SORONG – Kota Sorong ‘dihantam’ inflasi 5,47%, jauh di atas inflasi nasional 3,28%. Oleh karena itu TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kota Sorong menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder di Ruang Anggrek Kantor Walikota Sorong pada Jumat (16/10/2026). Rapat koordinasi dipimpin Plt. Sekda Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi, MM didampingi Asisten Bidang Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, Thamrin Tajuddin, ST, MM, dan Kabag Perekonomian Setda Kota Sorong, Milan Latumeten, S.STP., dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong, Pimpinan Bulog Cabang Sorong, Kepala BPS Kota Sorong, Kepala Balai POM Sorong, Dinas Perikanan Kota Sorong, Dinas Ketahanan Pangan Kota Sorong, Bappeda Kota Sorong, Bandara DEO Sorong, KSOP Kelas 1 Sorong, PT Pelindo Cabang Sorong, Saga Supermarket, Gota Supermarket, Toko Bone Indah. Sementara itu, Plt. Sekda Kota Sorong, Ruddy Laku mengatakan bahwa, sesuai hasil zoom pada Senin (12/10/2026) lalu Kota Sorong mengalami inflasi cukup tinggi yaitu 5,47%, sedangkan inflasi nasional hanya 3,28%, sehingga TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kota Sorong melakukan langkah-langkah untuk menurunkan inflasi di Kota Sorong. “Langkah yang kita lakukan adalah mengadakan rapat koordinasi pada Jumat (16/10/2026) melibatkan berbagai stakeholder mulai dari transportasi sampai pemasok dan pedagang retail. Rapat koordinasi ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kekurangan stok dan tidak terjadi kenaikan harga barang yang signifikan supaya mengangkat inflasi di Kota Sorong,” ujar Ruddy Laku. Dikatakan pula bahwa langkah yang berikutnya, TPID Kota Sorong sudah melakukan monitoring atau pengawasan di lapangan.”Tim sudah kita turunkan pada hari Rabu untuk mengecek harga barang di distributor, pasar-pasar dan pengecer-pengecer,” terangnya. Menurut Ruddy Laku, setelah ini Tim akan turun lagi minggu depan untuk melakukan pengawasan terkait dengan harga barang. “Tim ini akan kita perbesar dan kita akan memperlebar kelompok-kelompoknya, sehingga semakin banyak sampel yang bisa kita jangkau, kemudian untuk stok ini yang menjadi perhatian kita semua untuk disiapkan,” tegasnya. Ruddy Laku menjelaskan pula bahwa, dari laporan BPS penyumbang inflasi terbesar di Kota Sorong antara lain adalah pangan seperti ikan, sawi hijau, cabe rawit, kemudian juga transportasi.”Ini yang kita perhatikan, seperti stok itu kita jaga sehingga tidak menimbulkan kenaikan harga yang dapat meningkatkan inflasi di Kota Sorong,” pungkasnya.(akh)












