• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Senin, 10 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Harga BBM Naik, Rakyat Kian Tercekik

by admin
6 September 2022
in Feature
0
Meneladani Hijrah Rasulullah Muhammad SAW
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti

(The Voice of Muslimah Papua Barat)

Pada 3 September 2022, tiba-tiba Presiden Jokowi resmi mengumumkan penyesuaian harga BBM, karena subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Penyesuaian harga BBM mulai berlaku pada 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Dalam keterangannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyampaikan bahwa pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM subsidi antara lain Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan Pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
167

Kian Tercekik

Menaikkan harga BBM dengan alasan mengurangi beban APBN tampaknya sudah menjadi narasi klise para penguasa dari masa ke masa. Alih-alih mencari jalan keluar dari ketergantungan pada impor dan keluar dari opsi menghapus subsidi, pemerintah justru lebih memilih jalan pintas menaikkan harga BBM.

ADVERTISEMENT

Kenaikan harga ini akan menaikkan inflasi di Indonesia. Inflasi akan berpengaruh terhadap kenaikan harga pangan yang akan menambah beban rakyat. Dampak lanjutannya adalah bertambahnya tingkat pengangguran dan kemiskinan. Per Februari 2022 saja, tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,83%, sedangkan angka kemiskinan pada 2022 diprediksi mencapai 10,81%.

Kenaikan harga BBM ini tentu saja semakin menyengsarakan dan menzalimi rakyat. Saat ini rakyat sedang mengalami tekanan demi tekanan. Efek pandemi yang belum pulih, PPN yang naik 11%, harga-harga barang yang meroket, sekarang ditambah kenaikan BBM sekitar 30%. Rakyat kian tercekik!

Akar Masalah

Sejak era reformasi, terutama sejak 2004, Indonesia resmi menjadi negara net importer BBM. Padahal, Indonesia masih terhitung sebagai negara dengan potensi energi tinggi, termasuk sumber-sumber energi alternatif selain BBM.

Tercatat potensi minyak mentah Indonesia termasuk yang terbesar di Asia Tenggara. Begitu pun dengan sumber-sumber energi lain yang dengan kemajuan teknologi bisa dikembangkan menjadi energi substitusi, seperti energi panas bumi, tenaga nuklir, surya, air, dan lain-lain.

Semestinya, semua potensi ini benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya agar ketergantungan pada impor bisa ditekan, bahkan dihilangkan. Seharusnya, rakyat bisa mengakses energi dengan harga yang seminim-minimnya.

Pada 2018, SKK Migas menyebut harga produksi minyak mentah dalam negeri rata-rata US$19,7 per barel. Pada 2020 sekitar US$25 per barel. Kemudian pada 2021 kuartal pertama sekitar US$11,88 per barel. Sedangkan harga minyak dunia mencapai US$100 per barel. Ini sangat jauh perbedaannya. Maka sangat lucu jika minyak mentah dihargai dengan harga internasional. Padahal harga dalam negeri bisa lebih murah.

Sayangnya, paradigma seperti ini tidak lekat dalam benak para penguasa negeri. Menjadi importir justru dipandang lebih nyaman dibanding harus bersusah payah berpikir mencari solusi. Kalaupun berpikir, mereka hanya mau menghitung untung dan rugi hingga akhirnya tega terus-terusan menyunat subsidi.

Dalam sistem kapitalisme neoliberal saat ini, riba dan liberalisasi adalah penopang ekonomi. Sedangkan hubungan negara dengan rakyatnya hanyalah hubungan penjual dengan pembeli. Paham sekularisme yang mendasarinya jelas tidak mengenal konsep halal/haram, apalagi konsep moral dan kasih sayang. Tidak heran jika semua aturan yang lahir darinya jadi serba liberal.

Para penguasa dunia, termasuk Indonesia, telah memposisikan negaranya sebagai pasar bagi perusahaan multinasional Barat. Walhasil, meski Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi secara ekonomi dan politik tetap tunduk kepada Barat akibat tidak memiliki dasar kuat untuk membangun perekonomiannya sendiri.

Pengaturan Islam

Dalam Islam, kesejahteraan rakyat benar-benar menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, maka negara wajib memenuhi segala kebutuhan rakyatnya. Tidak boleh ada satu pun rakyat yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya, mulai dari sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, keamanan, dan sebagainya.

Wajib pula untuk menghadirkan pemimpin yang mau tunduk dengan syariat-Nya, agar memimpin negeri ini dengan penuh amanah dan bertanggungjawab terhadap urusan rakyat. Rasulullah SAW bersabda, “Imam/Khalifah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR Muslim dan Ahmad).

Islam menetapkan bahwa sumber daya alam, termasuk didalamnya sumber-sumber energi tidak boleh dikuasai swasta, apalagi asing, mulai hulu hingga hilir. Rasulullah SAW bersabda, “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Oleh karena itu, negara sebagai pengurus rakyat diwajibkan mengelola seluruh sumber daya alam dengan baik, dan memberikan manfaatnya kepada rakyat sebagai pemiliknya yang hakiki. Secara mudah dan murah, bahkan gratis.

Dalam Islam, negara juga harus menyediakan semua hal yang dibutuhkan untuk merealisasikan ketahanan dan kedaulatan energi. Dengan demikian, negara akan terhindar dari ketergantungan pada negara asing dan tidak bisa didikte dengan isu energi.

ADVERTISEMENT

Kesengsaraan perekonomian rakyat adalah imbas dari penerapan sistem ekonomi liberal. Oleh karena itu, apabila sungguh-sungguh mendambakan kesejahteraan, maka harus dengan mengubah sistem yang gagal ini dengan menerapkan sistem ekonomi Islam.

Dan semua hal ini hanya bisa terwujud, jika umat menerapkan Islam secara kaffah (menyeluruh) dalam segala aspek kehidupan.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Penanganan Banjir harus Maksimal dan Tepat Sasaran

Next Post

Pengesahan Pemekaran PBD Tertunda

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
167
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
Pengesahan Pemekaran PBD Tertunda

Pengesahan Pemekaran PBD Tertunda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Proses AMDAL Rumah Sakit Rujukan PBD Segera Dimulai, Publik Diminta Beri Masukan

Proses AMDAL Rumah Sakit Rujukan PBD Segera Dimulai, Publik Diminta Beri Masukan

10 Agustus 2026
PLN dan Kejaksaan Negeri Sorong Tandatangani Kerja Sama Pendampingan Hukum

PLN dan Kejaksaan Negeri Sorong Tandatangani Kerja Sama Pendampingan Hukum

9 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!