• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Senin, 24 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Kampung Inggris Berangkatkan 2 Angkatan ke Luar Negeri

by admin
24 Oktober 2022
in Berita Utama
0
Kampung Inggris Berangkatkan 2 Angkatan ke Luar Negeri

Bupati Sorong, Yan Piet Moso saat mengungjungi Kampung Inggris.

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pj Bupati Sorong : Kami Masih Butuh 535 Guru

AIMAS – Pj. Bupati Sorong Yan Piet Mosso dalam paparan kepala daerah saat Raker Bupati/Walikota se-Papua Barat mengungkapkan di Kabupaten Sorong telah membangun kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan yang melahirkan Kampung Inggris. “Di kampung ini sejumlah anak asli Papua dididik dengan bahasa asing antara lain bahasa Inggris dan Mandarin. Sebanyak 2 angkatan sudah diberangkatkan ke luar negeri untuk studi lanjutan sebagai komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan dan orang asli Papua,” jelasnya.

Berita Terkait

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
38
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
54
Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

16 Agustus 2026
888

Sebagai catatan, di seluruh tanah Papua, program Kampung Inggris hanya ada di Kabupaten Sorong yang saat ini tengah mendidik 78 siswa orang asli Papua (OAP). Selain itu, ada juga Rumah Singgah yang dimanfaatkan sebagai tempat pelatihan kepemimpinan dan penggalian potensi diri bagi para peserta. “Saat ini sedang digembleng anak-anak OAP khususnya asli Moi dengan berbagai keterampilan salah satunya keterampilan komputer dan meluluskan 30 orang siswa asli Moi pekan lalu,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

Dikatakannya, pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas di Kabupaten Sorong. Dana dari berbagai sumber digelontorkan untuk pembangunan sector pendidikan, salah satu sumber dana yang digunakan adalah dana bagi hasil (DBH) Migas Otsus bagi total 929 peserta didik dari PAUD hingga perguruan tinggi. Selain itu, penyediaan angkutan khusus yang digratiskan bagi siswa-siswi Kabupaten Sorong sebanyak 33 unit yang tersebar di berbagai distrik.

Pada tahun anggaran 2022, Kabupaten Sorong menganggarkan dana BOSDA sebesar total Rp 5,7 miliar untuk Sekolah Dasar dan SMP se-Kabupaten Sorong. Melalui dana tersebut, Pemkab Sorong berhasil menyelenggarakan pendidikan gratis bagi 14.803 murid SD dan 5.535 murid SMP di seluruh Kabupaten Sorong. Saat ini tenaga guru kontrak yang di biayai dengan dana Otsus tercatat sebanyak 99 orang yang tersebar di SD dan SMP di seluruh wilayah Kabupaten Sorong. Sedangkan data tahun 2022 jumlah total guru di Kabupaten Sorong dengan status PNS sebanyak 1.140 orang, P3K sebanyak 297 orang, dan non PNS sebanyak 358 orang.

Pj. Bupati Sorong, Yan Piet Mosso dalam paparan kepala daerah saat Raker Bupati/Walikota se-Papua Barat mengatakan jumlah guru ini masih sangat kurang untuk melayani seluruh sekolah di Kabupaten Sorong. “Kami masih butuh sekitar 535 guru yang harus didistribusikan ke seluruh SD dan SMP yang tercatat total sebanyak 196 SD dan 46 SMP,” papar Yan Piet Mosso.

Pj Gubernur Papua Barat Paulus Watterpauw.

68.988 Anak Putus Sekolah, Pj Gubernur PB : Faktor Ekonomi

Sebanyak 68.988 siswa jenjang SD/SMP hingga SMA/SMK di Provinsi Papua Barat dilaporkan putus sekolah. Salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah ini karena faktor ekonomi.
“Banyak anak-anak asli Papua yang putus sekolah. Dari data 68.988 anak putus sekolah,” tutur Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw.

