• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 11 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Mampukah Menyejahterakan?

by admin
22 November 2022
in Feature
0
Kriminalitas Merajalela, Rasa Aman Semakin Tiada

Tutus Riyanti

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti



(The Voice of Muslimah Papua Barat Daya)

Sebanyak 120 Peserta dari kaum ibu-ibu yang tergabung dalam UMKM mengikuti Pelatihan yang digelar oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Sorong bekerjasama dengan dosen dari Fakultas Ekonomi Unamin Sorong dalam pelatihan yang bertemakan ”Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat/Keluarga Melalui Pemberdayaan Wanita”

Pejabat Bupati Kabupaten Sorong atau yang mewakili Staf Ahli Bupati Gesang Supratjahjo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program peningkatan kapasitas ini sangat baik untuk ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. “Untuk mengatasi kesejahteraan masyarakat, maka kami berusaha keras dan mengambil langkah-langkah untuk mengadakan kegiatan pelatihan guna mengembangkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat.” (Matapapua.com,17/11/2022)

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
167

Kemiskinan Struktural

Persoalan kemiskinan di negeri ini memang menjadi persoalan lama yang tak kunjung selesai. Jika sebelum pandemi saja kemiskinan sudah tidak mampu dituntaskan, apalagi saat terdampak pandemi. Ironis memang, di negeri yang sangat melimpah sumber daya alamnya, ternyata jumlah kemiskinannya sangat tinggi. Kondisi ini merupakan gambaran umum dari kemiskinan struktural, yaitu kemiskinan yang terjadi karena diterapkannya sistem kapitalisme.

ADVERTISEMENT

Kemiskinan yang terjadi di negeri ini bukan disebabkan karena perempuan tak berdaya di sektor ekonomi, namun kemiskinan terjadi karena sistem kapitalisme yang meniscayakan kebijakan pasar bebas kapitalis, privatisasi sumber daya alam, meniadakan subsidi, ekonomi berbasis riba dan bertumpu pada sektor non riil.

Dalam sistem kapitalisme membiarkan individu masyarakat, bahkan asing, untuk menguasai Sumber Daya Alam (SDA) strategis, seperti pertambangan yang seharusnya dikelola negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Yang terjadi sekarang, justru SDA yang berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak malah dijual dan dikuasai asing, semisal Freeport.

Kapitalisme adalah ideologi yang menjadikan harta (uang) dan takhta (kekuasaan) sebagai tujuan tertinggi. Siapa yang menguasai modal dan sumber daya, ialah yang berkuasa, sebagaimana hukum rimba. Ada orang yang sangat kaya, ada orang yang sangat miskin. Faktanya, jumlah orang miskin jauh lebih banyak dibandingkan dengan orang kaya. Kesenjangan ekonomi terjadi akibat penerapan sistem kapitalisme.

Pemerintah atau penguasa yang harusnya menjadi pelayan rakyat, malah bekerja sama dengan para kapitalis untuk memeras rakyat. Harus diakui, sistem kapitalisme memang telah gagal menyelesaikan problem kemiskinan. Alih-alih dapat menyelesaikan, yang terjadi justru semakin menciptakan kemiskinan.

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Selesaikan Masalah?

Ketika pengangguran merajalela dan ekonomi terpuruk, sistem kapitalisme menawarkan agar para perempuan turut berpartisipasi mengatasi keadaan. Perempuan didorong untuk terjun ke sektor ekonomi menjadi pelaku ekonomi. Dimunculkanlah program-program yang didalamnya perempuan dianggap sebagai salah satu jalan keluar untuk mengatasi masalah ekonomi yang ada saat ini.

Dalam rangka pengentasan kemiskinan yang melanda negeri, beberapa tahun yang lalu pemerintah sudah mencanangkan program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (PEP). Bahkan perempuan dilibatkan dalam kegiatan UMKM. PEP dianggap menjadi solusi untuk meningkatkan ekonomi rakyat dan jalan keluar dari kebuntuan masalah ekonomi.

Para perempuan didorong untuk terjun ke berbagai sektor ekonomi, menjadikan mereka sebagai mesin penggerak ekonomi rakyat. Efek dominonya terhadap kehidupan sosial sangatlah banyak. Salah satunya terjadi masalah keluarga, seperti anak dan suami tidak terurus, adanya perselingkuhan dan perceraian, dll. Hal ini disebabkan karena peran utama perempuan dalam keluarga menjadi terganggu.

