Petugas Bea Cukai Selamatkan Nakhoda Sri Lambang

SORONG – Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Sorong, Gerald Prawira mengatakan bahwa, pihaknya ketika melakukan kegiatan Patroli Jaring Wallacea di wilayah perairan Batanta pada Senin (24/10) dinihari sekitar pukul 03.15 WIT radio operatornya menangkap signal mayday, minta pertolongan dari salah satu kapal tugboat Sri Lambang dari Sorong tujuan Ambon, kapal itu base-nya di Ambon. Mereka juga membawa tongkang walaupun tidak membawa muatan.

“Mereka dari hari Minggu jam 12 siang kirim signal tidak ada yang merespon. Hari Senin mereka areanya dapat maka kapal patroli Bea Cukai merapat. Nah ketika dapat signal mayday radio operator ini langsung hubungi Kapten Dedi (Bea Cukai). Kapten Dedi langsung arahkan untuk merapat, rupanya nakhodanya atas nama Musbar (52 tahun) sakit keras. Kalau mereka bawa ke Ambon mereka takut terlambat karena tugboat kecepatannya lambat hanya 5 knot, kalau ke Ambon sekitar 4 hari baru sampai, maka diputuskan mereka melakukan rescue yang sakit beserta 3 kru kapal untuk mengarah ke sini (Sorong) karena lebih dekat yakni hanya 3 jam, jadi diputuskan diangkut dengan kapal kita langsung dibawa ke Sorong,” terang Gerald Prawira di Kanwil DJ Bea dan Cukai Khusus Papua kemarin (27/10).

Kemudian kru darat Bea Cukai mencoba menghubungi agen kapal tugboat itu di Sorong. “Akhirnya respon, dan jam 07.45 WIT mereka merapat di Pelabuhan Pelindo Sorong, jadi tidak balik ke base kita tapi ke Pelabuhan Pelindo, janjian dengan agennya itu, kita turunkan di situ, dan nakhoda yang sakit itu langsung dibawa ke RS Pertamina. Teman-teman (petugas Bea Cukai) ini yang betul-betul melakukan pertolongan,” ungkapnya.
Dijelaskan bahwa nakhoda itu mulutnya berbusa, kemudian setelah sampai di rumah sakit diperiksa, menurut pihak rumah sakit nakhoda itu menderita sakit komplikasi. “Setelah dihandel agen, teman-teman kemudian lanjut patroli,” tandasnya.

Jadi namanya di laut, kata Gerald, pihaknya ketika melakukan patroli kalau ada penyelamatan yang seperti itu pasti menjadi prioritas.”Jadi kondisi apapun kalau memang bisa ditolong pasti teman-teman di kapal melakukan penyelamatan,” pungkasnya.(akh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!