SORONG– Ditandai dengan penabuhan tifa, Pj Walikota Sorong George Yarangga, A.Pi MM membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) III Mejalis Ulama Indonesia (MUI ) Kota Sorong yang berlangsung di Asrama Haji Kota Sorong Sabtu (11/3).
Dalam sambutannya, Walikota berharap MUI lebih bersinergi dengan program pemerintah dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat di Kota Sorong. Dikatakan George Yarangga, sebagai rumah besar umat mulsim, MUI berperan dalam mecegah masalah kemashalatan umat Islam, seperti dengan mengeluarkan fatwa serta membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan lainnya sehingga harapan agar Kota Sorong tetap kondusif, maju dan masyarakatnya sejahtera dapat terwujud.
Sementara itu Ketua MUI Provinsi Papua Barat, Ahmad Nausrau berharap melalui Musda III, pengurus MUI Kota Sorong nantinya dapat mengevaluasi program kerja dalam 5 tahun terakhir serta menyusun program –program untuk 5 tahun kedepan. Ia juga berharap Pemerintah Kota Sorong memberikan dukungan kepada MUI maupun ormas Islam lainnya.
Sementara itu anggota DPD RI Rahaningmas, S.Sos MM yang diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan berharap Musda III MUI Kota Sorong dapat berjalan dengan lancar tanpa melihat apakah ketua terpilih muslim Papua dan muslin non Papua. Bagaimana MUI Kota Sorong dapat bersatu , menunjukkan perannya , sehingga kehadiran MUI benar-benar dapat dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat khususnya umat muslim di Kota Sorong.

Dalam suksesi Musda III MUI Kota Sorong yang mengusung tema “Revitalisasi Peran MUI Menuju Masyarakat Madani dalam Bingkai NKRI” selain ketua incumbent H. Abdul Manan Fakaubun, S.Pd.I juga ada beberapa kandidat lainnya yang disebut-sebut akan meramaikan pemilihan ketua MUI Kota Sorong.
Soal siapa yang terpilih memimpin MUI Kota Sorong 5 tahun kedepan, Ketua MUI Papua Barat Ahmad Nausrau juga senada dengan yang disampaikan oleh anggota DPD Sanusi Rahaningmas, tidak perlu melihat latarbelakang apakah muslim asli Papua dan non Papua. Dikatakan, MUI bukanlah lembaga kultural, yang terpenting memiliki kemampuan, kualitas,dan memiliki komitmen yang tinggi dalam keumatan, mau berkhidmat untuk umat, berdakwah dan mampu merangkul seluruh komponen umat Islam di Kota Sorong.
“MUI adalah wadah pengkhimatan, wadah berkumpulnya para ulama, dan cendikiawan muslim, karena itu yang terpilih sebagai ketua MUI tidak melihat dari latarbelakang apakah muslim Papua dan non Papua. Tapi yang menjadi tolak ukur adalah keilmuannya, keulamaannya,”tandas Ahmad Nausrau.
“Dan Ketua MUI itu adalah tokoh yang hendaknya dapat merangkul semua, karena MUI ini rumah besar bagi seluruh umat Islam sekaligus merupakan mitra pemerintah, karena itu Ketua MUI harus bisa menjadi mediator bagi pemersatu umat Islam, bagi semua ormas-ormas Islam dan juga bisa jadi mitra strategis bagi pemerintah untuk menyampaikan aspirasi umat, ataupun sebaliknya.
Hingga siang ini pukul 12.00 WIT tahapan menuju pemilihan Ketua MUI Kota Sorong periode 2023-2028 masih berlangsung. Hadir dalam acara pembukaan Musda III MUI Kota Sorong, Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Happy Perdaba Yudianto, S.Ik, Danpasmar 3 Brigjen TNI Mar Sugianto, S.Sos , Tokoh KKSS Dr Hermanto Suab, MM, Rektor IAIN Dr Hamzah, M. Ag, anggota DPRD Kota Sorong H. Muhammad Taslim, M.Pd, Ketua IKAJATIM Papua Barat yang sehari-hari Plt Kepala Dina PUPR Provinsi Papua Barat Yohanis Momot, ST MT , sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya. (ros)















