapatkan seluruh program, baik program untuk pengurangan beban pengeluaran masyarakat maupun program pemberdayaan masyarakat. Gubernur dan para Bupati diminta memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang terkait dengan karakteristik masyarakat di wilayah masing-masing.

Secara khusus Wapres mengatakan, sisa 3 bulan tahun 2021 akan disiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai khusus untuk rumah tangga miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di Papua Barat dengan menggunakan data yang sekarang tersedia. ‘’Untuk program khusus 2021 ini, kita akan menggunakan program yang ada yaitu Program Sembako dan BLT-Desa untuk memberikan dukungan tambahan bagi kelompok miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas ini,’’ tandasnya.(lm)

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Previous Post

Juru Sita Eksekusi Dua Bangunan

Next Post

Komitmen Percepat Pembangunan Papua-Papua Barat

Related Posts

Dilarang Ambil Kayu Langsung dari Masyarakat !
Berita Utama

Dilarang Ambil Kayu Langsung dari Masyarakat !

4 Desember 2025
55
Dua Bupati jadi Calon Ketua, Gazam Optimis Kembali Pimpin PKB Papua Barat Daya
Berita Utama

Dua Bupati jadi Calon Ketua, Gazam Optimis Kembali Pimpin PKB Papua Barat Daya

3 Desember 2025
29
Dinas LHKP PBD Dorong OAP Punya Sertifikat Tanah
Berita Utama

Dinas LHKP PBD Dorong OAP Punya Sertifikat Tanah

2 Desember 2025
53
Berita Utama

28 November 2025
12
Wali Kota Sorong Lantik 13 Pejabat Eselon II
Berita Utama

Wali Kota Sorong Lantik 13 Pejabat Eselon II

25 November 2025
139
Tahun Ajaran 2026, Sekolah Kejuruan Kehutanan Dibuka di Sorong, Gratis !!!
Berita Utama

Tahun Ajaran 2026, Sekolah Kejuruan Kehutanan Dibuka di Sorong, Gratis !!!

22 November 2025
26
Next Post
Komitmen Percepat Pembangunan Papua-Papua Barat

Komitmen Percepat Pembangunan Papua-Papua Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Dilarang Ambil Kayu Langsung dari Masyarakat !

Dilarang Ambil Kayu Langsung dari Masyarakat !

4 Desember 2025
Hari Ketiga Pelatihan Dinsos PPPA PBD, Pengrajin Lokal Membuat Lampu Hias Dari Kerang

Hari Ketiga Pelatihan Dinsos PPPA PBD, Pengrajin Lokal Membuat Lampu Hias Dari Kerang

4 Desember 2025
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!