Isra & Mi’raj dan Fungsi Pembinaan Badan Kesejahteraan Masjid ( BKM)

Oleh: Prof Dr Hamzah Khaeriah (Rektor IAIN Sorong)

 BAGI umat Islam, peristiwa Isra Mi’raj adalah peristiwa yang  hanya terjadi pada  diri Nabi Muhammad SAW dan menjadi bagian dari Mujizat.

 Peristiwa ini hanya dapat diterima dengan pendekatan iman. Dengan keimanan, maka peristiwa ini tidak sekedar menjadi undangan biasa dari Allah tetapi undangan yang sangat luar biasa.

  Para Ulama  menjelaskan bahwa shalat  lima waktu yang menjadi kewajiban bagi umat Islam, adakah diperoleh dari peristiwa ini. Karena itu, problema keimanan, dapat diselesaikan dengan menjalankan shalat dengan baik dan benar.  Karenanya, memang pendekatan rasional, oleh sebahagian ulama menyatakan tidak bisa didrjati

dilakukan. Alasannya adalah bahwa akal memiliki keterbatasan dan juga peristiwa ini tidak bisa diulang dan diamati oleh orang lain.

Meskipun begitu, terutama shalat dapat didekati dengan pendekatan rasional dengan segala keterbatasan.

Alquran menyebut fungsi shalat bagi pelakunya adalah, mencegah perbuatan keji dan mungkar. Perbuatan secara faktual, kedua perbuatan ini berada dalam kehidupan sosial.

  Dalam Islam selain perbuatan yang tampak seperti dalam ranah sosial, juga menyebut re fabg perbuatan hati. Hati memilikin fungsi  yang sangat dominan dalam pelaksanaan suatu perbuatan.

 Salah satu fungsi hati adalah tempat yang biasa dikenal dengan niat telah berdomisili. Kembal kepada  shalat. Ada ulama berpandangan bahwa fungsi shalat secara sosial  adalah mengatur tertib individu,   keluarga dan   sosial.

 Dalam.kehidupan sosial, misalnya. shalat mengambil tempat pada pembinaan jamaah yang terlaksana di masjid dan mushallah melalui shalat jamaah. Shalat jamaah, tidak secara otomatis bisa mendorong  masyarakat untuk menegakkan fungsi shalat. Tapi kehadiran Badan Kemakmuran Masjid atau BKM memiliki  peran yang sangat besar. BKM ibarat penyedia  dan pelayan super market, sementara para konsumen  adalah jamaah yang memilih masjid untuk beribadah.

 Terdapat produk yang ditawarkan oleh pengelola supermarket kepada konsumen dan juga teknik- teknik pelayanan yang mereka persiapkan dengan matang.

 Nah, bagaimana tingkat kepuasan konsumen dalam mengunjungi supermarket, dan juga berapa besar manfaat yang dirasakan dan inspirasi yang diperoleh konsumen adalah hasil dari pada aspek manajemen yang dikembangkan okeh pengelola supermarket.

 Nah, bagaimana kehidupan umat Islam dalam konteks  fungsi shalat,  tentu butuh penelitian tersendiri. Alquran sendiri mendorong umat Islam, agar memilih pakaian yang dipandang sebagai “perhiasan” setiap memasuki masjid.

Terdapat ulama yang memahami gagasan ” perhiasan” sebagai cermin  bahwa masjid harus mendorong jamaahnya membedakan pakaian yang sekedar biasa dan pakaian yang berskala perhiasan.

 Pakaian yang dimaksud ini berskala perhiasan tentu suci, terhormat, memenuhi standar menutup aurat, tidak  pamer, dikenakan sebagai rasa syukur, dan tidak berlebih-lebihan.

 Jadi konsep pakaian dalam arti kerhiasan, tidak sekedar pada bagian jadi  tampilan tapi terkait dengan pola pikir dan sikap dari pemakainya.

 Nah, tadi diuraikan bahwa peran BKM sangat strategis.  Karenanya BKM, secara konseptual bisa dikatakan bahwa cara berpikir jamaah.masjid  sangat dipengaruhi oleh manajemen BKM

 Dalam Alquran pada  surat Al Isra ayat (1)  yang diakui sebagai dalil tentang pelaksanaan  Isra sebagai rangkaian untuk Mi’raj, disebutkan ada dua kali masjid. Yakni masjid al Haram di Mekah dan masjid al Aqsha di  Palestina. Penyebutan kedua masjid ini, dapat dipahami bahwa shalat yang kelak  akan  menjadi  bagian Isra dan mi’raj, sangat terkait fungsional sosiologisnya dengan manajemen masjid.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!