Waterpuw menuturkan, faktor ekonomi orang tua siswa menjadi salah satu penyebabnya. Bupati dan wali kota pun diimbau segera mencari solusi terbaik agar para siswa bisa kembali melanjutkan pendidikan. “Jadi kita mau diskusikan dengan para bupati/wali kota untuk mencari solusi. Banyak faktor penyebabnya, antara lain dari faktor ekonomi orang tua,” ungkapnya. Menurutnya, pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Papua Barat. Hal ini juga berdampak pada masa depan anak-anak di dunia kerja.

Ia mengkhawatirkan, tingginya anak putus sekolah bisa berdampak pada peningkatan angka pengangguran di Papua Barat di masa mendatang. “Namun dengan kondisi ini bagaimana anak-anak kita mau bekerja. Masalah pendidikan Itu merupakan topik utama yang harus kita bahas dan selesaikan,” tegasnya.

Sementara itu, akademisi Universitas Papua (Unipa) Agus Sumule mengaku miris dengan tingginya angka anak putus sekolah di Papua Barat. Hal ini harus segera menjadi perhatian serius pemerintah. “Data yang saya paparkan 68.988 anak tidak menyelesaikan sekolah di Papua Barat, merupakan data yang tiap tahun dikeluarkan oleh Kemendikbudristek,” ungkap Agus Sumule seperti dilansir detikcom, Sabtu (22/10).

Dari data yang diterima, Agus Sumule merincikan, dari total 68.988 anak yang tidak dapat menyelsaikan pendidikan tersebar di 13 kabupaten/kota di Papua Barat. Rinciannya, ada 24.725 di antaranya merupakan siswa jenjang SD, lalu tingkat SMP sebanyak 25.326 orang dan tingkat SMA/SMK sebanyak 18.938 orang. “Di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni merupakan penyumbang terbesar anak tidak sekolah sebanyak 5.598. Selanjutnya Kabupaten Kaimana dengan jumlah anak tidak bersekolah sebanyak 4.588, dan Kabupaten FakFak sebanyak 4.318 anak tidak bersekolah,” urai dia.

Sementara di wilayah Kabupaten Manokwari, lanjut Agus, penyumbang terbesar angka anak tidak bersekolah, sebanyak 12.804. Kemudian Kabupaten Pegunungan Arfak dengan 8.508 anak tidak bersekolah. Sedangkan di urutan ketiga, Kota Sorong dengan jumlah 6.577 anak tidak bersekolah. “Di sisi lain penyumbang anak putus sekolah terendah adalah Kabupaten Tambrauw dengan angka 1.061 anak tidak bersekolah. Total keseluruhan anak putus sekolah se-Provinsi Papua Barat, 68.988 anak putus sekolah,” papar Dosen Ilmu Kependudukan Unipa ini. Agus menegaskan untuk mengatasi permasalahan ini ada tiga hal yang penting yang patut jadi perhatian. Salah satunya, meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak, terjangkaunya akses sekolah, dan ketiga pentingnya tenaga guru merata dan berkualitas. “Bicara pendidikan, maka setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak sesuai yang diamanatkan UU 1945. Masalah guru yang paling utama untuk kita tuntaskan. Hanya para pendidik yang bisa menyelesaikannya, bukan media sosial atau youtube. Hanya guru yang menyelesaikannya,” tutupnya. (ayu/**/ sar/tau/detikcom)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertamina Ajak Masyarakat Awasi BBM dari Mafia

Next Post

Warga Bijak Taat Bayar Retribusi Sampah

Related Posts

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card
Berita Utama

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
38
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara
Berita Utama

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
54
Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak
Berita Utama

Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

16 Agustus 2026
888
Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu
Berita Utama

Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu

14 Agustus 2026
206
Warga Sipil di Maybrat Diduga Ditembak, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Sele Be Solu
Berita Utama

Warga Sipil di Maybrat Diduga Ditembak, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Sele Be Solu

14 Agustus 2026
597
Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!
Berita Utama

Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

11 Agustus 2026
102
Next Post
Warga Bijak Taat Bayar Retribusi Sampah

Warga Bijak Taat Bayar Retribusi Sampah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

24 Agustus 2026
“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

24 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!