SORONG – Ditandai dengan pemukulan Tifa, Penjabat Gubernur Papua Barat yang diwakili Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Barat, Yohan Abraham Tulus, SH MH, Selasa (14/6) membuka kegiatan Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 Wilayah Papua Maluku (PAMALU). Dalam sambutannya pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Vega, Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengatakan, dalam upaya meningkatkan produksi migas, perlu peran dukungan dari sektor maupun sub sektor lainnya sebagai penunjang yang kiranya dapat bersinergi dengan SKK Migas serta K3S dalam mewujudkan produktifitas pengolahan industri hulu migas yang maksimal di Provinsi Papua Barat.
Kolaborasi dan sinkronisasi yang sinergi antara pelaku usaha migas dengan sektor penunjang akan mendukung laju pertumbuhan daerah yang tentunya akan ikut mendukung laju pertumbuhan ekonomi nasional. Dan dapat memberikan multiplayer efek dalam rangka memberikan ruang dan kesempatan bagi sektor lainnya untuk berkontribusi dalam menopang industri hulu migas. Untik itu gubernur mengajak stakeholder hulu migas di Papua Barat untuk terus meningkatkan kinerja dan produktifitasnya sehingga target nasional tahun 2030, berupa produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas sebanyak 12 miliar kaki kubik/hari yang sudah direncanakan dan ditargetkan pemerintah dapat terwujud sekaligus dapat menunjang pembangunan daerah dan nasional.
Sejalan dengan kegiatan Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 PAMALU dan sejalan dengan operasi hulu migas, maka gubernur menekankan beberapa hal untuk menjadi perhatian seluruh K3S dan SKK Migas di wilayah Papua dan Maluku secara khusus yang ada di Papua Barat. Bahwa dalam rangka peningkatan kapasitas nasional yang didukung oleh kapsitas-kapasitas di daerah maka yang pertama, gubernur minta agar ada permberdayaan produk lokal dan potensi masyarakat lokal.
Selain itu, gubernur juga minta perusahaan migas memberdayakan pengusaha asli Papua. “ Perusahaan migas di Provinsi Papua Barat wajib untuk ikut memberdayakan pengusaha asli Papua yang dinilai mampu sebagai penyedia jasa dalam berbagai kegiatan pengadaan barang dan jasa dan kegiatan-kegiatan lainnya. Baik itu sebagai kontraktor murni maupun sebagai sub kontraktor. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama, dalam membina dan meningkatkan harkat dan martabat orangasli Papua dalam hal pemberdayaan pengusaha asli Papua,”tandas gubernur.
Poin ketiga yang ditekankan gubernur adalah agar perusahaan migas di Papua Barat memberdayakan tenaga kerja lokal. “Pemberdayaan tenaga kerja lokal orang asli Papua (OAP) di setiap K3S harus terus menjadi perhatian prioritas sesuai dengan kapasitas, kompetensi dan aturan-aruran yang berlaku di perusahaan. Hal ini untuk menekan angka pengangguran yang setiap saat semakin tinggi tetapi juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat OAP,”tandas gubernur.
Selanjutnya, gubernur juga minta agar ada program pengembangan masyarakat yang benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat serta menyentuh kehidupan masyarakat lokal, terutama mereka yang ada di wilayah kerja migas sehingga mereka tidak hanya jadi penonton di sekitar wilayah kerja Migas. Dan yang kelima, gubernur minta agar perusahaan migas juga memberdayakan Bank Daerah.
Dalam kegiatan Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 Wilayah PAMALU, sejumlan penyaji menyampaikan meterinya. Salah satunya adalah dari PT Subitu Inti Konsultan yang disampaikan oleh Vilistea Wariori. Bahwa yang bisa bangun orang Papua adalah orang Papua sendiri ditunjukkan oleh PT Subitu Inti Konsultan yang telah mengembangkan wirausaha masyarakat asli di Teluk Bintuni . “ Jika banyak yang melirik perusahaan kontraktor dibidang pembangunan fisik, kami sepenuhnya berkomitmen meningkatkan dan mengembangkan potesi jiwa wirausaha dari masyarakat asli Teluk Bintuni maupun masyarakat umum lainnya dengan pelatihan dan pendampingan oleh mentor-mentor yang berpengalaman,”tandasnya.
