Dikerjakan 11 Bulan, Mampu Menampung 8.400 Penonton
SORONG – Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM didampingi Wakil Wali Kota, dr.Hj.Pahimah Iskandar, Ketua DPRD, Petronela Kambuaya, Wakil Ketua ll DPRD Elisabeth Nauw dan perwakilan tokoh agama serta Forkopimda menekan tombol sirine, selanjutnya melakukan seremoni tendangan bola pertama (Kick Off) tanda diresmikannya Lapangan Sepak Bola Kota Sorong, Senin (15/8).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Fanik Tehupeiory,S.Sos,MH kepada wartawan menerangkan, luas lapangan sepakbola di stadion Sepakbola Kota Sorong ini memiliki lebar 65 meter dan panjang 110 meter. Stadion dapat menampung 8.400 penonton. ”Stadion berstandar internasional ini menggunakan tribun tertutup dengan nama Stadion Sepak Bola Kota Sorong. Dengan jumlah biaya pembangunan sampai dengan pada tahap IV sebesar Rp66.369.284.000, yang bersumber dari APBD Kota Sorong,” terangnya.
Pembangunan Stadion Sepakbola Kota Sorong dimulai pada bulan September 2021 sampai dengan pertengahan Agustus 2022, dibagi empat tahapan pelaksanaan, dan akan dikerjakan terus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. ”Berdasarkan hasil pelelangan secara online, pelaksana pembangunan yang berkontrak dengan pemerintah Kota Sorong adalah PT. Andhika Surya Eramitra dan Pengawas adalah CV. APIK KARYA,” ungkapnya.
Seperti diketahui bahwa ada beberapa atlet sepak bola nasional dari Kota Sorong yang terbentuk di lapangan ini, yang sebelumnya lapangan Hocky. ”Waktu itu tidak seperti keadaan sekarang ini. Sehingga melihat kondisi dari lapangan saat itu, maka bapak Wali Kota Sorong Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM sangat serius untuk membangun lapangan sepak bola yang layak dan sangat representatif. Sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Sorong yaitu terwujudnya Kota Sorong sebagai kota termaju di Tanah Papua,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengatakan bahwa Untuk membangun stadion ini dilihat sangat sulit, tapi telah dibangun belum sampai 1 tahun atau hanya 11 bulan, sudah selesai. ”Terima kasih atas keberhasilan kontraktor beserta dengan stafnya yang bekerja dengan baik akhirnya menghadirkan stadion yang bagus ini di tengah-tengah Kota Sorong. Bapak dan ibu sekalian, saya secara pribadi dan Ibu Wakil tinggal sesaat lagi Kami mengakhiri masa jabatan. Sebagai wali kota kami berdua berdiri disini karena rakyat, tanggal 22 kembalikan Garuda karena undang-undang. Terima kasih masyarakat Kota Sorong yang memberikan dukungan dan restu kepada kami berdua,” ungkap wali kota. ”Akhirnya ide yang dituangkan yang diperjuangkan, meski sekalipun ada nada sumbang diluar sana tapi kami tetap tegar melihat kebutuhan masyarakat, kebutuhan anak-anak muda kedepannya kelak menjadi yang terbaik,” sambungnya.
Menurutnya, dahulu lapangan ini jika hujan turun maka akan dalam kondisi becek, ada genangan air tapi anak-anak Kota Sorong keluar sebagai pemain andalan di negara ini, seperti Boas Salossa dan Ricky Kambuaya. ”Mereka dulu bermain bola di lapangan yang pecek tapi bisa menjadi sebagai pemain nasional, apalagi hari ini memiliki stadion yang sangat luar biasa. Saya sangat yakin anak-anak Sorong Raya, anak-anak Papua Barat pasti ada yang sebagai pemain-pemain andalan di Tanah ini menjadi Boas muda dan Ricky muda,” ujarnya.
Di Papua lanjut Lambert Jitmau, pemain atau olahragawan bukan dibentuk karena lapangan tapi dibentuk secara alamiah, sehingga anak-anak Papua selalu di event apapun namanya tetap tampil menjadi yang terbaik. ”Terima kasih masyarakat Kota Sorong, para pendeta, para ustadz yang memberikan dukungan sehingga di penghujung waktu kami mengakhiri jabatan berusaha membuat sesuatu menjadi kenangan indah di Tanah ini.
Sebagai pejabat bisa dikenang, bisa juga dilupakan, dikenang apabila tinggalkan kenangan indah seperti stadion sepak bola Kota Sorong. ”Saya pasti tutup mata tapi stadion ini tidak mungkin akan tutup mata. Tetapi anak-anak, cucu-cucu kita tetap mengenang kenangan indah yang ditinggalkan,” pungkasnya.
Ia menambahkan Untuk pengawasan pembangunan Stadion Sepakbola Kota Sorong diawasi oleh Kajari Sorong, Ketua Pengadilan dan Kapolresta Sorong. ”Terima kasih pak Kajari, pak ketua pengadilan dan pak kapolres. Saya harus melakukan pengawalan,” ujarnya. Wali kota akan berencana untuk menyerahkan Penanggung Jawab Stadion Sepakbola Kota Sorong pada pihak ketiga. ”Akan saya hibahkan ke pihak ketiga. Karena kalau Pemerintah daerah nanti repot. Yang saya khawatirkan jangan sampai stadion ini terlantar. Kemudian untuk harganya akan saya kawal, jangan menyulitkan masyarakat,” pungkasnya.
Pantauan Radar Sorong, sebelum peresmian, Wali Kota Sorong Drs.Ec.Lambert,Jitmau,MM melakukan Penandatanganan prasasti Stadion Sepakbola Kota Sorong. Kemudian dilanjutkan dengan Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM didampingi Wali Kota Sorong, dr.Hj.Pahimah Iskandar bersama Ketua DPR Kota Sorong, Petronela Kambuaya yang juga didampingi Wakil Ketua ll DPRD Kota Sorong Elisabeth Nauw dan perwakilan tokoh agama serta Forkopimda menekan tombol sirine dan melakukan Kick Off sebagai tanda diresmikannya Lapangan Sepak Bola Kota Sorong. Usai peresmian, para pimpinan OPD, forkopimda dan anggota DPR Kota Sorong serta perwakilan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tamu undangan lainnya melakukan foto bersama kemudian selfie dengan handphone masing-masing di lapangan sepakbola tersebut. (zia)















