FRIWEN – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung menggelar Pelatihan Pembuatan Mie Sagu di Kampung Friwen Distrik Waigeo Selatan Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan keterampilan Masyarakat serta pemanfaatan potensi lokal serta untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada Masyarakat dalam mengelolah sagu menjadi produk bernilai tambah, sehingga dapat mendukung peningkatan usaha Masyarakat melalui BUMDes dan kelompok usaha ekonomi Masyarakat setempat.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Bupati Kabupaten Raja Ampat yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Aristoteles Rumbewas, S.P serta dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Nur Albi Basyir Umkabu, S.STP. M.Tr.I.P, M.M, Tim, Kordinator TEKAD Raja Ampat, Duma Sosang Batara, Fasilitator MONEV TEKAD, Hasnawati, Fasilitator TEKAD Distrik Waigeo Selatan, Masleha Kurniawati Heluth, Fasilitator TEKAD Distrik Tiplol Mayalibit, Risakota Sangaji, Owner UMKM Pauwbili, Jhony Weinand Dawan, S.Th, S.Pd, dan Kepala Kampung Friwen, Marthin Luther Wawiyai.
Selanjutnya Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Raja Ampat menyampaikan pelatihan pembuatan mie sagu bukan sekedar kegiatan keterampilan biasa, melainkan bagian dari upaya bersama untuk menghidupkan kembali sagu sebagai potensi lokal yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat papua sebagai sumber pangan yang kaya nilai gizi dan sarat nilai nilai budaya leluhur.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, dalam mendorong pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi kampung. Kami ingin setiap kampung memiliki produk unggulan yang khas, yang lahir dari kearifan dan kekayaan alamnya sendiri, sehingga kesejahtraan Masyarakat dapat tumbuh dari akar rumput, bukan semata bergantung pada bantuan pemerintah” Tambah Aristoteles Rumbewas dalam menyampaikan sambutan Bupati.
Sebagai penutup sambutan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Aristoteles Rumbewas, S.P menyampaikan Pesan Bupati Kabupaten Raja Ampat kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, aktif bertanya, dan berani mencoba. Jangan berhenti hanya sampai pada pelatihan, tetapi jadikan ilmu ini sebagai modal untuk memulai usaha, membangun kelompok usaha bersama, hingga membuka peluang pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang perwakilan ibu-ibu pelaku usaha dari kampung Friwen, Yenbeser, Wawiyai, Saporkren, Kabui, Saonek dan Warsambin. Kegiatan pelatihan ini menggandeng owner Pauwbili, Jhony Weinand Dawan, S.Th, S.Pd sebagai Narasumber dan Instruktur dalam kegiatan pelatihan pembuatan mie sagu.

Selanjutnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung sebagai penyelenggara kegiatan dalam sambutannya menjelaskan tujuan dari diadakannya kegiatan ini bukan hanya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan sagu.
“tujuan dari kegiatan ini agar memberikan keterampilan dalam pembutan mie berbahan dasar sagu, mendorong kreativitas dan peluang usaha masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan berbasis kearifan lokal” ujar Nur Albi Basyir Umkabu.

Kegiatan yang pelatihan pembuatan mie sagu direncanakan berlangsung selama 3 hari yaitu dari tanggal 22 – 24 Juli 2026. (***)













