SORONG – Forum Pengawal Perjuangan Rakyat (FOPERA) Provinsi Papua Barat Daya mengapresiasi langkah Satgas TNI dalam operasi pengejaran kelompok bersenjata di Kabupaten Maybrat yang menewaskan Komandan Operasi OPM Kodap IV/Sorong Raya, Manfret Fatem, bersama dua anggotanya.Peristiwa kontak tembak tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026) di wilayah Kabupaten Maybrat, antara pasukan gabungan TNI Denkel 4 Satgas Rajawali 5 dan Satgas Yonif 9 Marinir dengan kelompok bersenjata tersebut.
Ketua Umum FOPERA Papua Barat Daya, Yanto Ijie, mengatakan operasi keamanan yang dilaksanakan aparat TNI-Polri bertujuan menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mencegah ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Yanto Ijie menilai, penindakan terhadap kelompok bersenjata perlu dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan operasi keamanan harus tetap memperhatikan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional, terutama perlindungan terhadap masyarakat sipil.“FOPERA mengapresiasi upaya pengejaran kelompok kombatan. Aparat sejauh ini berupaya menghindari jatuhnya korban warga sipil dalam penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok tersebut,” ujar Yanto Ijie.
Menurut Yanto, warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam permusuhan harus mendapatkan perlindungan. Begitu pula pihak yang telah menyerah, terluka, sakit, atau tidak lagi terlibat dalam pertempuran harus diperlakukan secara manusiawi sesuai ketentuan hukum humaniter internasional.
Ia juga menegaskan bahwa simpatisan atau pihak yang hanya memberikan dukungan nonmiliter tidak serta-merta dapat diperlakukan sebagai sasaran operasi militer. Penanganan terhadap mereka harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang sesuai dengan peran dan perbuatannya.FOPERA berharap setiap operasi keamanan di wilayah rawan konflik hanya diarahkan kepada sasaran yang sesuai dengan ketentuan hukum serta tidak mengorbankan masyarakat sipil.
Yanto juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak membangun narasi yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan dan meningkatkan ketegangan di tengah masyarakat.“NKRI adalah rumah besar kita bersama. Jangan lagi membangun pemisahan, melainkan kita rawat bersama NKRI sebagai kebanggaan kita anak bangsa,” tegasnya.(*)












