SORONG – Oknum tenaga kesehatan (Nakes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berinisial EK melaporkan rekan setimnya berinisial ADW ke Polresta Sorong Kota atas dugaan penyebaran rekaman video saat EK sedang mandi. Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto menjelaskan rekaman video itu diposting di media sosial twitter dengan akun atas nama NNNN. Video itu diduga mirip dengan korban EK. “Jadi, teman dari EK inisial yakni B ini menscreenshoot video dari akun twitter itu. Kemudian hasilnya dikonfirmasi ke EK dan dari situlah EK mengetahui mengapa video itu muncul lagi,” jelasnya kepada awak media, Senin (28/8).
Berdasarkan keterangan EK, rekaman video itu terjadi pada September 2022, dimana mereka sedang berada di mess Nakes. Akan tetapi masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh EK dan ADW. Bahkan yang bersangkutan sudah meminta maaf. “Menurut EK persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan sebelumnya dan si terduga pelaku ini sudah meminta maaf namun kemudian ternyata terupload di akun itu. Itu EK sendiri tahu video itu tersebar dari temannya,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, tambah Kapolresta, EK mengadukan kejadian tersebut ke Polresta Sorong Kota. Saat ini, sambung Happy, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan telah memeriksa 3 orang saksi. Direncanakan saksi ahli pun akan dimintai keterangan. “Sudah kami periksa 3 saksi, kami juga akan meminta keterangan saksi ahli karena ini menyangkut UU ITE karena mengupload ke media sosial sebab kami membutuhkan keterangan ahli. Tentunya kita membutuhkan waktu karena akan melakukan penyelidikan. Kami akan menjemput bola untuk menindaklanjuti laporan itu, saat ini yang bersangkutan masih diperiksa,” tambahnya.
Dikatakan Happy, pihaknya juga akan memanggil terduga tersangka yang kini berada di luar Papua. Sebab, terduga tersangka tidak berdomisili di Papua. “Tentunya kami akan panggil siapapun yang terlibat dalam masalah ini karena informasinya masih di luar kota karena memang domisilinya bukan di Papua, sebab korban dan pelaku ini di sini hanya sementara karena melakukan kegiatan seperti bakti sosial,” ungkapnya.
Kapolresta juga membantah pernyataan bahwa Polresta Sorong Kota kurang merespon kejadian tersebut. Menurut Happy pihaknya sudah sangat respon dan profesional dalam bekerja. “Kami sudah sangat respon dan profesional. Kejadian ini terjadi 1 tahun lalu (2022) dan pada saat itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak tanpa melibatkan polri,”pungkasnya. (rin)















