Ratusan Pedagang Pasar Modern Minta Pemkot Bubarkan Pedagang di Eks Pasar Boswesen
SORONG – Ratusan pedagang Pasar Modern Rufei mendatangi Kantor Wali Kota Sorong, Selasa (27/9). Mereka menuntut agar Pemerintah Kota Sorong membubarkan para pedagang yang masih berjualan di eks Pasar Boswesen. Hal tersebut karena barang dagangan mereka tidak laku akibat dari masyarakat yang berbelanja di Eks Pasar Boswesen. Sehingga pedagang yang terdiri dari Mama-mama Papua rela membawa barang dagangan mereka ke Kantor Wali Kota Sorong.
Pantauan Radar Sorong, barang dagangan yang terdiri dari ikan berbagai jenis, juga sayur-sayuran berbagi jenis, rica, umbi-umbian, buah-buahan seperti pisang juga dibawa dan dijajakan di teras Kantor Wali Kota Sorong, dan juga di dalam Lobby Kantor Wali Kota Sorong.
Salah satu mama Papua yang sehari-harinya berjualan ikan, Yuliana mengaku sudah beberapa bulan sejak Agustus Pasar Modern diresmikan, pendapataan mereka sangat minim, tidak ada keuntungan malah kerugian. Hal tersebut karena masih ada pedagang di eks Pasar Boswesen.
“Kita jualan disini (kantor wali Kota) karena semenjak kita dipindahkan dari Pasar Boswesen bulan Agustus ke Pasar Modern tapi kita punya jualan disana tidak laku. Kita susah, kita ini ada ambil pinjaman di koperasi bukan pakai uang pemerintah,” kata Yuliana sembari meneteskan air mata. “Untuk itu, kita datang disini menuntut pemerintah supaya Pasar Boswesen dibongkar agar pedagang semua berjualan di Pasar Modern saja. Dan semua pembeli datang beli di Pasar Modern. Pasar cukup satu saja,” tegasnya.
Pedagang lainnya, Yuli Kambu menyatakan akan tetap berjualan di Kantor Wali Kota Sorong jika pedagang di eks Pasar Boswesen belum dipindahkan ke Pasar Modern Rufei. “Wali kota harus kasih bersih pedagang di Pasar Boswesen. Kalau tidak, selama satu minggu kah satu bulan atau satu tahun kita akan berjualan di sini terus kalau pedagang di Pasar Boswesen belum dipindahkan ke Pasar Modern,” ketusnya.
Plh. Sekda Kota Sorong Karel Gefilem mewakili Pj Wali Kota Sorong menyambut baik aspirasi para pedagang Pasar Modern Rufei. “Kami telah menerima aspirasi ini. Apa yang disampaikan bapak-ibu sekalian akan ditindaklanjuti oleh pemerintah,” ucapnya. “Karena pak Penjabat Wali Kota Sorong tidak di tempat, lagi mengikuti rapat yang tidak bisa ditinggalkan, jadi bapak-ibu pulang dahulu, nanti kami akan koordinasi dulu,” sambungnya.
Menanggapi permintaan Plh Sekda, para pedagang serempak menolak. “Tidak!, Kami mau hari ini langsung action, jangan janji-janji saja, karena awal bulan juga bilang begitu tapi tidak dibubarkan,” tukas salah satu pedagang. Sekitar pukul 14.00 WIT, para pedagang ini meninggalkan kantor Wali Kota Sorong. (zia)















