SORONG — Mantan Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau, menegaskan bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh keberanian pemimpin dalam mengambil keputusan dan bertindak nyata, bukan sekadar wacana.
Dalam penyampaiannya, ia mengajak masyarakat bersyukur atas perjalanan usia Kota Sorong yang dinilainya telah cukup matang untuk menentukan arah pembangunan.
Ia mengibaratkan usia tersebut seperti seseorang yang sudah siap memikul tanggung jawab rumah tangga.“Pemerintahan ini kan untuk mengurus rumah tangga. Jadi semua yang ada di Kota Sorong ini, termasuk gedung-gedung, tidak jatuh dari langit. Ada pemimpin yang punya gebrakan dan berani mengambil sikap,” ujarnya.
Ia menegaskan visinya sejak awal menjabat adalah menjadikan Sorong sebagai kota termaju di Tanah Papua. Menurutnya, posisi Papua Barat Daya yang berada di wilayah kepala burung Papua memiliki potensi berkembang lebih cepat dibanding daerah lain, asalkan dipimpin sosok yang berani.
Lambert juga memaparkan sejumlah langkah besar yang pernah diambilnya, termasuk pembangunan jalan dua jalur dari Kilometer 12 hingga Kilometer 18 yang membutuhkan biaya ganti rugi lahan lebih besar daripada pembangunan fisik.
Selain itu, ia menyinggung pembenahan Bandara Deo yang dilakukan tak lama setelah dirinya dilantik. Meski anggaran daerah saat itu masih terbatas, ia mengaku tetap berani mengambil keputusan strategis demi kemajuan kota.Ia juga menyebut perannya dalam menghadirkan perhatian pemerintah pusat, termasuk membawa Presiden Joko Widodo berkunjung langsung ke Sorong untuk melihat kebutuhan pembangunan bandara dan pelabuhan.
“Kalau saya tidak bawa beliau, tidak mungkin perubahan itu terjadi. Keberanian itulah yang saya buat,” katanya.
Menurutnya, pembangunan pelabuhan menjadi kunci karena Sorong merupakan pintu gerbang distribusi logistik menuju seluruh Papua, mulai dari barang yang datang dari Jawa hingga Makassar sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah.
Lambert juga menyinggung proyek reklamasi pantai seluas puluhan hektare yang kini menjadi ikon baru daerah dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai kota seperti Wamena hingga Merauke.
Lambert menekankan bahwa kepemimpinan harus diwujudkan melalui tindakan nyata demi kesejahteraan masyarakat, bukan hanya melalui pidato.
“Jangan datang menikmati sejarah, tapi jadilah pelaku sejarah,” pesannya.
Di akhir pernyataannya, Lambert kembali menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pemerintahan, distrik, hingga infrastruktur lainnya dilakukan sebagai fondasi agar Sorong terus bergerak maju sebagai pusat pertumbuhan di wilayah kepala burung Papua.Ia berharap para pemimpin selanjutnya mampu melanjutkan semangat keberanian tersebut demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.(zia)















