• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Kamis, 24 September 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Ramuan ‘Ajaib’ Biosaka, Petani Lebih Efisien

by admin
6 Juni 2023
in Berita Utama, Lintas Papua, Nusantara, Sorong Raya
0
Ramuan ‘Ajaib’ Biosaka, Petani Lebih Efisien

Praktek langsung pembuatan ramuan biosaka bersama masyarakat Kelompok Tani Malamay Mandiri. (Ayu/Radar Sorong)

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bisa Diproduksi Sendiri, Ramah Lingkungan, Tidak Lagi Mengandalkan Pupuk Kimia

AIMAS – Guna mengatasi permasalahan kelangkaan pupuk, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Papua Barat mengajak masyarakat membuat ramuan elisitor biosaka nuswantara. Biosaka merupakan ramuan ajaib yang dibuat menggunakan rumput-rumputan/tanaman dengan minimal 5 jenis tanaman. Tanaman yang digunakan lebih banyak memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar areal sawah/ladang. Tidak jarang, tanaman yang digunakan tersebut biasanya oleh sebagian besar petani dianggap sebagai gulma yang harus dibersihkan/tidak bermanfaat.

Cara pembuatannya juga sangat mudah, dengan meremas segenggam rerumputan berbagai jenis dalam 2-5 liter air. Rumput diremas pelan memutar ke kiri dan diselingi dengan adukan. Peremasan dilakukan sekitar 15-20 menit, hingga larutan air berwarna coklat gelap homogen dan sedikit berbusa, menandakan bajwa ramuan tersebut siap untuk digunakan.

Berita Terkait

Sinergi Amankan Obvitnas, PLN UP3 dan Polres Fakfak Perkuat Kolaborasi Strategis

Sinergi Amankan Obvitnas, PLN UP3 dan Polres Fakfak Perkuat Kolaborasi Strategis

23 September 2026
3
Sinergi PLN dan DEN: Perkuat Ketahanan Energi dan Keandalan Listrik di Tanah Papua

Sinergi PLN dan DEN: Perkuat Ketahanan Energi dan Keandalan Listrik di Tanah Papua

22 September 2026
6
MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

20 September 2026
61

Kepala Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Sorong, Sutardi mengatakan, meski hanya ramuan sederhana namun manfaat inovasi elisitor biosaka nuswantara sangat ajaib. Pertama, efektifitas kinerja yang baik. Reaksi biosaka dapat dilihat dalam waktu 24 jam setelah aplikasi. Kedua, dapat digunakan pada seluruh fase tanaman, mulai dari benih hingga panen, Ketiga, proses produksinya pun sangat cepat karena tidak menggunakan metode pemanggangan yang biasanya memakan waktu paling cepat 1 minggu.

Keempat, cara penggunaannya mudah dan penggunaan dosis yang sangat sedikit. Kelima, dapat diterapkan pada semua komoditas, termasuk tanaman perkebunan. Keenam, dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50-70 persen, sehingga sangat mengirit biaya produksi. Ketujuh, bahan baku Biosaka juga tersedia setiap saat di lingkungan petani, dimanapun dan kapanpun. “Biosaka bukan barang pabrikan, bukan merk, bukan pupuk, bukan pestisida, tidak diperjualbelikan. Biosaka merupakan elisitor yang betul-betul dibuat sendiri oleh petani, dan gratis karena pembuatannya hanya mengandalkan bahan alami,” ujar Sutardi.

Ia menyebutkan, beberapa petani di Kampung Malamay ini juga sudah pernah melakukan uji coba pengaplikasian elisitor biosaka terhadap tanamannya. Ternyata hasilnya sangat mengherankan. Karena elisitor ini adalah molekul signal yang memacu terbentuknya molekul sekunder di dalam struktur sel tumbuhan. “Bahasa sederhananya tanaman itu dibuat menjadi cerdas. Karena ternyata tanaman budidaya selama ini tidak cerdas sebab pertumbuhannya selalu dipacu oleh pupuk yang sintetis. Sehingga mereka tidak bisa mengelola ekosistemnya sendiri. Nah melalui elisitor biosaka ini maka kecerdasan sel tanaman akan terbentuk. Di mana setelah itu tanaman akan lebih peka untuk mengelola unsur hara yang selama ini tidak pernah dimanfaatkan oleh tumbuhan tersebut,” beber Sutardi.

