SORONG – PT Bank Pembangunan Daerah Papua menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 6 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah merk Viar serta 2.100 bibit pohon kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya.
Penyerahan bantuan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus sebagai wujud kepedulian Bank Papua terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Papua Barat Daya. Kegiatan digelar di salah satu hotel di Kota Sorong, Jumat (7/8).
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Papua, Yuliana Yembise menyerahkan secara simbolis kepada Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Papua, Yuliana Yembise, menegaskan komitmen perbankan daerah dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup di wilayah Tanah Papua. “Kami menyampaikan bahwa pada kesempatan yang berbahagia ini Bank Papua juga akan menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya. Bantuan tersebut berupa 6 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah merk Viar serta 2.100 bibit pohon mahoni dan ketapang kencana. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menjadi wujud kepedulian Bank Papua terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Yuliana Yembise.
Kemudian Perwakilan Divisi Sekretaris Perusahaan PT Bank Papua, Mateus Mual, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud nyata komitmen perbankan daerah dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup dan merespons permintaan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Matheus Mual menjelaskan bahwa 6 unit motor roda tiga pengangkut sampah tersebut diserahkan agar dapat dipergunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk mendukung operasional pengangkutan dan pengolahan sampah. Selain kendaraan pengangkut sampah, Bank Papua juga telah menyerahkan 2.100 bibit pohon mahoni secara simbolis pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni lalu. “Kami berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata serta membantu pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup di Provinsi Papua Barat Daya,” katanya.

Menanggapi penyerahan bantuan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen PT Bank Papua atas kepedulian dan kontribusi aktifnya.
Julian Kelly Kambu mengungkapkan bahwa langkah yang diambil Bank Papua hendaknya menjadi contoh dan memotivasi perusahaan-perusahaan serta lembaga perbankan lainnya di Provinsi Papua Barat Daya. Menurutnya, dunia usaha tidak boleh hanya berfokus pada investasi dan mengejar keuntungan ekonomi semata, tetapi juga wajib memperhatikan aspek ekologi dan lingkungan hidup.”Pertumbuhan ekonomi tanpa disertai perhatian terhadap ekologi akan memicu berbagai bencana alam, terlebih kondisi bumi saat ini sudah semakin memanas,” katanya.
Terkait dengan bantuan bibit pohon, Julian Kelly Kambu menyampaikan bahwa penanaman pohon ini sejalan dengan instruksi Menteri Lingkungan Hidup untuk menggalakkan gerakan menanam 2 miliar pohon di seluruh Indonesia. Pihak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya telah memproyeksikan penanaman bibit pohon, termasuk mahoni, ketapang kencana, trembesi, hingga pucuk merah di sepanjang median jalan kontainer menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna memperluas ruang terbuka hijau.
Mengenai pendistribusian 6 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah, Julian Kelly Kambu merincikan bahwa unit tersebut akan dibagikan dengan perincian 1 unit untuk Kabupaten Raja Ampat, 2 unit untuk Kabupaten Sorong, dan 4 unit untuk Kota Sorong. “Bantuan kendaraan tersebut diperuntukkan bagi kelompok-kelompok masyarakat yang terbukti aktif dan fokus dalam mengelola serta memilah sampah di tingkat RT. Pihaknya bertekad melakukan pengawasan secara ketat agar kendaraan pengangkut sampah tersebut dimanfaatkan secara maksimal dan tidak disalahgunakan,” katanya.
Lebih lanjut, Julian Kelly Kambu mengimbau pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota untuk turut mengalokasikan anggaran APBD guna pengadaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. “Langkah ini selaras dengan arahan Presiden dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri mengenai Gerakan ASRI yang menempatkan pengolahan sampah sebagai salah satu prioritas nasional, sekaligus menjadi indikator penilaian kinerja kepemimpinan kepala daerah,” katanya.(zia)















