14 Orang jadi Tersangka
JAYAPURA – Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, Polda Papua menetapkan 14 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan anggota dewan dan 3 staf Sekwan DPRD Kabupaten Paniai tahun 2018.
Direktur Krimsus Polda Papua Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K mengatakan kasus korupsi tersebut terjadi pada Maret tahun 2018 dengan hasil audit kerugian yang didapat adalah sebesar Rp. 59.000.000.000 ( lima puluh sembilan miliar rupiah).
“Kronologis Kasus Korupsi tersebut melalui dana APBD yang direncanakan oleh Staf Sekwan yang kegiatannya dirasakan oleh masyarakat, masing-masing anggota dewan mendapatkan uang cash sebanyak Rp.500.000.000 ( lima ratus juta rupiah ) ditambah gaji Rp 30 juta selama satu tahun anggaran 2018 setiap triwulan,” jelas Dir Krimsus Polda Papua.
Untuk saat ini Direktur Krimsus Polda Papua telah menetapkan sebanyak 14 tersangka dari anggota dewan dan staf Sekwan dikarenakan data identitas dari masing-masing tersangka kasus korupsi berpindah-pindah tempat sehingga baru 14 Orang yang ditetapkan menjadi tersangka.
“Sisa anggota dewan periode 2018 untuk saat ini statusnya belum menjadi DPO selagi dapat diajak untuk komunikasi dalam waktu yang ditentukan, tetapi Ketika yang bersangkutan tidak merespon panggilan dari Kepolisian akan ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO),” ungkap Dir Krimsus.
Lebih lanjut dikatakan, masing-masing tersangka terjerat Undag-Undang Korpusi Pasal 2 dan 3 dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (al)