Solusi ala kapitalisme terbukti justru menciptakan banyak masalah baru. Apalagi di kalangan perempuan berembus opini bahwa perempuan itu harus mandiri, harus punya uang sendiri, dan tidak bergantung kepada laki-laki. Status ibu rumah tangga pun dianggap sebelah mata dan dinilai menambah jumlah pengangguran.

Program ini justru semakin menjauhkan para perempuan dari fungsi fitrahnya sebagai ibu generasi (ummu al-ajyal). Posisi perempuan sebagai tulang rusuk yang wajib dinafkahi, justru digeser orientasinya sehingga menjadi tulang punggung nafkah keluarga. Hal inilah yang Barat inginkan, yaitu hancurnya tatanan keluarga muslim.

Pemberdayaan Perempuan dalam Islam

Peran ibu rumah tangga sangat penting bagi tegaknya sebuah peradaban. Ia berperan mendidik anak-anaknya agar berkepribadian Islam dan mengurus keluarga sebaik mungkin. Islam memuliakan para ibu dan tidak memberikan beban tambahan dengan persoalan ekonomi.

Kewajiban nafkah dalam Islam tetap ada di tangan suami. Seorang suami yang baik dan beriman kepada Allah SWT, akan bersungguh-sungguh bekerja untuk menafkahi keluarganya. Islam membolehkan istri bekerja di luar rumah, tetap harus tetap memegang syariat, seperti menutup aurat secara sempurna dan menjaga interaksi (pergaulan) di tengah masyarakat.

Seorang perempuan juga dimuliakan dengan adanya wali yang menafkahinya dan keluarganya hingga ia menikah. Jika kemudian tidak ada satu pun keluarganya yang mampu menafkahi, negara akan hadir untuk memenuhi kebutuhan individu rakyatnya dengan memberikan bantuan. Demikianlah penafkahan dalam sistem Islam.

Pemberdayaan perempuan dalam perspektif Islam dimaknai sebagai upaya mencerdaskan muslimah agar mampu berperan optimal dalam menjalankan seluruh kewajiban dari Allah SWT, baik di ranah domestik maupun publik.

Dalam Islam, perempuan disebut berdaya jika ia mampu menjalankan peran sebagai ummun wa rabbatul bait (ibu dan manajer rumah tangga) dengan optimal dan sesuai syariat Islam; sebagai mitra laki-laki untuk melahirkan generasi cerdas, bertakwa, menjadi pejuang agama Islam yang terdepan. Pemberdayaan perempuan tidak boleh keluar dari tujuan menjaga dan mengukuhkan ketahanan keluarga muslim.

Untuk menciptakan tatanan ekonomi yang stabil, solusi ekonomi Islam adalah dengan membedakan tiga kepemilikan harta, yaitu individu, umum, dan negara. Barang tambang (emas, tembaga, batu bara, minyak bumi,dll), hasil hutan, hasil laut, air, dan lain sebagainya, dimasukkan sebagai kepemilikan umum. Tidak boleh dikuasai oleh Swasta atau Asing. Wajib dikelola oleh negara dan hasilnya untuk kesejahteraan rakyat.

Ibnu Abbas menuturkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Kaum muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, padang, dan api.” (HR Abu Dawud)

ADVERTISEMENT

Dengan penerapan sistem ekonomi Islam, maka suami akan bisa menjalankan fungsi sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah. Jika akan memberikan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi, maka kepada para suami lah program ini seharusnya diberikan. Dan para istri akan lebih maksimal dan fokus menjalankan fungsi sebagai istri serta ibu pendidik generasi.

Hal ini hanya bisa terwujud dalam sistem Islam dengan menerapkan aturan Islam secara kaffah (menyeluruh) dalam setiap aspek kehidupan. Dan tidak akan terwujud jika terus menerapkan sistem kapitalisme yang sudah rusak dari akarnya.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Jadwal Lengkap Penyisihan Grup Piala Dunia 2022

Next Post

PBD Butuh 1.053 ASN dari Papua Barat

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
167
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
PBD Butuh 1.053 ASN dari Papua Barat

PBD Butuh 1.053 ASN dari Papua Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

11 Agustus 2026
Kapolda Papua Barat Daya Hadiri Peletakan Batu Pertama Pusat Pelatihan dan Pembinaan GKI di Tanah Papua

Kapolda Papua Barat Daya Hadiri Peletakan Batu Pertama Pusat Pelatihan dan Pembinaan GKI di Tanah Papua

10 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!