Ground Breaking Pembangunan Masjid Agung Al-Mulk Kabupaten Sorong di Atas Lahan 4,5 Hektare

SORONG – Pembangunan Masjid Agung Al-Mulk Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama (Ground Breaking) yang dilaksanakan Kamis (5/11/2026), di Kampung Mufafi, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Pembangunan masjid ini menjadi momentum bersejarah bagi umat Islam di Kabupaten Sorong. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, serta pengembangan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Sekretaris Yayasan Masjid Agung Al-Mulk, Adi Bremantyo, S.IP., M.Si yang mewakili Ketua Yayasan Suroso, S.IP., M.A. karena berhalangan hadir akibat kondisi kesehatan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pembangunan Masjid Agung Al-Mulk merupakan hasil dari proses panjang, doa, kebersamaan, dan perjuangan umat Islam di Kabupaten Sorong.

Ia mengungkapkan, gagasan pembangunan masjid agung tersebut mulai dibicarakan sejak 2022, setelah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Papua Barat di Sorong Selatan.

Menurutnya, Kabupaten Sorong sebagai kabupaten induk di Papua Barat Daya sudah selayaknya memiliki masjid agung yang representatif sebagai pusat kegiatan umat Islam.

“Pada saat itu kita mulai berdiskusi untuk pembangunan Masjid Agung Kabupaten Sorong. Kita melihat daerah lain seperti Kota Sorong, Raja Ampat, bahkan Sorong Selatan sudah memiliki masjid agung, sementara Kabupaten Sorong belum memilikinya,” ungkapnya.

Setelah melalui berbagai diskusi dan koordinasi, dibentuk panitia pembangunan yang saat itu ditandatangani oleh Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru, SH, M.Si. Selanjutnya, panitia mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari penentuan lokasi, pengadaan tanah, pengurusan administrasi hingga perizinan.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 2026, pembangunan Masjid Agung Al-Mulk memasuki tahap awal dengan tersedianya lahan seluas kurang lebih 4,5 hektare.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Yayasan Masjid Agung Al-Mulk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sorong beserta seluruh pengurus yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua MUI dan seluruh pengurusnya. Tanah ini merupakan tanah dari MUI yang telah diwakafkan untuk pembangunan Masjid Agung ini,” katanya.

Ia menjelaskan, pemberian nama Al-Mulk juga melalui proses diskusi panjang. Al-Mulk merupakan nama surah ke-67 dalam Al-Qur’an yang memiliki arti kerajaan atau kekuasaan.

Nama tersebut mengandung filosofi bahwa kekuasaan tertinggi atas langit, bumi, dan seluruh alam semesta merupakan milik Allah SWT.

Filosofi ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh umat manusia bahwa jabatan, kepemimpinan, dan kekayaan yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah SWT.

Dengan nama tersebut, Masjid Agung Al-Mulk diharapkan menjadi pusat ketakwaan yang memancarkan kedamaian, kewibawaan spiritual, serta nilai-nilai Islam bagi seluruh masyarakat di Tanah Malamoi, Papua Barat Daya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembentukan Yayasan Al-Mulk merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan tata kelola pembangunan masjid.

Yayasan tersebut secara khusus difokuskan untuk menangani pembangunan fisik masjid hingga selesai. Setelah pembangunan rampung, pengelolaan masjid selanjutnya akan dilakukan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) sesuai ketentuan dan kaidah pengelolaan masjid.

Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh elemen masyarakat sehingga Masjid Agung Al-Mulk dapat segera berdiri dan dimanfaatkan oleh umat Islam di Kabupaten Sorong.

Groundbreaking ini menjadi langkah awal mewujudkan cita-cita bersama umat Islam untuk menghadirkan masjid agung yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga menjadi pusat penguatan iman, persatuan, dan kemaslahatan masyarakat di Kabupaten Sorong.

Sementara itu, Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru, SH, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Petrogas Company Indonesia atas komitmennya mendukung pembangunan Masjid Agung Al-Mulk Kabupaten Sorong. Dukungan berbagai pihak tersebut diharapkan mempercepat terwujudnya masjid agung yang menjadi kebanggaan umat Islam di Kabupaten Sorong.

