
SORONG – Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT. Pos Indonesia, Siti Choiriana mengatakan bahwa, PT. Pos Indonesia serentak melaksanakan pendistribusian beras bantuan pemerintah di beberapa lokasi.
“Tadi (kemarin) kita di Pulau Doom, di sana ada beberapa yang tersisa saja, sebelumnya sudah kita lakukan, jadi hari ini (kemarin) kita tuntaskan di Pulau Doom.
InsyaaAllah semuanya juga lokasi yang sama di beberapa area juga berjalan, jadi ada 10 lokasi dijalankan, di sini (Kantor Pos) juga sedang dilakukan pendistribusian bantuan pemerintah.
Tadi (kemarin) juga kita lepas beras untuk ASN Kabupaten Tambrauw,” ujar Siti Choiriana didampingi Executive Manager PT. Pos Indonesia Cabang Sorong, Denny Lumbantoruan di Kantor Pos Cabang Sorong, Sabtu (29/4).
Executive Manager PT Pos Indonesia Cabang Sorong, Denny Lumbantoruan menjelaskan bahwa, untuk wilayah kerja Sorong ada 54.207 orang, yang sudah tersalur 20.000 orang, yang belum tersalur 33.000 orang. Kenapa masih banyak yang belum tersalur? Karena masih ada beberapa wilayah yang membutuhkan untuk disalurkan sekaligus untuk 3 bulan, ada di Kabupaten Maybrat, Kabupaten Tambrauw.”Dan untuk yang sisanya sedang dilakukan penjadwalan dan direncanakan mulai dari hari ini, karena kemarin masih ada moment Lebaran, namun di moment Lebaran pun kami masih melakukan penyaluran diharapkan bisa lebih masif sehingga nanti target 31 Mei bisa selesai keseluruhan penyaluran bapang ini,” terangnya.
Siti Choiriana menjelaskan bahwa, beras di Papua itu ada 3 program. Pertama, program yang dilead oleh Badan Pangan Nasional, ini memang total secara program ada 21 juta KPM di seluruh Indonesia, PT. Pos punya kewajiban 13 juta untuk mendistribusikan, salah satunya di Papua. Kedua, program yang dilead oleh Kementerian Keuangan untuk ASN. Yang ketiga, sebenarnya juga similar dengan program yang ada di Kementerian Keuangan untuk daerah khusus Papua.
“Tiga program ini sedang kita jalankan, kita kawal. Semoga tiga program ini berjalan dengan baik. Khusus program ASN kita jalankan selama setahun, kalau yang dari Badan Pangan Nasional kita jalankan selama 3 bulan,” ujar wanita asli Magetan Jatim itu.
Dijelaskan bahwa, pihaknya merupakan bagian yang mendistribusikan atas program Badan Pangan Nasional, tentunya siapa-siapa yang jadi target itu sudah diputuskan oleh pemerintah, jadi yang 21 juta KPM itu pemerintah sudah memutuskan seperti apa profilnya pihak PT. Pos tinggal memfollow saja, kalau dalam pertengahan ada perubahan-perubahan misalnya orangnya sudah tidak ada, mutasi atau apapun pihaknya wajib me-report-kan, dan yang melakukan perubahan pemerintah.
“PT Pos Indonesia ini adalah perusahaan yang dimiliki oleh negara, jadi semua program negara wajib kami sukseskan, wajib untuk kami pastikan berjalan dengan baik, jadi peran PT. Pos sebagai courier company kami wajib untuk mendistribusikan, dan sebagai logistic company kami wajib untuk menyalurkan semua program pemerintah, jadi kami berharap sekali dengan semua program pemerintah di tahun ini bahkan tahun-tahun mendatang PT. Pos bisa jadi partner yang bagus dalam mensukseskan semua program pemerintah,” pungkasnya.(akh)












