• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Sabtu, 15 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Hari Anak Nasional, Momentum Melindungi Generasi

by admin
27 Juli 2022
in Feature
0
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti

(The Voice of Muslimah Papua Barat)

Indonesia memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli setiap tahunnya. Hari Anak Nasional 2022 merupakan perayaan ke-39 sejak ditetapkan pada 19 Juli 1984. Ketentuan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional. Pada tahun ini, pemerintah mengambil tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Pemerintah memang telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi anak dari kekerasan. Di antara regulasi yang mengatur hal ini ialah UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 82/2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan.

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
168

Pemerintah juga sudah menetapkan program yang bertujuan melindungi anak dari kekerasan, seperti Sekolah Ramah Anak, Kota Layak Anak, Pendidikan Karakter, dan Revolusi Mental. Namun, beragam upaya tersebut belum mampu mengikis maraknya kekerasan terhadap anak. Di manakah letak kesalahannya?

ADVERTISEMENT

Generasi Terancam

Dilansir dari Child Help, kekerasan pada anak atau child abuse adalah ketika seseorang, baik melalui tindakan atau berniat untuk bertindak, yang menyebabkan cedera, kematian, kerugian emosional, atau risiko cedera serius pada anak. Mengabaikan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak seperti makanan, pakaian, dan perawatan kepada anak, juga termasuk sebagai tindakan kekerasan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat jumlah kasus pelanggaran hak anak selama 2021 mencapai 5.953 kasus, 859 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual. Ketua KPAI Susanto merinci, dari 5.953 kasus itu dibagi menjadi kasus Pemenuhan Hak Anak sebanyak 2.971 kasus, dan Perlindungan Khusus Anak 2.982 kasus.

Kebanyakan kasus yang terjadi pada anak umumnya dilakukan oleh orang terdekat, seperti teman seumuran, tetangga, oknum pendidik, hingga saudara dan orang tuanya sendiri. Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor:

Pertama, faktor keimanan. Keimanan adalah pondasi yang kuat bagi manusia, agar bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tanpa adanya keimanan, manusia tidak merasa takut ketika melakukan perbuatan yang melanggar aturan agama. Apalagi, sistem sekularisme yang dianut negara ini, membuat manusia memisahkan antara aturan agama dan aturan kehidupan. Manusia bebas berbuat apa saja, dan agama tidak boleh mengatur.

Kedua, faktor keluarga. Pola pengasuhan orang tua sejak anak masih kecil akan berpengaruh kuat ketika anak sudah dewasa. Misal semenjak kecil, orang tua terbiasa melakukan kekerasan saat anak bermasalah. Maka nanti ketika dia bermasalah dengan temannya, akan melakukan kekerasan juga, karena itulah yang diajarkan oleh orang tuanya. Hal itu bisa jadi terus berlanjut sampai anak dewasa dan berkeluarga.

Ketiga, faktor kemiskinan dan pengangguran. Kondisi hari ini, kemiskinan semakin merajalela. Tingginya angka pengangguran juga terus mengancam. Kondisi ini membuat banyak orang tua yang stres, dan imbasnya anak menjadi pelampiasan. Tak jarang melakukan kekerasan secara fisik dan psikis kepada anak.

Ketiga, kondisi lingkungan tempat tinggal juga sangat mempengaruhi. Tidak adanya rasa kepedulian dan individualisme, membuat masyarakat tidak peka dan acuh terhadap orang lain. Hal ini membuat aksi kejahatan dan kekerasan terhadap anak akan terus berulang karena dibiarkan.

Keempat, adanya pengaruh internet dan media sosial. Apa yang dilihat dan ditonton, pasti sangat mempengaruhi pemikiran manusia. Banyak sekali aksi kejahatan dan kekerasan terhadap anak yang dilakukan terinspirasi dari apa yang sudah diakses, misal dari membaca tulisan, film, game, dll.

Kelima, hukuman yang diberikan kepada pelaku tidak tegas dan tidak memberikan efek jera. Akhirnya terus terulang dengan kasus yang sama.

Solusi Islam

Islam adalah solusi bagi semua permasalahan yang menimpa manusia. Termasuk dalam kasus kejahatan dan kekerasan yang menimpa generasi, atau yang pelakunya adalah generasi itu sendiri. Semua mempunyai peranan yang penting dalam menjaga dan menyelamatkan generasi. Dimulai dari peran keluarga, masyarakat, juga negara.

Dalam Islam, keluarga harus menjadi garda terdepan yang melindungi generasi, bukan malah menjadi pihak yang menyakitinya. Akidah Islam juga harus dijadikan landasan dalam membangun keluarga, sehingga terbentuk keluarga yang saling mencintai dan melindungi dalam ketaatan kepada Allah. Begitu juga masyarakat sekitar harus menjadi tempat yang kondusif, sekaligus sebagai kontrol sosial bagi generasi.

Dalam pandangan Islam, negara harus tampil sebagai junnah (perisai) bagi masa depan generasi. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang imam (pemimpin) itu adalah perisai. Seseorang akan berperang dibelakangnya (mendukung), dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Muslim no.3428).

Sebagai bentuk perlindungan, negara harus memblokir semua tayangan (televisi atau media sosial) dan buku bacaan yang mengandung konten kekerasan dan pornografi. Budaya dan pemahaman Barat yang merusak pemikiran manusia dan mengancam generasi, semua tidak boleh dibiarkan masuk kedalam negeri. Negara juga akan menghukum siapapun yang melakukan tindak kekerasan dan kejahatan terhadap generasi, siapapun pelakunya.

Sungguh miris nasib generasi saat ini. Hari Anak Nasional seharusnya menjadi momentum bagi negara untuk menyelamatkan dan melindungi nasib generasi. Namun, hal itu mustahil terwujud di dalam sistem kapitalisme sekuler saat ini. Generasi akan terlindungi secara maksimal jika diterapkan sistem aturan Islam didalam lingkup keluarga, masyarakat, dan negara.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Disperindag PB Siap Terima Investor Pabrik Pakan Ternak

Next Post

250 Casis Sah jadi Prajurit TNI AL

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
168
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
250 Casis Sah jadi Prajurit TNI AL

250 Casis Sah jadi Prajurit TNI AL

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Ketua DPR Provinsi Papua Barat Daya Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

Ketua DPR Provinsi Papua Barat Daya Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

15 Agustus 2026
PIMPINAN DAN ANGGOTA DPR PROVINSI PAPUA BARAT DAYA MENGUCAPKAN DIRGAHAYU RI KE-81

PIMPINAN DAN ANGGOTA DPR PROVINSI PAPUA BARAT DAYA MENGUCAPKAN DIRGAHAYU RI KE-81

15 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!