Klasis Malamoi Terbentuk, Jabatan Bendahara Masih Kosong
AIMAS – Klasis Malamoi akhirnya ditetapkan sebagai klasis definitif yang mandiri. Terbentuknya Klasis Malamoi sendiri merupakan hasil dari keputusan sidang Sinode ke-18 di Waropen, yang menetapkan 15 bakal Klasis akan berubah menjadi Klasis definitif. Dimana salah satu diantaranya adalah Klasis Malamoi.
Setelah penetapan hasil keputusan tersebut, Klasis Malamoi akhirnya melaksanakan sidang Klasis pertama. Dimana dalam persidangan tersebut dibahas mengenai program serta pemenuhan badan pekerja Klasis.
Ketua BP AM Sinode Wilayah 7, Pnt. Nimrod Sesa, SE mengaku bersyukur atas terlaksananya sidang pertama Klasis Malamoi sebagai Klasis yang definitif. Apalagi begitu banyak dinamika yang terjadi selama beberapa hari proses persidangan.
“Dinamika adalah hal biasa. Tapi saya bersyukur dengan berbagai dinamika yang terjadi akhirnya sidang pertama Klasis Malamoi sebagai Klasis mandiri, dapat berjalan sukses. Padahal sidang Klasis ini hampir setara dengan sidang Sinode, bahkan jumlah pesertanya jauh lebih banyak dibanding sidang Sinode,” ungkap Nimrod Sesa.
Bagi Nimrod Sesa, yang terpenting adalah bagaimana hasilnya harus baik dan dapat diterima oleh seluruh peserta. Sebab ia percaya, bahwa kepemimpinan yang dibentuk melalui proses yang baik akan melahirkan pemimpin yang baik.
“Saya percaya badan pekerja akan lebih baik. Bukan berarti yang lalu tidak baik, namun yang sekarang tentu diharapkan akan menjadikan Klasis Malamoi hauh lebih baik lagi,” kata Nimrod.
Dikatakan Nimrod, setelah masa sudang harusnya ada 12 orang badan pekerja Klasis Malamoi yang dilantik. Terdiri dari badan pekerja harian lima orang, Anggota enam orang, ketua badan pengawas perbendaharaan gereja (setara inspektorat dalam pemerintahan). Namun saat ini, baru 11 posisi yang terisi.
Saat ini Klasis Malamoi diketuai oleh Pendeta Demianus Osok, S.Th. Wakil ketua oleh Pendeta Leonard Mainolo, S.IP. Sekretaris oleh Pendeta Agnes T. Kippuw, S.Th, M.Mis dan wakil sekretaris Pendeta Dr. Salmon Samori, M.Si. Sementara posisi bendahara saat ini masih kosong.
“Posisi bendahara masih kosong, kami masih mencari sosok yang tepat untuk mengisi jabatan ini. Nantinya beberapa orang calon bendahara akan diusulkan oleh badan pekerja AM Sinode. Kita berharap, siapapun yang terpilih, dia adalah titipan Tuhan yang mampu mengemban tanggung jawabnya,” harap Nimrod.
Terbentuknya Klasis Malamoi, lanjut Nimrod, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan iman para jemaatnya melalui pelayanan yang lebih maksimal. Sebab tujuan pemekaran pada dasarnya adalah untuk memperpendek rentang kendali pelayanan. Dimana sebelum ditetapkan sebagai Klasis definitif, Klasis Malamoi pekerja dibawah koordinir Klasis Sorong.
“Jika selama ini pelayanan secara terpusat harus dikoordinir oleh Klasis Sorong maka saat ini Klasis Malamoi sudah bisa mandiri. Hal tersebut juga berbanding lurus dengan tanggung jawab Klasis Malamoi untuk jemaatnya nanti,” lanjut Nimrod.
Senada dengan penuturan Ketua BP AM Sinode Wilatah 7, Ketua Panitia Sidang Klasis pertama GKI Klasis Malamoi, Dr. Johny Kamuru, SH, M.Si juga mengutarakan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan sidang Klasis pertama GKI Klasis Malamoi.
Apalagi, kata Johny Kamuru yang juga adalah Bupati Sorong, sidang Klasis Malamoi ini merupakan sidang Klasis pertama GKI di Tanah Papua.
“Saya bersyukur karena saya dipercayakan sebagai Ketua Panitia untuk menjalankan tugas mulia ini. Semua ini bukan karena saya, namun karena penyertaan Tuhan. Sehingga saya persembahkan ini semua untuk kemuliaan nama Tuhan,” ujar Johny Kamuru.
Gambaran kesuksesan sidang Klasis pertama GKI Malamoi ini diharapkan dapat memberikan berkat bagi Klasis-Klasis lain GKI di tanah Papua. Klasis Malamoi diharapkan menjadi perantara tangan Tuhan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Malamoi khususnya yang beragama nasrani.
Klasis Malamoi juga diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung jalannya program pemerintah.
“Selama ini pemerintah menjalin relasi baik dengan Klasis dalam berbagai hal, tidak hanya pelayanan keagamaan tapi juga dalam berbagai hal. Jadi saya kira Klasis Malamoi ke depan akan tetap dan terus menjadi mitra pemerintah dalam merealisasikan berbagai program kerja,” tandas bupati. (ayu)














