Kolonel Rachmat Jabat Dandim 1 Tahun 8 Hari

MANOKWARI – Kolonel Inf Rachmat Christanto menjabat sebagai Dandim 1801/Manokwari selama 1 tahun 8  hari dan digantikan dengan Letkol Inf Sukur Hermanto. Kolonel Inf Rachmat Christanto mendapat jabatan baru di Asisten Perencanaan Markas Divisi 1 Kostrad Cilodong Depok.

  Pada lepas sambut Dandim 1801/Manokwari, Kolonel Inf Rachmat Christanto mengatakan perjalanan sejak dilantik menjadi Dandim 1801 Manokwari pada 28 Maret 2022 lalu, banyak dinamika di bidang kemanan, namun semua bisa teratasi dengan baik.

“Semua berjalan dengan lancer, tidak ada hal menonjol yang tidak dapat kita selesaikan. Semua permasalahan bisa terselesaikan,” ujarnya, Rabu (5/4).

Ia menjelaskan selama bertugas sebagai Dandim 1801 Manokwari, masih membawahi tiga kabupaten namun saat ini sudah tidak lagi dan hanya tersisa Manokwari.

“Sebelumnya ada Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan dan Manokwari. Sekarang sudah ada Kodim sendiri,” jelasnya.

*Letkol Inf Sukur Hermanto terima Pesan dari Panglima*

Dandim 1801/Manokwari yang baru, Letkol Inf Sukur Hermanto menerima pesan langsung dari Panglima Kodam XVIII/Kasuari usai dilantik, Selasa (4/4) kemarin.

  Sukur menyebutkan Panglima Kodam meminta untuk segera menyesuaikan diri dengan satuan, rekan kerja dan partner secara umum di wilayah Manokwari. Selain itu, Panglima juga meminta untuk segera mengenali dan melakukan pendekatan-pendekatan wilayah sehingga bisa melaksanakan tugas secara terintegrasi.

“Pangdam meminta untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang melibatkan semua instansi,” ujarnya usai lepas sambut.

  Ia menuturkan untuk soal kemanan, harus benar-benar dijaga sebab itu sesuatu yang sangat mahal.

“Menjaga keamanan dengan melakukan sinergitas dengan pemerintah daerah dan forkopimda yang memiliki peran dalam menjaga keamanan di Manokwari,” tuturnya.

  Oleh karena itu, Kata Dandim pihaknya akan mengajak semua aspek dari unsur pemerintahan dan masyarakat untuk menjaga kondusifitas keamanan.

“Hal ini agar pemerintah bisa menjalankan pembangunan sesuai yang direncanakan,” katanya.

 Ia menyebutkan inovasi apa yang akan dilahirkan, hal tersebut akan muncul setelah melihat situasi dan kondisi wilayah terlebih dahulu.

 “Apa yang bisa kita lakukan untuk masyarakat, pemerintah dan organisasi yang lain tentunya akan kita coba untuk menemukan solusi-solusi atau alternatif pilihan bertindak dalam mengatasi apabila mengalami kesulitan,” pungkasnya. (bw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!