
SORONG-Kementerian Sosial RI melalui Balai Besar Kemensos RI Regional VI akan membentuk lumbung sosial di Kabupaten Raja Ampat guna mengantisipasi dampak dari terjadinya bencana alam dan bencana sosial.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Kemensos RI Regional VI Jayapura, Jhon Mempioper pada Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sinergitas Pembentukan Lumbung Sosial, Dalam Penanganan Bencana di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2023.
Kepala Balai Besar Kemensos RI Regional VI Jayapura, Jhon Mempioper mengatakan bahwa di beberapa wilayah Regional VIny memiliki posisi strategis secara geografis, resiko bencana tinggi yakni Regional Papua Maluku yang rawan bencana gempa bumi, tsunami dan lainnya, bencana bukan saja dari bencana alam ada juga bencana non alam yakni bencana sosial.
Lanjutnya, Dengan latar belakang tersebut dibutuhkan langkah strategis yakni pelayanan darurat bagi korban bencana, perlu disikapi dalam rangka meminimalisir resiko munculnya berbagai permasalahan sosial lain pasca bencana seperti konflik sosial dan keterlantaran, percepatan pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana.
“Pembentukan lumbung sosial di 4 Provinsi DOB di Tanah Papua termasuk Kabupaten Raja Ampat. Karena Lumbung sosial mempercepat dan memangkas waktu tempuh distribusi logistik bantuan korban bencana. Lumbung sosial ini penting sekali dalam rangka antisipasi respon bencana bagi korban bencana yang terjadi di Papua seperti bencana alam banjir, longsor dan bahkan bencana non alam yang sering terjadi dibeberapa tempat,” katanya, Jumat (13/10).
Sementara itu, Sekda Kabupaten Raja Ampat Dr. Yusuf Salim M.Si menyambut baik FGD yang dilaksanakan oleh Balai Besar Kementerian Sosial RI Regional VI Jayapura dan berharap dapat menentukan tempat lumbung sosial melalui FGD yang tengah dilakukan.
“Atas nama pemerintah daerah kami menyambut baik rencana lumbung sosial dari Kementerian Sosial dan kali ini telah dilaksanakan FGD untuk menentukan tempat dan mekanisme lumbung sosial tersebut nantinya,”katanya.
Menurutnya, adanya lumbung sosial sangat membantu pemerintah daerah Raja Ampat dalam mengantisipasi bencana alam dan sosial yang terjadi di wilayahnya.
“Apa yang digagas oleh Kementerian Sosial kali ini sangat baik guna mengantisipasi dampak terjadinya bencana di Raja Ampat dan memperpendek penyaluran bantuan saat adanya bencana,”katanya.
Kemudian, Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya Mananwil Paul Finsen Mayor mengatakan bahwa masyarakat Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan juga Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sangat mendukung penuh niat baik Kemensos.
“Kami sebagai Dewan Adat Papua mendukung penuh Balai Besar Kemensos RI Regional VI membentuk lumbung sosial ini,”ungkapnya.(zia)















