Senin, Wali Kota Buka Lelang Jabatan Sekda Kota
SORONG – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sorong lagi kosong, menyusul keputusan Wali Kota Sorong Drs Ec Lambert Jitmau, MM yang melengserkan Drs Yacob Karet, M.Si ke jabatan baru sebagai Stah Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Kota Sorong.
Untuk segera mengisi jabatan Sekda Kota , Wali Kota Lambert Jitmau mengatakan akan membuka lelang jabatan Sekda Kota pada Senin mendatang (20/6). ”Hari Senin saya buka lelang jabatan. Silahkan mendaftar biar 10, biar 20 yang ikut tes tapi terakhir wali kota yang menentukan. Hal itu bukan saya sendiri yang lakukan karena semua teman-teman Kepala daerah juga melakukan hal yang sama,” terang Lambert Jitmau kepada media di Kantor Wali Kota , Jumat (17/6).
Wali Kota menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang wajar di jajaran Pemerintahan Kota Sorong, karena evaluasi kinerja. Salah satunya pada Yakob Kareth yang sebelumnya menjabat Sekda Kota Sorong kemudian dimutasi ke Staf Ahli Wali Kota Sorong Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Kota Sorong.
”Tidak ada alasan lain, mutasi di jajaran Pemerintahan itu kan wajar-wajar saja. Sekda ini kan sentral pemerintahan, jadi semua pejabat itu saya bisa menilai kinerja mereka. Selebihnya saya minta bantuan pihak terkait melakukan evaluasi kinerja. Jadi yang saya lakukan demi organisasi dan demi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lambert Jitmau juga menjelaskan bahwa ketika melakukan mutasi terhadap Yakob Kareth, Ia memberikan posisi menjadi Staf Ahli wali kota. Menurutnya, mutasi jabatan bisa naik-turun. Ia melakukan hal tersebut bukan karena ada kepentingan pribadi. Karena Yakob Kareth juga merupakan keluarga baginya. Namun, tetap harus menaati aturan jika penilaian kinerja tidak sesuai.
”Saya kasih jabatan kok. Jabatan bisa naik, bisa turun kenapa tidak. Bukan karena interest lain, tidak. Ada orang lain bilang dia punya kesalahan, tidak! Itu saya punya anak, dia tidak punya kesalahan. Tapi evaluasi kinerjanya saja,” tegasnya.
Ia menambahkan ketika melakukan Lelang Jabatan Sekda maka akan melibatkan beberapa pihak untuk seleksi, termasuk dalam melakukan evaluasi kinerja. Salah satu penyebab Yakob Kareth dimutasi karena ada keluhan dari beberapa pihak terkait kinerja Yakob Kareth selama menjabat sebagai Sekda.
”Tidak menutup kemungkinan dari provinsi menilai, perguruan tinggi juga menilai. Jangan jauh-jauh, di dalam jajaran Pemerintahan, pejabat eselon ll semua menilai. Apalagi asisten ini kan sering konseling. Tapi selama ini kan mereka anggap tidak punya sekda, sayangkan?!. Kalau begitu bagaimana membantu saya kerja. Jadi yang saya lakukan bukan karena lain-lain tidak. Karena saya ingin orang membangun kebersamaan. Jadi tergantung evaluasi dari lembaga dan pihak terkait, sehingga saya mengambil sikap. Ini kan masyarakat memberikan informasi kepada saya. Saya mau mendengar siapa? Karena dari mereka (masyarakat) dan Tuhan sehingga saya ada (jadi wali kota),” pungkas Wali Kota Lambert Jitmau. (zia)














