SORONG– Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditunjukkan Ikatan Pemuda Sulawesi Utara (IPSU) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melalui aksi penggalangan dana di Kota Sorong.
Aksi kemanusiaan tersebut digelar selama tiga hari di kawasan Lampu Merah Kilometer 10, Kota Sorong. Dari kegiatan itu, IPSU PBD berhasil menghimpun dana sebesar Rp20,2 juta.
Selain menggalang dana tunai, IPSU juga mengumpulkan pakaian layak pakai dari sub-sub organisasi yang tergabung dalam IPSU di wilayah Papua Barat Daya.
Seluruh bantuan kemudian diserahkan kepada Ikatan Keluarga Lamaholot (IKL) Kota Sorong untuk selanjutnya diteruskan kepada masyarakat di Flores yang terdampak bencana.

Bantuan tersebut diterima Ketua Umum IKL Kota Sorong, Korneles Kopong Ola, bersama jajaran pengurus IKL. Dalam penyerahan bantuan itu turut hadir Ina Tena Amir, Bendahara I IKL, serta Agata Ure Wukak, S.M., Bendahara II IKL Kota Sorong.
Ketua Umum IPSU Papua Barat Daya, Jakson Samo, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus solidaritas masyarakat di tanah rantau terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah.
Menurut Jakson, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh dibatasi oleh perbedaan suku maupun daerah asal.
Ia berharap organisasi paguyuban yang ada di Kota Sorong dan Papua Barat Daya dapat terus membangun kebersamaan dan saling membantu. “Harapan kami sebagai organisasi, mari kita buka lapang dada. Mari selalu berkolaborasi dan bergandengan tangan. Jangan kita melihat dari suku mana pun, tetapi mari kita menjadi satu di sini,” ujar Jakson.
Ia berharap bantuan yang telah dikumpulkan, termasuk pakaian layak pakai, dapat segera sampai kepada masyarakat di Flores dan memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. “Kami berharap bantuan ini mudah-mudahan bisa sampai di Flores. Pakaian layak pakai juga masih bisa dipergunakan. Kami dari Ikatan Pemuda Sulawesi Utara tetap ada apabila dari suku lain membutuhkan bantuan,” katanya.
Sementara itu, Pembina sekaligus pendiri IPSU Papua Barat Daya, James Nixon Senewe, menjelaskan bahwa aksi penggalangan dana dilakukan selama tiga hari.
Menurutnya, dari aksi tersebut IPSU berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp20.200.000. Bantuan juga diperkuat dengan pakaian layak pakai yang dikumpulkan dari sub-sub organisasi IPSU. “Selama tiga hari kita telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp20.200.000.
Di samping itu, dari sub-sub IPSU yang tergabung di Papua Barat Daya juga ada yang membawa pakaian layak pakai untuk disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana di NTT,” jelas James.
Dari pihak IKL Kota Sorong, Bidang Kumham IKL, Wikris Ribu, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Sorong yang telah menunjukkan simpati dan empati melalui aksi penggalangan dana tersebut.
“Atas nama keluarga Lamaholot, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat Papua Barat Daya, khususnya Kota dan Kabupaten Sorong, atas simpati dan rasa empati melalui aksi Lampu Merah,” ungkap Wikris.
Ia berharap bantuan yang telah dikumpulkan dapat segera direalisasikan dan diterima oleh masyarakat di NTT yang terdampak bencana.
Wikris juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat di Flores. Berdasarkan informasi yang diterima, aktivitas gempa bumi masih terjadi dengan intensitas sedang hingga kecil.
“Kami merasa sedih untuk saudara-saudara kami di sana. Dari tanah rantau kami selalu mengirimkan doa untuk mereka. Semoga badai ini cepat berlalu dan bencana gempa bumi ini secepatnya segera berakhir,” tuturnya.
Aksi penggalangan dana IPSU Papua Barat Daya menjadi bentuk nyata solidaritas masyarakat perantauan di Kota Sorong terhadap korban bencana di NTT.Selain membantu meringankan beban masyarakat terdampak, aksi tersebut juga menunjukkan kuatnya semangat persaudaraan dan gotong royong lintas suku di Papua Barat Daya.(zia)














