AIMAS – Seluruh bayi penderita stunting di Kabupaten Sorong akan dijadikan sebagai anak asuh Bupati dan Forkopimda Kabupaten Sorong. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso S.Sos, MM, M.AP saat menghadiri kegiatan Peringatan HKG PKK ke-51 di halaman SD YPK Inamo, Kelurahan Warmon.
Diungkapkan Pj Bupati, kebijakan tersebut selaras dengan akan dicanagkannya program 1000 hari pertama kehidupan, sebagai salah satu upaya penurunan kasus stunting di Kabupaten Sorong. Di mana melalui program tersebut, orang tua wajib memberikan ASI bagi bayi baru lahir hingga berusia 1000 hari.
Pj Bupati Sorong dalam sambutannya pada kesempatan tersebut juga sangat mengapresiasi TP PKK Kabupaten Sorong dan TP PKK Provinsi Papua Barat Daya (PBD) yang begitu hebat dalam melaksanakan tugas-tugas pokok PKK.
Utamanya terhadap program prioritas penanganan stunting. “Saya sangat mengapresiasi karena dalam penanganan stunting ini, PKK mampu melibatkan berbagai stakeholder termasuk DWP, GOW, TNI/ Polri, DPRD bahkan BUMN/BUMD,” ujar Moso. Dikatakan Moso, Pj Gubernur Papua Barat Daya telah menyampaikan bahwa arah kebijakan pemerintah yaitu ‘Kitorang kuat, karena Torang satu’
. Maka sejak saat itu, seluruh masalah yang terjadi di daerah harus menjadi tanggung jawab seluruh pihak untuk penanganannya. Oleh karenanya, pada momen peringatan HKG PKK ke-51 tahun 2023, dengan mengusung Tema ‘Bergerak bersama, menuju keluarga sejahtera dan tangguh, wujudkan Indonesia tumbuh’, Pj Bupati berpesan agas masyarakat Kabupaten Sorong bersatu untuk membangun tanah Malamoi.
Dibeberkan Moso, dalam waktu yang tidak lama lagi, PKK dan Pemerintah akan mengadakan rapat koordinasi untuk menyusun program kerja untuk pemukihan ekonomi pasca COVID-19, pemgentasan kemiskinan ekstrim, juga penanganan terhadap anak pecandu narkotika.
Sebab hampir 2-3 generasi muda putus sekolah dikarenakan faktor kehidupan sosial dan pergaulan di lingkungan sekitar. Di samping itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sorong, Ny. Anace Moso, SH, MH merincikan, beberapa kegiatan yang dilakukan di kampung hormon tersebut.
Diantaranya mengajak siswa SD YPK melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pencanangan 1000 HPK, Peyerahan Bantuan makanan tambahan dan bantuan operasional Posyandu Balita.
Selanjutnya ada penyerahan bantuan alat cuci tangan untuk anak sekolah, penyerahan bantuan Buku Bacaan, BKB KIT untuk TK/ PAUD, pengobatan massal, Kunjungan ke rumah warga dan penyerahan makanan sehat bagi bayi balita dari program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Ketua TP PKK berharap, kiranya rangkaian kegiatan yang dilaksanakan bukan semata-mata sebatas rutinitas tahunan saja. Melainkan harus memberikan manfaat bagi masyarakat. (ayu)