Sementara itu, Kepala BPTPH Provinsi Papua Barat, Teguh Santoso, S.Hut berharap kegiatan seperti ini akan terus dideraskan, dipraktikkan dan diuji cobakan oleh masyarakat petani. Disebutkan Teguh, ketika nanti seluruh kepengurusan administrasi dari Papua Barat sudah beralih ke Papua Barat Daya maka kegiatan-kegiatan positif yang digagas oleh BPTH Papua Barat tidak berhenti.

Apalagi Inovasi Biosaka ini sangat menolong para petani untuk menekan cost/ biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani untuk membeli pupuk. Selain menekan biaya produksi dampak positif lainnya adalah kelestarian lingkungan yang akan tetap terjaga dan tidak diracuni oleh pupuk kimia. “Tentu saja gratis, petani bisa bikin sendiri dengan bahan-bahan alami yang sudah tersedia di alam. Supaya petani tidak ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia dan tidak resah ketika terjadi kelangkaan pupuk,” kata Teguh.

Plt. Kadis Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan PBD, Absalom Solossa, S.Pi, MM menyambut baik kegiatan yang digagas oleh BPTPH Papua Barat. Kadis kerasa terkesan sebab, kegiatan ini merupakan pertama kali baginya. Dimana Kadis juga turut mempraktikkan langsung pembuatan ramuan ajaib tersebut bersama masyarakat kelompok tani.

Setelah mengetahui khasiat dari ramuan ajaib tersebut, Kadis berkomitmen bahwa pihaknya akan terus mendukung dan mendorong program tersebut. Kadis juga meminta agar ilmu tersebut bisa ditularkan kepada masyarakat petani lainnya guna meningkatkan hasil produksi pertanian mereka. “Bentuk dukungan kami dari pemerintah provinsi mudah-mudahan ke depannya kami bisa memfasilitasi petani dengan pemenuhan sarana prasarana pertanian dalam rangka meningkatkan hasil produksi para petani. Dengan harapan tentunya ini juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Selain membantu dalam hal peningkatan sarana prasarana, lanjut Absalom, Pihaknya juga siap berupaya memberikan dukungan dana kepada kelompok-kelimpok tani yang ada. Dimana dana tersebut akan diusulkan dalam APBD induk maupun APBD perubahan. (ayu)

Tags: BiosakaDistrik SalawatiKabupaten SorongKelompok Tani Kabupaten SorongPapua Barat DayaPertanian Kabupaten SorongRamuan Biosaka
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diduga Ilegal, 6 Truk Kayu Merbau Diamankan

Next Post

Liput Kebakaran , Sekretaris PWI Papua Barat Dikeroyok

Related Posts

Sinergi Amankan Obvitnas, PLN UP3 dan Polres Fakfak Perkuat Kolaborasi Strategis
Lintas Papua

Sinergi Amankan Obvitnas, PLN UP3 dan Polres Fakfak Perkuat Kolaborasi Strategis

23 September 2026
3
Sinergi PLN dan DEN: Perkuat Ketahanan Energi dan Keandalan Listrik di Tanah Papua
Lintas Papua

Sinergi PLN dan DEN: Perkuat Ketahanan Energi dan Keandalan Listrik di Tanah Papua

22 September 2026
6
MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II
Berita Utama

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

20 September 2026
61
4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI
Berita Utama

4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI

18 September 2026
130
MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga
Berita Utama

MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga

13 September 2026
30
Pawai Taaruf MTQ XXXI, Gubernur Papua Barat Daya Ikut Jalan Kaki dan Serahkan Mahkota Papua
Berita Utama

Pawai Taaruf MTQ XXXI, Gubernur Papua Barat Daya Ikut Jalan Kaki dan Serahkan Mahkota Papua

12 September 2026
83
Next Post
Liput Kebakaran , Sekretaris PWI Papua Barat Dikeroyok

Liput Kebakaran , Sekretaris PWI Papua Barat Dikeroyok

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Rapimprov KADIN PBD Bahas Investasi, Pariwisata, Hilirisasi hingga Penguatan UMKM

Rapimprov KADIN PBD Bahas Investasi, Pariwisata, Hilirisasi hingga Penguatan UMKM

24 September 2026
Terancam 15 Tahun Penjara, WS WNA China Jadi Tersangka Perburuan Penyu Sisik di Raja Ampat

Terancam 15 Tahun Penjara, WS WNA China Jadi Tersangka Perburuan Penyu Sisik di Raja Ampat

23 September 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!