
*Adi : HLN ke-77, Kami memberikan Listrik Gratis kepada Masyarakat yang Tidak Punya Biaya
SORONG- PT PLN (Persero) UP3 Sorong, merayakan Hari Listrik Nasional (HLN) ke- 77 dengan perbaikan pelayanan kepada masyarakat, melistriki daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), menjalankan program Light Up The Dream dan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Hal tersebut dikatakan Manager UP3 Sorong, Martha Adi Nugraha, kepada Radar Sorong, Kamis (27/10) usai memimpin upacara memperingati HLN ke 77 di Halaman Kantor PLN UP3 Sorong.
“Pada peringatan Hari Listrik Nasional ini kami juga mengadakan program Light Up The Dream. Itu adalah PLN memberikan bantuan listrik gratis, kepada masyarakat yang belum bisa menikmati listrik karena keterbatasan biaya,” ungkapnya.

“Nah di sini, kami pegawai-pegawai PLN semacam urunan dibuatkan untuk membangun atau membayari biaya penyambungan untuk masyarakat-masyarakat tersebut. Tersebar di UP3 Sorong, Sorong Kota, Aimas, Teminabuan, Fakfak, Kaimana dan Waisai,” sambungnya.
Selain itu, lanjut Adi, pada Peringatan Hari Listrik Nasional ke- 77 tanggal 27 Oktober tahun 2022 ini, pihaknya mendapatkan amanah dari direktur utama PLN yaitu adalah PLN harus fokus pada perbaikan pelayanan kepada masyarakat.
Khusus di wilayah Papua dan Papua Barat adalah bagaimana kita melistriki pelosok-pelosok tanah air yang belum terjangkau listrik khususnya adalah di daerah-daerah.
Dan saat ini, Adi mengatakan bahwa inline dengan program yang dilakukan oleh PLN khususnya PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat maupun PLN UP3 Sorong, di mana PLN melistriki daerah-daerah pelosok.
“Program-program pada tahun ini, kami ada pembangunan 32 PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di 32 lokasi untuk daerah-daerah yang belum terjangkau listrik sama sekali. Untuk lokasi PLTS tersebar di Raja Ampat, di Kaimana, di Kabupaten Sorong, Teminabuan dan Tambrauw,” tandasnya.
Selain itu, lanjutnya bahwa PLN juga melakukan penambahan jam nyala. Yang awalnya nyala dari 12 jam menjadi nyala menjadi 24 jam.
“Kita juga membangun untuk infrastruktur kelistrikan yang tadinya, yang nyala 12 jam menjadi 24 jam. Yang kami rencanakan dalam waktu dekat ada di FEF ibukotanya Tambrauw,” ujarnya.
Adi berharap bahwa PLN selalu berkomitmen untuk bagaimana kehadiran PLN untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Wujud pelayanan kami yaitu bagaimana kita memastikan supply kelistrikan yang mensuplai masyarakat khususnya di Kota Sorong, Kabupaten Sorong kemudian di seluruh wilayah kerja UP3 Sorong ini semuanya dalam kondisi aman. Agar masyarakat menikmati listrik juga lebih optimal, kegiatannya lebih lancar,” katanya.
“Karena yang disampaikan oleh Pak Direktur Utama bahwa listrik ini atau PLN ini adalah jantungnya Indonesia. Kalau listriknya terganggu otomatis yang lain pasti terdampak atau terganggu, minimal nggak nyaman. Sehingga Kita akan terus meningkatkan pelayanan itu semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Diketahui pada semarak HLN ke- 77, PLN Programkan Light Up The Dream dengan penyalaan serentak pada rumah-rumah warga yang belum memiliki listrik karena tidak punya biaya.
Pada peringatan HLN, PLN UP3 Sorong juga melakukan apresiasi terhadap pegawainya yaitu dengan Penyerahan SK dan Piagam Windu. Serta penyerahan cinderamata kepada pensiunan yaknk Tinus Rouw dan Saul Kaliele. Acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah.(zia)













