• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Jumat, 11 September 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Tolak Pemaksaan Vaksin di Tanah Papua

by admin
20 Desember 2021
in Berita Utama
0
Tolak Pemaksaan Vaksin di Tanah Papua

Mananwir Paul Finsen Mayor

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua DAP : Apakah aturan ini tidak melanggar HAM?

AIMAS – Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay dengan tegas menolak pemaksaan vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua DAP Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor kepada Radar Sorong, Minggu (19/12).

 Pernyataan tersebut diungkapkan Paul setelah melihat dinamika akibat vaksinasi belakangan ini. Menurutnya, pemaksaan vaksin bagi masyarakat di Tanah Papua sangat berbahaya dan dapat melahirkan masalah baru. “Pemerintah pusat mengimbau kepada Pemda dan serta aparat TNI-Polri untuk mempercepat proses vaksinasi membuat masyarakat adat Papua tertekan,” ungkap Paul.

Berita Terkait

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

11 September 2026
8
Provinsi yang Pertama Tiba di Kota Semarang, Kafilah Papua Barat Daya Disambut Welcome Drink dan Syal Batik

Provinsi yang Pertama Tiba di Kota Semarang, Kafilah Papua Barat Daya Disambut Welcome Drink dan Syal Batik

10 September 2026
160
Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya

Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya

6 September 2026
96

 Giat razia vaksin yang dilakukan aparat di sejumlah titik juga dinilai salah dan tanpa memiliki dasar hukum. Meski tanpa ada ucapan yang mengharuskan masyarakat untuk bervaksin, namun cara yang diterapkan tersebut dianggap telah memiliki unsur pemaksaan.

“Razia vaksin dimana-mana, padahal masyarakat hanya beraktivitas di dalam kota, bukan mau bepergian ke luar daerah yang harus punya sertifikat vaksin. Itu tidak boleh, ada unsur pemaksaan kehendak di situ. Intinya apa dasar hukumnya? Bukannya itu sudah masuk unsur pemaksaan?,” serunya.

Paul juga mengkritik pemerintah atas keputusan pembayaran TPP yang mempersyaratkan ASN-nya telah divaksin. Bagi Paul, aturan-aturan tersebut telah melanggar HAM. “Masyarakat Papua yang merupakan ASN diwajibkan vaksin, kalau tidak berimbas pada pembayaran tunjangan kerja dan sejenisnya. Tersirat unsur paksaan itu. Apakah aturan ini tidak melanggar HAM?,” tanya Paul keheranan.

 Paul menyarankan, Pemerintah harus paham kondisi masyarakat Papua yang rentan dan cepat merespon segala sesuatu dengan tindakan. Sehingga segala keputusan yang menjadi langkah bijak pemerintah perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat adat Papua. Menurut Paul, seharusnya pemerintah pusat lebih giat melakukan vaksinasi di daerah Jawa yg jumlah penduduknya ratusan juta jiwa.

“Ini jadinya aneh karena jumlah penduduk kita sudah sedikit dan dampak penularannya pun terendah di Indonesia. Tapi, terkesan dipaksakan, diintimidasi, tidak bisa ini itu. Jika mau dipaksakan, saya rasa lebih relevan di Jawa sana. Mengapa harus dipaksakan di Tanah Papua yang penduduknya di bawah 5 juta jiwa,” tandasnya.

 Satu hal yang membuatnya semakin bingung, ketika aparat menyisir perkampungan untuk menjemput warga guna mengikuti vaksinasi. Bahkan warga yang belum vaksin dicari-cari.  Menurutnya, hal tersebut sangat tidak logis. Pasalnya masyarakat Papua yang hidup di kampung bisa dibilang sangat jarang turun ke kota. Sehingga potensi penularannya pun sangat kecil.

 Atas tindakan tersebut, tegas Paul, pihaknya tak akan tinggal diam. Ia mengecam, jika sampai ada masyarakat adat yang menjadi korban akibat vaksin, maka DAP Wilayah III Doberay Papua Barat bakal beraksi.

“Intinya tidak boleh ada pemaksaan Vaksin itu pelanggaran HAM. Atas nama Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat kami menolak pemaksaan Vaksin. Apabila masyarakat kami jadi korban akibat vaksinasi kami akan ambil langkah hukum dan juga akan turun ke jalan,” kecamnya. (ayu)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Gempabumi Susulan masih Terus Terjadi

Next Post

Hadirkan Ustadz Das’ad Latif, Ribuan Jemaah “Tumpah” di Masjid Al Akbar

Related Posts

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur
Berita Utama

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

11 September 2026
8
Provinsi yang Pertama Tiba di Kota Semarang, Kafilah Papua Barat Daya Disambut Welcome Drink dan Syal Batik
Berita Utama

Provinsi yang Pertama Tiba di Kota Semarang, Kafilah Papua Barat Daya Disambut Welcome Drink dan Syal Batik

10 September 2026
160
Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya
Berita Utama

Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya

6 September 2026
96
Sukseskan PAPEDA Summit 2026, Papua Pegunungan Tampilkan UMKM Binaan Sekolah Adat
Berita Utama

Sukseskan PAPEDA Summit 2026, Papua Pegunungan Tampilkan UMKM Binaan Sekolah Adat

4 September 2026
28
1.030 Peserta Ikuti PAPEDA Summit 2026, Menko Pangan : Papua harus Diberikan Kepercayaan
Berita Utama

1.030 Peserta Ikuti PAPEDA Summit 2026, Menko Pangan : Papua harus Diberikan Kepercayaan

2 September 2026
64
LJ Klaim Jadi Korban Politik Usai Tolak Fakfak-Kaimana Masuk Papua Barat Daya
Berita Utama

LJ Klaim Jadi Korban Politik Usai Tolak Fakfak-Kaimana Masuk Papua Barat Daya

29 Agustus 2026
648
Next Post
Hadirkan Ustadz Das’ad Latif, Ribuan Jemaah “Tumpah” di Masjid Al Akbar

Hadirkan Ustadz Das’ad Latif, Ribuan Jemaah “Tumpah” di Masjid Al Akbar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

11 September 2026

kakdbfbs

10 September 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!