SORONG– TPK Sorong mendukung penyelenggaraan kegiatan “Ecoteologi: Studi Lapangan Kontekstual, Learning and Teaching” dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Kesadaran Ekologis dan Aksi Nyata Generasi Muda untuk Bumi yang Lestari” sebagai upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Kegiatan dilaksanakan pada 31 Oktober 2026 di Jalan Kontainer (Klalin) SP2, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, dan diikuti oleh 100 siswa dan siswi berprestasi dari SMA, SMK, dan MAN di wilayah Kabupaten dan Kota Sorong. Para peserta didampingi tujuh guru, dua instruktur, serta panitia pelaksana kegiatan.
Dukungan yang diberikan TPK Sorong merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan kesadaran lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda, sekaligus mendukung berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai sarana edukasi yang mengintegrasikan nilai-nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan seperti ini menjadi wadah yang baik bagi generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap pengalaman yang diperoleh peserta dapat mendorong lahirnya aksi nyata yang berkelanjutan dalam menjaga lingkungan,” ujar Welta.
Melalui pendekatan learning and teaching, peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung terkait isu lingkungan yang dihadapi masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pemaparan materi mengenai pembelajaran kontekstual Ecoteologi di Tanah Papua.
Sebagai bagian dari kegiatan utama, peserta melaksanakan studi lapangan dan pengamatan lingkungan di sekitar Jalan Kontainer Klalin SP2, khususnya pada area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami secara langsung dampak kerusakan lingkungan sekaligus pentingnya upaya pelestarian ekosistem.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi, diskusi interaktif, serta penandatanganan Komitmen Pemuda Penjaga Bumi sebagai bentuk pernyataan kepedulian dan tanggung jawab generasi muda terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari serta menginspirasi masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian bumi.