Pada kesempatan itu, Bupati Johny Kamuru secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden RH Petrogas Companies in Indonesia, Ferry Hakim, beserta seluruh jajaran pimpinan perusahaan atas komitmen dan dukungan yang diberikan untuk pembangunan rumah ibadah tersebut.

“Pertama, saya berterima kasih kepada Presiden Petrogas dan seluruh unsur pimpinan Petrogas atas komitmen yang sudah disampaikan. Ini luar biasa untuk kita membangun rumah Tuhan, Masjid Agung Al-Mulk,” ungkap Johny Kamuru.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan Masjid Agung Kabupaten Sorong sebenarnya telah dimulai sejak 2022 melalui komunikasi dan koordinasi berbagai pihak. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu panjang karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan, baik dari sisi anggaran, sumber daya manusia, regulasi maupun waktu.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada mantan Bupati Sorong, Dr. Stepanus Malak, M.Si yang telah meletakkan dasar penyediaan lahan untuk pembangunan masjid tersebut.

Menurut Johny Kamuru, pada masa kepemimpinan sebelumnya, pemerintah daerah melakukan pengadaan tanah dengan luas sekitar tujuh hektare lebih, kemudian menghibahkannya kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sorong. Selanjutnya, MUI meneruskan hibah tersebut kepada Yayasan Al-Mulk untuk pembangunan Masjid Agung Al Muk.

“Terima kasih kepada  Bapak Malak (mantan Bupati Sorong). Tanah ini pada zaman beliau merupakan hibah dari pemerintah, kemudian diserahkan kepada MUI. Selanjutnya diteruskan oleh MUI dan sekarang dihibahkan kepada yayasan. Hari ini kita melakukan Ground Breaking Masjid Agung, Al Mulk,” jelasnya.

Bupati Sorong menegaskan bahwa keterbatasan pemerintah daerah tidak boleh menjadi penghalang dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia juga menyampaikan harapan agar komitmen dan berbagai kontribusi positif Petrogas bagi Kabupaten Sorong terus berlanjut dan mendapat keberkahan.

Selain dukungan perusahaan, Pemerintah Kabupaten Sorong juga berupaya mendorong keterlibatan pemerintah pusat. Bupati mengungkapkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum telah menindaklanjuti koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta untuk mendapatkan dukungan bagi penyelesaian pembangunan Masjid Agung Al-Mulk.

“Ini sudah ditindaklanjuti ke Kementerian PU di Jakarta. Mudah-mudahan dukungan ini bisa membantu kita sampai pembangunan masjid selesai,” ujarnya.

Masjid Diharapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Lebih lanjut, Johny Kamuru menyampaikan optimisme bahwa keberadaan Masjid Agung Al-Mulk nantinya tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan kawasan dan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Menanggapi pandangan sebagian pihak mengenai lokasi pembangunan masjid yang dinilai cukup jauh dari permukiman umat, ia mengajak masyarakat melihat pembangunan tersebut dari perspektif jangka panjang.

Ia mencontohkan sejumlah rumah ibadah yang dibangun pada masa kepemimpinan sebelumnya di kawasan yang saat itu belum terlalu ramai, tetapi kemudian berkembang seiring pertumbuhan masyarakat.

“Saya percaya Masjid Agung Al-Mulk hari ini juga akan diberkati Tuhan, akan dikirim umat-umatnya dan menjadi kebanggaan kita bersama,” tuturnya.

Dalam acara Ground Breaking Pembangunan Masjid Al Mulk itu dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Daya, H. Ahmad Nausrau, S.PdI, MM, Presiden RH Petrogas Companies in Indonesia, Ferry Hakim, Ketua MUI Kabupaten Sorong, KH. Ahad Saka, M.Pd, Ketua FKUB Kabupaten Sorong, Pdt. Dr. Thomson Eliyas, M.Th, para pejabat TNI – Polri, Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.(akh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!