WAISAI– Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Pelatihan Kerajinan Kerang resmi dibuka pada Selasa (2/12) di Gedung Pari, Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan Pelatihan akan berlangsung beberapa hari bertempat di D’Coral Resort yang digelar hingga 6 Desember 2025.


Peserta pelatihan berjumlah 100 pengrajin yang berasal dari Kampung Yembeser, Frewen, Saporkren, Waisai dan Kampung Lapintol. Sementara, Pemateri atau Pelatih didatangkan langsung dari Bali, Denpasar yaitu I Made Kanan Jaya.
Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otonomi Khusus, Betriks MSiren secara simbolis dengan penabuhan tifa serta penyematan Kartu Tanda Peserta dari perwakilan 5 Kampung.

Dikatakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otonomi Khusus, Betriks MSiren bahwa Provinsi Papua Barat Daya dikenal memiliki potensi sumber daya alam pesisir yang melimpah, termasuk kerang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Melalui pelatihan ini, pemerintah ingin mendorong pemanfaatan kerang tidak hanya sebagai konsumsi, tetapi juga sebagai produk kerajinan bernilai seni dan ekonomi,” katanya.
Beatriks dalam sambutannya mengatakan bahwa kerajinan kerang dapat berkembang menjadi industri kreatif yang mampu mendukung perekonomian daerah.
Menurutnya, pengembangan kerajinan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya serta meningkatkan daya tarik wisata.Staf Ahli juga berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar mampu menghasilkan produk kreatif dan berdaya saing.
“Peserta juga didorong untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan bertukar pengalaman selama proses pelatihan,” katanya.
Mengakhiri sambutan, Beatriks menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan berharap kegiatan pelatihan kerajinan kerang dapat berjalan lancar serta memberi manfaat bagi peserta maupun masyarakat luas.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Raja Ampat, Manaf Sangadji mengatakan bahwa Pelatihan kerajinan kerang ini merupakan langkah strategis, untuk men transformasi potensi alam menjadi produk bemilai ekonomi, sekaligus memberdayakan masyarakat lokal, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan generasi muda.
“Saya berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu dar para narasumber yang kompeten, dan praktik langsung dengan penuh semangat. Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi, karena kesempatan ini sangat berharga untuk mengembangkan keterampilan dan membuka peluang usaha baru,” katanya.
Ia juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada para narasumber dan tim penyelenggara, atas dedikasi dalam mempersiapkan program pelatihan yang berkualitas ini. Komitmen Pemerintah Kabupaten Raja Ampat adalah mendukung penuh upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.
“Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk membangun jejaring kerjasama, saling berbagi pengalaman, dan menciptakan produk-produk unggulan yang menjadi kebanggaan Papua Barat Daya,” katanya.
Ketua Panitia Pelatihan Kerajinan Kerang, yang juga menjabat sebagai Sekertaris Dinas Sosial P3A PBD, Rosiana Kambu mengatakan bahwa Provinsi Papua Barat Daya memiliki potensi sumber daya alam laut yang melimpah khususnya kerang. Namun potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal dan masyarakat pesisir masih menghadapi masalah keterbatasan keterampilan.
“Oleh karena itu, pelatihan kerajinan kerang dipandang sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi kreatif, dan mendukung pengembangan pariwisata,” katanya.






Pemateri atau Pelatih didatangkan langsung dari Bali, Denpasar yaitu I Made Kanan Jaya mengatakan bahwa pelatihan tersebut diberikan trik bagaimana mengelola Kerang menjadi unik dan menarik untuk bisa dijual.
“Dari yang terlihat biasa saja, kita bisa membuatnya menjadi semenarik mungkin agar bisa dijual. Kami berikan trik khusus mendesign Kerang tersebut terlihat indah,” katanya.
Salah satu peserta Dewiyanti, dari Kampung Yembeser menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Sosial P3A PBD karena telah menggelar kegiatan tersebut.”Bersyukur dan kami ucapkan terima kasih. Sangat bagus karena melatih ibu-ibu membuat kerang yang bernilai ekonomis, bisa dijual dan juga menjadi hiasan di dalam rumah,”katanya.(zia)












