SORONG – Tim Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 yang terdiri dari BPH Migas, Dewan Energi Nasional, serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik vital energi di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (27/3).

Sidak dilakukan dengan menyasar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) DEO Sorong. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan ketersediaan, kualitas, serta kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan Avtur selama periode arus mudik dan balik Idul Fitri 2026.
Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, menegaskan bahwa kehadiran tim di Sorong merupakan bagian dari monitoring nasional untuk menjamin keamanan pasokan energi, khususnya di wilayah timur Indonesia.Bambang menyampaikan bahwa hasil pengecekan di DPPU DEO Sorong menunjukkan kondisi stok dalam keadaan sangat baik, bahkan melebihi target yang ditetapkan.
“Stok Avtur di DPPU DEO Sorong mencapai sekitar 17 hari, ini sudah di atas ketentuan. Kami juga telah melakukan pengecekan ke beberapa SPBU dan memastikan bahwa stok BBM, khususnya solar bersubsidi dan Pertalite dalam kondisi aman,” ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan, Bambang mengatakan bahwa tim juga melakukan uji kualitas BBM untuk menjamin produk yang diterima masyarakat sesuai standar pemerintah. Hasilnya, kualitas BBM dinyatakan memenuhi ketentuan.
Secara nasional, Bambang mengatakan bahwa ketahanan stok BBM berada di kisaran 21 hari. Meski terdapat variasi antarproduk, secara umum kondisi pasokan dinilai aman, termasuk di wilayah Papua.Bambang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Selama masa Satgas RAFI 2026, stok BBM dipastikan aman dan terkendali. Kami minta masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak melakukan panic buying,” tegasnya.
Dalam pengawasan distribusi, Bambang menambahkan bahwa BPH Migas tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan Pertamina, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah guna mencegah potensi penyimpangan, khususnya pada BBM subsidi seperti solar dan Pertalite.

Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional, Jhony Jonatan Numberi, menekankan bahwa kehadiran Satgas RAFI merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan energi bagi masyarakat.
“Hasil peninjauan kami di Papua Barat Daya hari ini menunjukkan kondisi yang aman. Ini penting untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik selama Ramadhan dan Idul Fitri,” katanya.
Jhony juga mendorong sinergi lintas sektor, baik kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk mendukung Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM sesuai kebijakan nasional.
Selain itu, Jhony menyoroti progres transisi energi di wilayah timur Indonesia. Menurutnya, penggunaan biosolar di Papua Barat Daya menjadi indikator positif dalam peralihan menuju Energi Baru Terbarukan (EBT).Di sisi lain, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, menyampaikan bahwa sidak ini menjadi bukti pengawasan negara berjalan efektif hingga ke wilayah timur Indonesia.
“Hasil pengecekan menunjukkan stok, penyaluran, hingga infrastruktur dalam kondisi siap dan siaga. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga layanan energi kepada masyarakat,” katanya didampingi Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani, dan Sales Branch Manager Papua Barat I, Yunus Muharrahman, serta Sales Area Manager Papua Barat PT Pertamina Patra Niaga, Arif Rohman Khakim.
Awan, juga mengatakan bahwa kondisi distribusi BBM di Sorong kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Antrean panjang kendaraan, khususnya truk pengangkut, sudah mulai terurai berkat pengawasan intensif dan penindakan terhadap praktik penyaluran yang tidak sesuai.
Dikatakan Awan bahwa Pertamina bersama kepolisian dan dinas perhubungan secara rutin melakukan pengawasan langsung ke SPBU maupun kendaraan yang mengantre. Hasilnya, distribusi menjadi lebih tertib dan tepat sasaran.
Untuk komoditas minyak tanah, Awan memastikan stok berada di atas 15 hari. Mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina juga melakukan penambahan pasokan (extra dropping) di sejumlah titik bekerja sama dengan pemerintah daerah.Awan juga menambahkan bahwa sistem stok BBM bersifat dinamis, di mana pasokan akan terus diperbarui sebelum habis, sehingga ketersediaan tetap terjaga.

Dengan hasil sidak tersebut, Awan mengatakan bahwa Satgas RAFI memastikan bahwa pasokan BBM dan Avtur di Kota Sorong dalam kondisi aman, distribusi berjalan lancar, serta kualitas terjamin, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi.
Kemudian, salah satu Driver Truk, usai mengisi BBM Bio Solar di SPBU Sorpus mengaku bahwa ketika melakukan pengisian BBM lancar tanpa antrian.”Tadi saya tidak perlu antri. Lancar saja waktu isi Solar,” katanya.(zia)















