Oleh: Norma Fauzia Muhammad
Langit biru, debur ombak yang pelan, dan semilir angin yang membawa aroma laut, di sinilah cerita dimulai. Di Malaumkarta.

MENINGGALKAN riuhnya Kota Sorong selama satu setengah jam perjalanan mungkin terdengar melelahkan. Terlebih jika harus melewati jalanan yang tak selalu mulus. Tapi percayalah, ketika roda motor atau mobil mulai berbelok menuruni bukit terakhir menuju Kampung Malaumkarta, semua penat seakan ditelan oleh pemandangan laut biru yang menyambut dengan tenang. Seolah tempat ini memang diciptakan untuk mereka yang sedang mencari jeda, refreshing dan mencari ide-ide kreatif.

Kampung Malaumkarta, yang terletak di Distrik Makbon, Kabupaten Sorong Papua Barat Daya mungkin belum sepopuler Raja Ampat di telinga wisatawan luar Papua. Tapi bagi kami yang pernah menginjakkan kaki ke sini, nama itu tak akan pernah sama lagi.
Karena Malaumkarta bukan cuma destinasi, tapi sebuah permata yang tersembunyi. Yup, karena tempat rekreasi ini miliki banyak spot, wahana dan cocok untuk semua usia. Terutama yang the best tempatnya itu nyaman, aman dan asik.
Di antara pepohonan kelapa dan pasir putih yang hangat, berdirilah D’Malaumkarta Eco Resort, jantung dari wisata kampung ini. Tempat ini lebih dari sekedar resort. Ia adalah ruang berkumpul, tempat bertukar tawa, dan alasan untuk kembali.
Suara musik mengalun pelan dari salah gazebo kayu. Payung-payung warna-warni bergoyang tertiup angin, menciptakan pemandangan andalan yang kontras dengan warna laut yang tenang.

Di seberang, Pulau Um rumah Kelelawar terlihat seperti lukisan. Diam, kecil, tapi memikat. Tak jauh dari sana, banana boat bersiap menampung rombongan anak muda yang tak sabar menikmati percikan air dan teriakan seru.
Fasilitasnya lengkap. Tempat bilas yang bersih dan luas, harga masuk yang bersahabat, dan pilihan menu makanan yang menggoda selera. Tidak perlu takut kantong bolong kecuali kalau kamu kalap jajan ikan bakar rica dan papeda kuah kuning, dua menu andalan yang selalu ludes sebelum senja.
Mati Sinyal, Hidup Kembali. Mungkin satu hal yang akan sedikit mengejutkan atau justru menyelamatkan adalah ketiadaan sinyal dan jaringan internet. Di era notifikasi dan scroll tanpa henti, D’Malaumkarta Eco Resort menawarkan sesuatu yang lebih langka, koneksi manusia dan alam.
Dan benar saja, saat matahari terbenam, burung-burung pun mulai berterbangan ke pepohonan, suara gemuruh ombak menerpa, rasa letih seakan jauh, kamu akan sadar, bahwa kadang yang kita butuhkan hanyalah diam dan berbagi tawa di bawah langit tanpa gangguan handphone.

Senja di Malaumkarta adalah puisi tanpa kata. Laut yang memantulkan cahaya keemasan, anak-anak kecil berlarian dengan riang, dan obrolan ringan yang terdengar dari pondok-pondok kayu. Tak peduli siapa kamu. Entah pelajar, pekerja kantoran, pengusaha, politikus, ibu rumah tangga, atau petualang sejati kah di sini semua terasa sama. Sama-sama diterima.
Di D’Malaumkarta Eco Resort mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu mahal. Kadang cukup dengan naik motor tapi lebih aman kamu pakai mobil saja karena waktunya itu selama 1,5 jam, kamu juga harus membawa uang tunai secukupnya, dan hati yang tenang, kamu bisa mendapatkan liburan yang menyentuh jiwa.
Dan ketika waktunya pulang, kamu akan menyadari satu hal sebagian dari dirimu tertinggal di sana. Intinya “Ko Ingin Kembali lagi”.

Perlu diketahui, kakak, adik, Pace dan Mace harus bawa uang tunai. Karena tidak ada jaringan dan pembayaran non-tunai belum tersedia.
Gunakan kendaraan yang kuat, karena beberapa ruas jalan masih berlubang dan ber jurang. Harusnya ada perhatian dari pemerintah agar infrastruktur ke sana nyaman.

Datang di akhir pekan. Suasana paling ramai dan banyak kegiatan seru tersedia. Nikmati kulinernya. Papeda, ikan kuah kuning, kan bakar, Sayur kangkung bunga pepaya, Kelapa Muda dan pisang goreng wajib dicoba!
Karena dalam hidup yang serba cepat ini, D’Malaumkarta Eco Resort hadir sebagai pengingat bahwa diam, teduh, dan sederhana, bisa jadi adalah bentuk paling mewah dari liburan.
So, kam-kam harus ke D’Malaumkarta Eco Resort, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Spesial moment, saat berkunjung, penulis dan teman-temannya bisa berjumpa dengan pemilik D’Malaumkarta Eco Resort yang ramah, dengan sapaan akrabnya Kakak Eda Doo dan Kakak Decky Wamea.
Remember! Jargon, D’Malaumkarta Eco Resort adalah Enjoy In Malaumkarta, I Love Malaumkarta.

Kalau penulis, cuma bisa bilang No Signal, No Problem. Makanan Yes, Pemandangan Yes. So, Happy Holiday !.(*)













