Bahas Beberapa Masalah, Tito Minta Pemda Maybrat Agar Pengungsi Segera Ditangani
SORONG-Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (13/10) di Hotel Aston Sorong.

Dari Pantauan Radar Sorong, Rapat yang digelar tertutup tersebut dihadiri Pj Gubernur Papua Barat Daya Mohammad Musa’ad, Pj Wali Kota Sorong Septinus Lobat, Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso, Pj Bupati Maybrat Bernhard Rondonuwu dan Bupati Sorong Samsudin Anggiluli.


Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian usai menemui kepala daerah Se-Papua Barat Daya mengatakan bahwa ada beberapa poin masalah yang disampaikan, yang pertama terkait masalah inflasi, pengungsian masyarakat di Kabupaten Maybrat dan Pelantikan MRP.
“Pertemuannya intinya yang pertama mengenai masalah penanganan inflasi di Papua Barat Daya relatif cukup baik tapi saya minta karena sangat dinamis jadi perlu dijaga,” katanya.
Menurutnya, Tiap daerah memiliki satgas, jadi tolong cek seluruh pasar. Tinggal tugaskan saja, buat tim kecil saja dibiayai secara reguler dinas perdagangan setiap kabupaten/kota. Setelah itu turun saja ke pasar. Ada 9 sampai 12 bahan pokok.
“Kemudian masukan dalam group WhatsApp, ada yang naik maka di cek. Naik karena apa, apakah suplai yang kurang karena gangguan cuaca atau karena akses jalan. Banyak disiasati oleh TNI/Polri, kemudian bantuan logistik dan subsidi anggaran dari APBD,” katanya.
“Jangan didiamkan, jika terjadi kenaikan harga. Tapi cari penyebabnya dan kemudian lakukan langkah untuk mengatasi itu,” sambungnya.
Kedua, Lanjut Mendagri pada pertemuan tersebut membahas terkait diversifikasi pangan. Yang mana Mendagri mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi makanan pokok umbi-umbian dibandingkan beras.
“Saya paham bahwa wilayah timur banyak bahan berlimpah karbohidrat, tidak hanya berbasis beras. Kita disini suka papeda, talas keladi, sukun. Maka perlu di modifikasi, undang ahli-ahli kuliner supaya makanan bisa menarik dan disukai masyarakat. Tidak tergantung pada beras,” tegasnya.
Yang ketiga, kata Mendagri membahas terkait informasi adanya pengungsi yang ada di Maybrat.
“Ini juga perlu diselesaikan, di cari, di data, di bantu dan kemudian upayakan untuk koordinasi dengan TNI-Polri, pengembalian situasi keamanan, kalau sudah pulih kembali betul. Mereka dibantu untuk kembali,” tegasnya.
“Kalau bisa sebelum natal, mereka sudah kembali. Untuk data pengungsi ada perbedaan dari Komnas HAM 5.000 sekian dan Pemerintah Daerah bahwa ada yang sudah kembali. Saya sudah minta Pemda provinsi dan Pemda Maybrat membuat tim bersama dan melakukan pendataan by name, by address,” sambungnya.
Kemudian, Mendagri juga meminta Pj Gubernur dan Pj Bupati Maybrat, Kalau di titik-titik yang diyakini sudah aman di Maybrat berdasarkan analisis intelejen. Maka masyarakatnya didorong untuk kembali.”Nah, kalau lokasi itu belum aman dan perlu aparat keamanan maka otomatis perlu dijaga,” katanya.
Lanjutnya, Tapi hingga saat ini secara bertahap situasi keamanan semakin lama, semakin baik. Pengembalian pengungsi juga disesuaikan dengan kondisi prediksi keamanan.
Mendagri Tito juga menambahkan bahwa terkait Pelantikan MRP Provinsi Papua Barat Daya, nanti dirinya akan diskusikan setelah kembali ke Jakarta.
“Saya akan rapat mengenai MRP apakah sudah tidak ada masalah. Kalau sudah tidak ada masalah lagi, maka kita akan selesaikan dengan cepat,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Maybrat Bernhard Rondonuwu mengatakan bahwa pihaknya telah ke beberapa titik pengungsian. Namun, ada beberapa titik yang lokasinya sulit dijangkau, karena terkendala infrastruktur jalan. Tetapi pihaknya akan melakukan pengecekan kembali.
“Saya sudah lapor ke pak menteri nanti ada tindak lanjut pemerintah untuk itu,” pungkasnya.(zia)














