Yusdi Lamatenggo : Jaga Kawasan Geopark Untuk Memuliakan Warisan Bumi, Mensejahterakan Masyarakat Setempat
WAISAI – General Manager Badan Pengelola Geopark Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo mengatakan, setelah masuk dalam kawasan geopark nasional, Kabupaten Raja Ampat yang merupakan wisata bahari saat ini tengah mempersiapkan diri untuk masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG) dengan menunjukan icon konservasi sebagai salah satu unsur penilaian. Semenjak 2017, Raja Ampat masuk dalam kawasan geopark nasional dengan mengangkat warisan geologi yang didalamnya terdapat unsur konservasi guna memberikan perlindungan dan penyelamatan alam di raja ampat agar semakin membaik.
Menurut Yusdi, segala persiapan seperti pameran gugusan pulau yang menjadi destinasi wisata, pendidikan dan kebudayaan, sudah disiapkan pemerintah untuk menyambut Unesco sebagai tim penilai. “Nah, di tahun 2022 ini Raja Ampat diberikan kesempatan untuk masuk dalam Unesco Global Geopark, dengan harapan kunjungan tim evaluasi Unesco dapat melihat sejumlah keanekaragaman di Raja Ampat, dan kawasan konservasi,” kata Yusdi Lamatenggo kepada wartawan di Waisai, baru-baru ini.
Dengan mengelola kawasan geopark secara baik, Raja Ampat akan semakin dipromosikan dan terkenal di mata dunia, sehingga dengan sendirinya akan mempengaruhi peningkatan ekonomi masyarakat setempat. “Semua itu sejalan dengan motto Geopark Dunia yaitu memuliakan warisan bumi, mensejahterakan masyarakat setempat,” jelasnya.
Dia menegaskan, Raja Ampat siap menyambut kedatangan dua orang tim evaluator dari Unesco Global Geopark yang rencananya berkunjung ke Raja Ampat pada tanggal 12 sampai dengan 16 Oktober mendatang. Kedua tim evaluator UGG tersebut yakni Mr. Charalampos Fassoulas dan Mr. Alireza Amrikazemi. “Kunjungan kedua tim evaluator di Raja Ampat bertujuan untuk melakukan penilaian Geopark Raja Ampat menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark,” ucapnya Yusdi.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat ini mengatakan, semua ini bukan hanya menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah semata, namun ini menjadi pekerjaan bersama teman-teman yang berada di lapangan baik itu di lokasi geosite Piaynemo, Wayag, Kabui, Arborek, maupun Warsambin. “Kita semua bersatu padu bekerja sama, terutama teman-teman yang di lapangan maupun yang berada disini (Waisai,red), agar mempersiapkan diri menyambut kunjungan tim evaluator dari UNESCO,” imbuhnya.
Ditambahkannya, dalam mempersiapkan itu semua, tentu pihaknya sangat membutuhkan dukungan media. “Kita ingin memperlihatkan kepada mereka (UNESCO) bahwa citra Raja Ampat lewat media luar biasa, bagaimana kita jaga alam, bagaimana kita menjaga keharmonisan antara alam dan masyarakat,” pungkasnya. (hjw)















