Ketua Umum BPP KKSS Akui Suksesnya Acara Pelantikan BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya
SORONG – Meski sempat diwarnai aksi demo, pelantikan dan pengukuhan Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2028 di Hotel Aston, Sabtu (16/12) berlangsung sukses.
Rangkaian acara yang dikemas menarik dengan menampilkan tarian adat Sulawesi Selatan, seperti tari padupa, tarian adat Toraja, antraksi badik, penyerahan cindera mata berupa badik, passapu di kepala dan sarung sakbe kepada pejabat dan persembahan acara lainnya menarik perhatian pejabat dan tamu undangan .
Dalam acara pelantikan, dengan jumlah pengurus sekitar 200 orang, yang naik ke panggung hanya koordinator dan wakil koordinator di masing-masing bidang. Sebanyak 16 bidang memperkuat pengurus BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2028, diantaranya Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Bidang Kesekretariatan, Bidang Sosial dan Tanggap Bencana, Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan bidang-bidang lainnya.

Sesuai surat keputusan (SK) Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS yang dibacakan oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) BPP KKSS, Drs H. Abdul Karim,MM, sebagai Pengurus Harian, Ketua Ir H. Muhammad Said, ST MM M.Pd, Wakil Ketua Dr H. Surahman Amin, Lc MA, Anhar Akib Kadar, S.STP M.Si, Drs H. Abidin Bado, M.Si, Salestinus Paundanan, SE, dan Hj Noor Jannah.
Kemudian, Sekretaris, Ir H. Andi Samsul Bahri Maddukelleng, MH, Wakil Sekretaris H. Syamsudin Pawelloi, S. Sos, Zainuddin Majid, SE, Dr Fardan Abdullah, M.Pd.I dan Ismail, S.IP M.A.P. Sementara Bendahara, H. Anshar Karim, Wakil Bendahara, Herlina Musa dan Muh. Hasbullah Amang.
Rangkaian acara pelantikan yang ditandai dengan pembacaan ikrar dan penyerahan bendera pataka KKSS oleh Ketua Umum BPP KKSS Muchlis Patahna, SH M.Kn kepada Ketua BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya, Ir H. Muhammad Said, MM M.Pd yang selanjutnya siap dikibarkan di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.
Suksesnya rangkaian acara pelantikan dan pengukuhan BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya membuat panitia dengan wajah sumringah diakhir acara meluapkan kegembiraannya dengan goyang “Tamang Pung Kisah”. Dalam kegembiraan ini, H. Muhammad Fadly Syukur yang langganan jadi ketua panitia saat menyampaikan laporannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan acara pelantikan dan pengukuhan BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2028.

Atas suksesnya hajatan besar KKSS di Provinsi Papua Barat Daya yang pertama digelar ini, Ketua Umum BPP KKSS Muchlis Patahna, SH M.Kn pun bangga dan memberikan apreseasi kepada Ketua Panitia, H. Muhammad Fadly Syukur. “Sukses acaranya dan saya kira ketua panitia luar biasa. Sukses untuk BPW KKSS Papua Barat Daya,”ujar Ketua Umum BPP KKSS Muchlis Patahna kepada Radar Sorong, Minggu (17/12).
Terkait dengan adanya aksi demo dari masyarakat KKSS yang kontra , Ketua Umum BPP KKSS Muchlis Patahna berharap BPW KKSS Papua Barat Daya merangkul semua warga KKSS sehingga jadi kesatuan yang solid di Provinsi Papua Barat Daya. “Saat menemui massa, saya berikan dua opsi, yakni opsi realitas dan idealitas. Opsi realitas kita menghargai proses hukum yang sedang berjalan, kita jadikan hukum sebagai panglima sehingga kita menghargai apapun keputusan hukum nanti kita laksanakan,”ujar Muclis Patahna.
Sedangkan opsi idealitas bahwa KKSS ini sebagai paguyuban yang harus kita hormati, jadi hukum berjalan, kegiatan di paguyuban KKSS tetap harus berjalan sebagaimana mestinya. Dalam opsi idealitas ini, dengan otorita yang dimiliki, Ketum BPP KKSS menawarkan jika massa yang kontra mau bergabung maka perwakilannya langsung dilantik sebagai pengurus BPW KKSS Papua Barat Daya, namun tawaran opsi idealitas ditolak.
Meski begitu, Kepada pengurus BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya yang dinahkodai Ir H. Muhammad Said, ST MM, M.Pd, Ketua Umum BPP KKSS dalam sambutannya pada acara pelantikan mengatakan, tugas utama adalah menyatukan kembali warga KKSS yang belum bergabung di KKSS.
Selain itu Ketua Umum BPP KKSS juga berpesan agar pengurus BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya tidak membawa-bawa logo KKSS dalam politik praktis. Hal ini ditegaskan karena menjelang Pemilu 2024, KKSS sangat seksi, banyak peminatnya. “Saya bilang tidak boleh dibawa-bawa logo dan nama KKSS dalam poltik. Politik praktis adalah individu-individu kalian, kapan membawa nama logo KKSS disitu saatnya kita pecah,”ujar Ketua Umum BPP KKSS Muchlis Patahna.
Muchlis Patahna mengingatkan hal ini karena seperti di pengurus BPW KKSS banyak bendera politik . “Pak Said itu Demokrat, ada PKS, ada Golkar, ada PPP, macam-macam partainya, jadi kalau masuk di Kantor KKSS, baju-baju kalian disimpan di kantor partai masing-masing. Masuk ke KKSS adalah harmoni KKSS yang kita bangun,”tandasnya.
Setelah resmi dikukuhkan sebagai Ketua BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2028, Ir H. Muhammad Said, ST MM M.Pd mengajak semua warga KKSS untuk bersatu padu, bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Provinsi Papua Barat Daya. “Kita membangun kekuatan yang sama , seluruh pilar, seluruh BPD yang ada , saya kira tidak ada yang susah, barang apa jadi. Kitorang kuat karena kitorang satu,”ujar H. Muhammad Said.

Sementara Pj Gubernur Papua Barat Daya Dr Drs Mohammad Musa’ad, M.Si dalam sambutannya berharap warga KKSS turut menciptakan kedamaian di Tanah Malamoi dan bersama pemerintah membangun Provinsi Papua Barat Daya. Tampil beda dengan mengenakan sarung sakbe (pakaian adat Sulawesi Selatan), Pj Gubernur mengatakan ada histori yang mendalam dengan KKSS. “Pertama nenek saya itu berasal dari keturunan raja ati-ati di Fakfak yang juga ada keturunan bugis, daeng Parani, dari Bone ya. Kemudian , hidup saya juga 10 tahun habis di makassar,”ujar Musa’ad.
Kepada BPW KKSS Provinsi Papua Barat, Pj Gubernur juga berharap warga KKSS bersama-sama pemerintah mewujudkan obsesi untuk menjadikan Sorong tidak saja jadi pintu gerbang Papua tapi juga jadi pintu gerbang Indonesia untuk Pasifik . (ros)














