Penjual masker berlomba-lomba promosi agar dagangannya lalu. Obral Masker Rp 20.000”, Obral Masker 20k” dan sebagainya, merupakan salah satu upaya penjual untuk menarik minat pembeli, namun realitanya penjualan masker jauh menurun, seiring dengan menurunnya kepatuhan akan kewajiban memakai masker.
Salah seorang penjual masker yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan Basuki Rahmat Km 12 Kota Sorong, Wanda, mengaku meski pembeli masker berkurang jauh dibanding awal-awal pandemic Corona, namun masih tetap aja ada yang singgah di tempat jualannya untuk membeli masker. “Alhamdulillah, masih ada yang beli, meski tidak banyak,” kata Wanda dalam bincang-bincang dengan Radar Sorong, Minggu (21/11) siang.
Mulai bersiap untuk jualan dari pagi sekitar pukul 06.30 WIT, paling lambat pukul 07.30 WIT, hingga sore menjelang malam, pemasukan dari penjualan masker kini paling banyak seratusan ribu rupiah. Masker medis dijualnya Rp 5.000 perlembar, masker merk Sensi perlembar dijualnya juga dengan harga Rp 5.000. Sementara masker kain bercorak gambar Cenderawasih dan motif-motif lainnya, dijual seharga Rp 10.000 perlembar, beli 2 korting harga jadi Rp 15.000. “Hari Minggu begini sepi, jarang yang beli,” kata Wanda sembari menambahkan saat hari-hari kerja biasanya yang singgah beli masker bila warga hendak ke RSUD Sele Be Solu yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempatnya berjualan, maupun pegawai yang hendak pergi kerja.
Kendati dagangannya tidak semenarik lagi saat awal-awal pandemic Covid-19, namun Wanda tetap berjualan membantu orang tuanya yang juga berjualan masker di pinggir jalan diseberang tempat jualannya ini. Apalagi hingga kini Wanda yang bersekolah di Kelas VIII sekolah menengah pertama swasta di wilayah Km 12 Masuk masih sekolah online, sehingga waktunya digunakan untuk membantu orang tuanya berjualan masker mencari rejeki.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat, Arnold Tiniap mengatakan, saat ini hanya ada dua cara penanganan pandemi Covid-19, selain dengan kepatuhan protokol kesehatan, juga dengan vaksin. “Saya selalu sampaikan, kita jangan lengah, pandemi ini belum selesai. Kalau pandemi ini sudah dapat dikendalikan bila seluruh negara berada pada level yang sama atau level 1, tuturnya.
Direktur RSUD Provinsi Papua Barat ini menuturkan, penyebaran virus corona mengikuti pergerakan manusia. “Pandemi ini terjadi di seluruh dunia dan semua negara sudah terhubung atau terkoneksi. Kalau ada negara yang kasus positifnya masih tinggi, maka kita harus tetap waspada. Kunci mengendalikan pandemi hanya dua, protokol kesehatan dan vaksin,” tandasnya.
Di Kota Sorong, capaian vaksinasi Covid-19 hingga 17 November 2021, dari 203.408 warga yang merupakan sasaran vaksinasi Covid-19, sebanyak 88.930 orang (43,72%) sudah menerima vaksin dosis pertama, dan 60.436 warga sasaran sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (29,71%). Cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Sorong ini tentunya masih dibawah target 50 persen sasaran telah tervaksin di akhir November yang dicanangkan saat rakor percepatan vaksinasi yang digelar di Vega Hotel Kota Sorong, awal pekan lalu. Karena itu, butuh kerja keras seluruh stakeholder terkait untuk mencapai target vaksinasi 50 persen di akhir November dan 70 persen di akhir November 2021 mendatang. (ian)