Selain menerima materi dari para penyaji, peserta Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 Wilayah PAMALU yang diikuti perwakilan dari perusahaan K3S, para mitra kerja serta masyarakat binaan perusahaan migas di wilayah PAMALU juga menyaksikan hasil-hasil produk yang dipamerkan melalui Fair Pra Forum Kapasitas Nasional 2022 Wilayah PAMALU. Salah satu satu stand yang menarik perhatian peserta adalah hasil produk Saus Tomat yang dipamerkan oleh Koperasi Serba Usaha IMURI. Saus Tomat IMURI yang dijaga oleh Anita dibarengi dengan icip-icip nugget, kentang goreng pakai saus tomat IMURI.
Berbada dengan saus tomat yang ada di pasaran, warna saus tomat IMURI tampak lebih merah merona, dan menurut Anita warna merah merona itu karena tomat yang digunakan merupakan tomat segar hasil produksi petani . Saat mencicipi saus IMURI, rasanya tak kalah dengan saus bermerek lainnya, cukup nikmat disantap debgan nugget dan kentang goreng “Tomat melimpah hanya kami belum pasarkan karena masih urus BPOMnya,”tandas Jaya yang meproduksi saus IMURI.
Selain itu stand Koperasi binaan Petrogas yakni Bumdes Arar Mandiri dengan hasil olahan kerupuknya, dan Koperasi Warmanda Sejahtera yang memamerkan hasil produksi petani berupa sayur-sayuran juga menarik perhatian peserta.
Tingkatkan TKDN Industri Hulu Migas, SKK Migas-KKKS Gelar Pertemuan
Tingginya potensi cadangan migas di wilayah PAMALU diharapkan dapat membantu Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari dan gas sebanyak 12 miliar kaki kubik per hari (BCFD) pada 2030.
Seiring dengan hal itu, SKK Migas terus berkomitmen menciptakan efek berganda industri hulu migas terhadap sektor lainnya, sehingga terbangun kapasitas nasional yang memiliki daya saing untuk mengejar target produksi 2030 itu.
Hal tersebut juga sejalan dengan program pembinaan lingkungan yang merupakan bagian dari program G-20 dan kebijakan pemerintah yang mendorong pergerakan ekonomi nasional yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri.
Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi menjelaskan salah satu upaya untuk meningkatkan peran industri penunjang nasional dalam kancah sektor hulu minyak dan gas, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali memfasilitasi pertemuan para pemangku kepentingan (stakeholder) industri hulu migas di area operasi Pamalu.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022 yang akan diselenggarakan di lima kota, yaitu Surabaya, Batam, Sorong, Balikpapan dan Palembang, yang masing-masing mewakili area operasi Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa),Papua dan Maluku (Pamalu), Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) dan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).
Kegiatan ini sejalan dengan upaya SKK Migas yang sejak 2015 terus mendorong peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
“SKK Migas terus berkomitmen agar TKDN di sektor hulu migas nasional terus meningkat. Untuk menstimulasi tumbuhnya daya saing industri-industri nasional, UMKM dan koperasi, kami dan KKKS terus membuat program-program yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing sehingga pendapatan pemerintah, baik pusat maupun daerah, tetap bergulir dan bahkan meningkat,” jelas Erwin Suryadi.
Dalam acara Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional tersebut SKK Migas menyampaikan kebijakan dan regulasi terbaru yang berhubungan dengan aktivitas usaha industri hulu migas.
“Kegiatan ini diharapkan akan mempertemukan para pelaku industri hulu migas dan industri penunjangnya sehingga mereka dapat memanfaatkan peluang terkait pengadaan barang dan jasa hulu migas ataupun pengembangan potensi-potensi masyarakat yang belum digarap maupun perlu ditingkatkan lagi.,”ungkapnya.
Erwin berharap forum tersebut juga dapat mendorong peningkatan TKDN dan juga menyerap tenaga kerja di wilayah operasi migas lebih banyak lagi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Pamalu Subagyo, mengatakan SKK Migas dan KKKS terus memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal, usaha kecil menengah (UKM) maupun koperasi untuk mengambil peran dalam mengembangkan industri hulu migas dan industri-industri penunjangnya.
“Salah satunya dengan melakukan pelatihan bagi mereka agar dapat memenuhi kualifikasi yang diminta KKKS. Di Sorong ini misalnya, SKK Migas bersama sejumlah KKKS mendampingi masyarakat Kampung Arar memanfaatkan potensi yang menjadi nilai jual pariwisata guna peningkatan ekonomi. Kami mendorong dibentuknya usaha Desa Wisata (DEWI) yang ada di sekitar Pulau Arar,”pungkasnya.(ros/juh)















